Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter33


__ADS_3

Vani dan ketiga temannya berjalan beriringan menuju kelas, mereka hanya terdiam tanpa membicarakan apa pun. Hingga Vani berbicara memecah keheningan, "Tadi aku kelewatan ngomongnya nggak?" Tanya Vani


"Wahh.. kalau di tanya sih, kelewatan banget. Masa kamu rendah rendahin status keluarga di bawahmu" Jawab Awani


"Bukan salahmu Van. Mereka duluan yang mancing pakai bawa bawa nama keluarga kan. Nggak usah terlalu di pikirin" Sambung Agnes


"Yee.. mana mungkin Vani mikirin" Ucap Putri


"Iya juga si" Ucap Agnes


"Eh.. btw kamis jangan sampai lupa!" Ucap Putri mengalihkan topik pembicaraan


"Oh iya, kemah musim panas. Kalian semua ikut kan?" Ucap Agnes


"Ikut lah, setidaknya kita pernah cobain ikut kemah di sma kan" Ucap Awani. Ia menoleh ke arah Vani, "Kamu Van?"


Vani memasang ekspresi sedih di wajahnya, "Maaf, kayaknya aku.. ikut"


"Njirr kirain nggak ikut, ekspresimu gitu amat" Ucap Agnes dengan ekspresi datar


"Ahahahaa.. kena prank kalian" Ucap Vani dengan tawa kecil


"Kebanyakan ngobrol. Nggak kerasa kita udah di depan kelas" Ucap Agnes sembari menghentikan langkahnya. Langkah ketiga temannya ikut terhenti


"Yosh.. sampai jumpa besok di bandara, jangan lupa bawa paspor!" Seru Putri bersemangat

__ADS_1


Mereka berempat masuk ke dalam kelas masing masing dan meminta maaf kepada guru atas keterlambatan mereka. Mereka mengikuti sisa jam pembelajaran terakhir


...__________...


Bel pulang sekolah berdering dan lagi lagi tanpa bertemu satu sama lain, mereka terpencar dan pulang ke rumah masing masing. Awani dan Putri harus segera pulang untuk melanjutkan les pembelajaran di rumah. Sementara Agnes dengan cepat memerintahkan sopir jemputannya untuk mengantarnya menemui kekasih tercinta. Sedangkan Vani menuju parkiran untuk mengambil sepedanya. Ketika menaiki sepedanya, ia merasa aneh dengan sepeda yang ia naiki. Ia kembali turun dan memeriksanya. Kedua ban sepedanya kompak kempes tanpa angin sedikit pun, ia hanya bisa memperhatikannya dengan ekspresi datar


'Jahilnya murid biadab,siapa nih!' Ucapnya lirih sembari mengamati sekitarnya. Ia tidak melihat siswa lain di area itu selain dirinya, "Dahlah, jalan kaki" Ia melangkah meninggalkan sepedanya dan memutuskan untuk pulang dengan berjalan kaki


Di tengah perjalanan, ia melihat sekumpulan siswi perempuan dengan seragam yang sama dengannya sedang duduk di halte bus sembari berbincang-bincang. Ia berjalan melewati mereka dengan santai. Tiba tiba salah satu dari mereka memanggilnya, "Hey orang kaya, pulang jalan kaki? mana mobil mewahmu?"


Langkah Vani terhenti dan ia menoleh, "Aku ya orang kayanya?"


"Sombongnya" Ucap salah satu anak perempuan


Dari perkataan anak itu, Vani bisa mengetahui bahwa dalang di balik kempesnya ban sepeda miliknya adalah mereka. Namun moodnya terlalu rendah untuk meladeni mereka, "Untung aku baik, kali ini ku lepasin kalian" Setelah omongannya itu, ia berbalik dan melanjutkan perjalanan


"Hey!!" Seru siswi perempuan sembari berdiri dari duduknya. Teman temannya ikut berdiri berkerumun bersamanya


'Haahhhhh' setelah helaan nafasnya yang cukup panjang, Vani kembali menoleh ke arah mereka, "Kenapa?"


"Kamu nggak inget aku?!"


"Maaf, nggak" Ucap Vani cuek


"Apa?! Tadi siang kamu mukul wajah cantikku sama nendang perutku dengan keras. Kamu nggak ingat itu?!"

__ADS_1


"Owh, kamu yang tadi siang toh. Ada apa? Mau nambah?" Tawar Vani


"Kamu!!" Ucap anak itu geram. Ia menoleh ke salah satu teman di sampingnya dan mengadu, "Kak dia orangnya"


"Hmm.. anak itu ya" Temannya menanggapinya dengan sorotan mata yang tajam tertuju pada Vani


Vani merasa tertarik dengan tatapan menantang dari siswi itu, "Wah.. boleh juga temenmu. Dari auranya, dia bisa silat ya?" Ia melepas tasnya dan menaruhnya di pinggiran trotoar


"Haha, belagu banget kamu. Kamu nggak bakal bisa menang lawan atlet taekwondo"


"Coba aja!" tantang Vani dengan penuh senyuman, ("njirr.. penasaran bat, berapa lama aku sanggup lawan orang yang udah terlatih. eh.. apa jangan jangan udah jauh diatasnya ya")


Siswi perempuan yang di katakan atlet taekwondo itu berjalan menghampiri Vani sembari merenggangkan otot tangannya. Ia berhenti tepat di depan Vani sembari mengulurkan tangan kanannya seolah mengajak berjabat tangan. Vani merasa heran dengan apa yang anak itu lakukan, namun ia tidak ambil pusing dan menerima ajakannya untuk berjabat tangan. Siswi itu mencengkeram erat tangan Vani sembari memunggunginya. Ia langsung menjadikan pundak kanannya sebagai tumpuan untuk membanting Vani, 'buagg..' Vani tertarik dan punggungnya membentur trotoar jalan yang keras


'AKHH!!' Ia hanya bisa meringis kesakitan merasakan sensasi terbanting oleh seorang atlet taekwondo, "Akh... punggungku"


"Ahahahaaa... Ku bilang juga apa" Ucap anak perempuan yang menyaksikan kejadian itu, "Cukup kak, ayo tinggalin dia"


Siswi atlet taekwondo itu berjalan pergi meninggalkan Vani yang terkapar di trotoar. Namun sebelum mereka benar benar pergi, salah satu dari mereka menghampiri Vani. Ia mengangkat wajah Vani hingga mata mereka saling bertemu, "Itu hukuman buat kamu!!"


Vani tidak terlalu memedulikannya karena rasa sakit di punggungnya masih sangat terasa, "Akh.. Curangnya!" 'plakk' Tanpa sebab perempuan itu menampar pipinya dengan keras. Vani terdiam sejenak, kedua matanya mengembang kesal, ("aku langsung kalah?")


"Hey, ayo pergi. Sebelum orang orang sadar kita yang buat dia begitu!" Seru teman perempuan itu. Perempuan itu melepaskan tangannya dan kembali bergabung dengan teman-temannya. Mereka melangkah pergi meninggalkan Vani seorang diri


"S*alan!! WOY AKU BELUM KALAH!!" Teriak Vani kesal

__ADS_1


__ADS_2