Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter92


__ADS_3

Vani hanya bisa berdiri terdiam di tempatnya sembari melihat Ray melangkah pergi meninggalkannya. Pikirannya menjadi kosong karena mencerna kejadian yang baru saja ia alami, 'Dia bukan Rayku' ucap Vani lirih. Ia memungut kembali handphonenya dan menyimpannya. Ia mengambil sepedanya dan menuntunnya perlahan menuju ke sekolah. Di sepanjang jalan, pikirannya terus terisi oleh Ray, ("Dia ngga serius kan? Itu cuma boongan kan? Mana mungkin dia baru bilang ngga suka ke aku setelah kita kenal hampir tiga tahun. Dia bilang manfaatin aku? Kapan? Apa dia pernah minta uang ke aku? Engga kan? Ngga bisa diterima! Ini semua ngga masuk akal!") Batinnya. Vani menghentikan langkahnya, "Akh! Salan!"


'brakk*!!' Ia menendang sepedanya dengan keras hingga roboh ke trotoar. Ia duduk meringkuk di trotoar depan sekolahnya. Kedua sorot matanya terlihat begitu sedih, ("Kenapa tiba-tiba dia begini? Apa aku ngelakuin suatu kesalahan? Tapi apa? Kenapa dia ngga bilang dulu")


("Kenapa aku selalu gagal suka seseorang, selama ini selalu aja bertepuk sebelah tangan. Apa aku cewek yang ngga pantes di sukai? Atau emang nggak ada yang pernah suka ke aku?")


"Hiks.." Kedua matanya mulai berkaca-kaca, raut wajahnya sangat murung


"Apa yang kamu lakukan di tengah jalan begini" ucap seseorang dari belakang Vani, 'kratakk..' Orang itu terdengar membenarkan sepeda yang roboh menghalangi trotoar. Vani langsung mengusap air matanya dengan tangannya. Ia menoleh ke asal suara dan melihat Evano memegangi sepedanya, "Kamu.. nangis?" Ucap Evano


"Bukan urusanmu!" ucap Vani sembari berdiri dari duduknya. Ia menghampiri Evano untuk merebut sepedanya dan menuntunnya masuk ke dalam sekolahan. Evano terus berjalan di belakangnya, sampai di lorong kelas XII, Vani menghentikan langkahnya dan berbalik, "Stop ikutin aku!"


Evano sedikit terkejut melihat Vani tiba tiba berhenti dan berbalik ke arahnya, "Kelasku juga disini" Ia berjalan melalui Vani dan masuk ke dalam kelas. Vani masuk ke dalam kelas melalui pintu belakang. Ia duduk di bangkunya tanpa menyapa Agnes yang duduk di samping bangkunya


Agnes menyadari kehadirannya, "Pagi pagi lesu gitu, mau jadi apa coba" Vani tidak meresponsnya, ia terlarut dalam lamunan kesedihannya


"Yee.. di kacangin" ucap Agnes sembari berdiri dari duduknya. Ia menghampiri meja Vani dan berdiri tepat di depan pandangan Vani. Vani menaikkan pandangannya dan menatap Agnes, "Heh?! Kamu abis nangis?!" Serunya terkejut. Pandangan seluruh kelas langsung tertuju pada mereka berdua


Vani tersenyum lebar, ia berdiri dari duduknya dan merangkul pundak Agnes, "Woy! Apa yang perlu ku tangisi coba?! Jangan ngaco" Ia menatap satu persatu anak anak di kelasnya yang memperhatikannya, "Apa liat liat, hah?!"


"Kirain nangis, padahal mau ku beliin permen" ucap Agnes


"Ahaha.. aku anak kecil apa?" Ucap Vani sambil tertawa lebar, "Aku cuma ngantuk gadang sampe pagi main game"


"Aku juga gadang, tapi kok ngga liat kamu online?" Ucap Agnes


"Hey, game cuma satu apa?" Ucap Vani


"Iya juga si" ucap Agnes mengangguk. Ia berjalan kembali ke bangkunya dan duduk


"Nes, mau bolos ga?" Ucap Vani sambil tersenyum


"Ngga bisa lagi. Papaku dah tau kalau aku sering bolos, gatau tau darimana. Biasanya dia cuma terima nilai dan ngga peduliin yang lain. Dia bilang bakal blokir rekeningku kalau sampe bolos lagi" jelas Agnes sedih


"Ngga papa, kan ada rekeningku" ucap Vani


"Aku ngga mau hidup manfaatin uang orang lain"


"Lebay. Yahh.. Agnes ga asik" ucap Vani


"Kamu jangan bolos lagi" ucap Agnes

__ADS_1


"Hum.. oke, buat saat ini" ucap Vani


'tettt..' Bel masuk berbunyi. Karena tidak ada kegiatan praktikum, guru Biologi memberikan materi di dalam kelas. Di sepanjang pelajaran, Vani hanya terdiam melamun menatap ke arah luar jendela


"Vani.. perhatikan pelajarannya" ucap guru. Namun Vani tidak mendengarkannya


"Vani!"


"Va.. ni!!"


"Anak ini.." ucap guru kesal. Ia melepas tutup spidol dan melemparkannya ke arah Vani


'tukk' Tutup spidol itu mengenai kepala Vani, 'hishh..' Vani memegangi kepalanya dan menoleh ke arah gurunya


"Kenapa kamu melamun di sepanjang pelajaran?! Apa kamu sudah merasa pintar tanpa memperhatikan pelajarannya?!" Tanya Guru Biologi kesal


"Iya" jawab Vani


'woy.. jangan buat masalah' bisik Agnes lirih


"Oh.. begitu rupanya" ucap Guru Biologi, "Apa itu Asam Deoksiribosa Nukleat?"


"Cepat juga jawabanmu" ucap guru, "Nama lainnya?!"


"deoxyribonucleic acid"


Agnes menoleh ke arah Vani dan bicara dengan suara pelan, 'apa barusan kamu bilang? Deoxiribodkk.. acid? Wkwk'


"Kamu Agnes!" Ucap Guru


Agnes terkejut dan langsung menoleh ke arah guru, "Iya bu!"


"Nama lain RNA" ucap guru


"Heh?!" Ucap Agnes terkejut. Ia melirik ke arah Vani, 'bstt..'


Vani menumpuk buku di depannya dan menjadikannya bantal untuk menyangga kepalanya, kepalanya tergeletak menoleh ke arah Agnes, 'Ribonucleid Acid' ucapnya lirih


"Ha? Apa?" Ucap Agnes bingung sembari mendekat ke Vani


"Cepat jawab!" Ucap Guru

__ADS_1


Agnes kembali menoleh kearah guru, "Itu bu.. ri.. ri.. eee.. Rialskdnsnska.. ACID! Iyakan?"


'haishh' Vani menghela nafas panjang dan memejamkan matanya


"Kamu tidak memperhatikan pelajarannya?! Lihat di bukumu!" Ucap guru


Agnes menyadari bukunya masih berada di dalam tasnya, "Bentar Bu" ia membuka tasnya untuk mengambil buku


"Kamu!!" Ucap guru kesal, "Dari tadi kamu tidak menyimak pelajaran saya?! Kamu berdiri di depan kelas!"


"Tapi bu.." ucap Agnes


"Keluar sekarang!" Ucap guru ngegas. Agnes berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari kelas. Ia berdiri di depan kelas untuk hukumannya karena tidak memperhatikan pelajaran di kelas


"Kamu Vani!! Jangan mentang-mentang bisa jawab pertanyaan dari ibu, trus kamu bisa tidur di kelas! Kamu mau ibu suruh berdiri di luar seperti Agnes?!" Ucap guru. Vani mengangkat kepalanya dan sedikit melirik ke arah guru. Ia berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari kelas tanpa mengatakan sepatah kata apa pun, "Mau kemana Kamu?!" Teriak guru


Di depan kelas, Vani menoleh ke arah Agnes, "Aku mau bolos"


"Kamu tadi janji ngga bolos kan?!" ucap Agnes


"Itu tadi. Nanti bawain tasku pulang"


"Trus aku?!" Ucap Agnes


"Ke ruangan 3-2F aja kalau gabut" ucap Vani, "Bye" Ia berjalan pergi meninggalkan Agnes sembari melambaikan tangan kanannya


Di dalam kelas XII MIPA A,


'srakk' Evano menggeser kursinya dan berdiri dari duduknya, "Saya akan kejar Vani!"


"Tidak perlu" ucap guru


"Saya wakil ketua kelas, saya tidak akan membiarkan nama kelas saya tercoreng hanya karena satu murid" ucap Evano


"Baiklah, bawa dia kembali!" Ucap guru


"Baik!" Ucap Evano. Ia berlari kecil menuju pintu belakang kelas dan keluar dari kelas. Di depan kelas, Evano menoleh ke arah Agnes, "Dimana Vani?!"


"Dia jalan kesana" ucap Agnes sembari menunjuk arah. Evano langsung pergi ke arah yang di tunjuk Agnes


Sementara itu, Vani sedang berjalan di lorong kelas XI dengan kepala tertunduk. Di tengah lorong, ia menghentikan langkahnya karena melihat sepatu pantofel pria berada tepat di depannya. Ia menaikkan pandangannya perlahan dan melihat orang di hadapannya

__ADS_1


__ADS_2