
"apa nggak makan pizza bisa bikin mati di tempat?" Tanya Kaituo heran
"Ahahaha.. ga jelas banget emang" Tawa Vani senang
"Kau yang mulai tadi" Ucap Kaituo dengan ekspresi datar
Vani mendorong dua box pizza di hadapannya ke sisi meja yang bisa diraih Kaituo, "aku kenyang, bantu habisin sisanya" ucapnya sembari membaringkan badannya kembali ke sofa
"Sok sok an mau habisin semua, dua potong aja udah k.o" ucap Kaituo sembari mengambil sepotong pizza dan memakannya
"Hmm.. terserah apa katamu" ucap Vani mengalah
Beberapa menit kemudian, Kim kembali ke ruangan itu dan duduk di sofa samping Kaituo, "Kalian baik banget sisain buat kakak, kebetulan kakak belum makan malam" ucap Kim sembari mengambil potongan pizza yang masih tersisa dan memakannya
"Hoahh.. Khakim belum makan malam?" Tanya Vani sembari menguap
Saat itu mulut Kim yang sedang mengunyah tiba tiba terhenti dan ia terdiam karena mengingat sesuatu, "astaga, berkasnya ketinggalan, harus balik ke atas lagi" ucapnya tersadar sembari meletakkan kembali sisa pizza di tangannya ke box pizza
"Suruh orang buat ambil aja" ucap Vani
"Nggak bisa, itu berkas penting. Cuma kakak sama sekretaris kakak yang pegang kunci ruangannya" jelas Kim
"Ya.. tinggal suruh sekretaris kakak aja" ucap Vani
__ADS_1
"Nggak bisa, sekretaris kakak ambil cuti"
"Hah? Kok bisa?!" Ucap Vani terkejut sembari bangkit dari tidurnya, "sekretaris kakak si Aeera itu kan? Bisa bisanya dia cuti padahal Khakim kerepotan gini!! Ga niat kerja banget sih! Pecat aja sekretaris ga guna begitu. Oh ya, besok jangan lupa kosongin jadwal makan siang Khakim. Kebetulan aku punya temen disini, dia sekretaris perusahaan besar juga. Dibanding si Aeera sih, skillnya sepuluh kali lebih hebat. Apa lagi skill di game, uwahhh.. keren banget pas pake sniper!" Jelasnya bersemangat
"Kenapa nyambung ke game?" Ucap Kaituo dengan ekspresi datar
"Khakim juga udah waktunya buat cari pasangan dan nikah kan. Menurutku ini kandidat yang cocok sih. Intinya besok ku kenalin" Ucap Vani senang
"Kamu... Mau jodohin kakak sama temenmu?!" Tanya Kim terkejut
"Tenang aja Khakim, dia orangnya keren kok. Tanpa make up aja cantik, apa lagi pake make up coba. ya kan Kai?" Ucap Vani sembari menoleh ke arah Kaituo, "Yahh.. standar" ucap Kaituo. Saat itu mata Vani melotot menatapnya, "em.. dia kelihatannya baik" sambung Kaituo
"Tuh kan, Kaituo aja suka" ucap Vani
"Kaituo bilang 'kelihatannya' dan kenapa tadi matamu melotot hampir copot begitu. Kalian nggak jodohin kakak sama orang random yang baru kalian temuin sekali doang kan?" Tanya Kim cemas pada dirinya sendiri
"Iya baru ketemu sekali tadi" jawab Kaituo
"Eh.. tapi bukan orang random ya! Aku dah kenal lama dari game!" Sambung Vani
"Kamu cariin kakak pasangan buat teman hidup kakak atau buat teman ngegame kamu?" Tanya Kim
"Buat teman hidup kakak lah! Sekalian teman ngegame, hehe" jawab Vani dengan tawa kecil
__ADS_1
"Hahhh.. dasar" ucap Kim pasrah
"Besok ikut aja sama Vani, urusan suka atau enggak terserah kau. Vani juga jangan maksa" ucap Kaituo, Kim menoleh ke arah Kaituo dan tersenyum kecil, "Apa aku perlu diceramahi bocah sepertimu?" Ejeknya
"Tcih.."
"Fiks jadian sih" ucap Vani yakin
"Kakak yang tentuin siapa yang akan jadi pasangan kakak kedepannya. Tapi besok kakak lakuin apa yang tadi Kaituo bilang" ucap Kim
"Okay no problem" ucap Vani setuju
"Apartment kakak cuma ada satu kasur, berarti malam ini kita pulang ke rumah aja. Kalian siap siap, kita langsung pulang" Ucap Kim sembari berdiri dari duduknya
"Kim berkasmu" ucap Kaituo
"Ah iya! Kalian siap siap dan tunggu kakak disini, kakak ambil berkasnya dulu" Ucap Kim terburu buru. Ia langsung keluar dari ruangannya untuk mengambil berkasnya yang tertinggal
"Van, kamu pernah ke rumah atau apart nya Kim disini?" Tanya Kaituo, Vani menggeleng gelengkan kepalanya, "kamu sendiri?" Tanyanya balik
"Belum" jawab Kaituo, "Dia sampai bikin rumah disini, gimana kalau dia berencana tinggal disini selamanya?" Sambungnya. Vani hanya terdiam memikirkan perkataan Kaituo, wajahnya terlihat begitu sedih membayangkan jika itu benar benar terjadi
"Ahahaha.. aku cuma bercanda, kenapa kamu serius begitu?" Tawa Kaituo senang
__ADS_1
"Haha.. lucu" ucap Vani tidak senang