Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter230


__ADS_3

Selesai mandi dan berpakaian rapi, Kim keluar dari kamarnya dan menunggu Vani di ruang tamu. Selang beberapa saat, Kaituo terlihat melintas dan sepertinya hendak menaiki tangga ke lantai atas, "Tunggu" seru Kim. Kaituo menghentikan langkahnya dan menoleh ke asal suara, "Bilang ke Vani kalau kakak tunggu di bawah, jangan tunda waktu terlalu lama" Seru Kim. Kaituo tidak membalasnya dan melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga


'Apa susahnya bilang iya kakak?!' Ucap Kim lirih sembari memperhatikan Kaituo


'tok.. tok'


"Van?" Panggil Kaituo


'cklekk' Ia membuka pintu kamar Vani saat mengetahui pintu itu tidak dikunci, "Van?" Panggil Kaituo


"Aku di ruang ganti Kai! Ada apa?!" Seru Vani dari dalam ruang ganti


"Cepatlah, Kim nunggu di bawah!" Ucap Kaituo


"Oke" Ucap Vani sembari membuka pintu ruang ganti. Ia berjalan keluar dan mengambil handphonenya, "Aku duluan" Ucapnya sembari berjalan menuju pintu kamarnya


"Kau.. kenapa tadi kasih nomorku ke anak itu?" Tanya Kaituo


Vani menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang, "Heh? Aku salah dong masukin nomornya" Ucapnya sembari tersenyum


"Bilang aja kau nggak mau kenal dia kan?" Tanya Kaituo


"Kalau gitu kirim nomornya ke aku, aku yang telpon dia nanti" Ucap Vani

__ADS_1


"Nggak akan ku kasih" Ucap Kaituo


"Hum.. Nevermind" Ucap Vani sembari berjalan keluar dari kamarnya. Ia turun ke lantai bawah dan menghampiri Kim di ruang tamu


["Ya sudah"]


"Ayo Khakim, buruan!" Ajak Vani. Ia dan Kim berjalan menuju garasi dan masuk ke dalam mobil untuk melakukan perjalanan menuju ke restoran tempat yang sudah dijanjikan sebelumnya


Beberapa menit di perjalanan, mereka berdua sampai di restoran itu. Saat masuk ke dalam restoran, Caroline terlihat sudah menunggu mereka di sebuah meja, "Line!!" Panggil Vani. Ia dan Kim berjalan menghampiri meja itu dan bergabung dengan Caroline


"Hi Vani" Sapa Caroline. Ia sedikit terkejut melihat Kim datang bersama Vani, ("she actually brought her big brother here") batinnya


["Dia benar benar membawa kakaknya kesini"]


["apa kita membuatmu menunggu lama?"]


"Tidak, aku baru datang juga" Jawab Caroline, ("I purposely dressed the worst to come here. He can't recognize me right?") Sambung batinnya


["aku sengaja berpenampilan terburuk untuk datang ke sini. dia tidak mungkin mengenaliku kan?"]


"Oiya, kamu bisa ngobrol pake bahasaku" Ucap Vani tersadar, "kalian ngga mau kenalan?" Sambungnya


Kim mengulurkan tangannya dan tersenyum kecil, "Kim Osamu" ucapnya. Caroline sedikit ragu untuk menjabat tangan Kim, ia tidak berani menatap mata Kim saat menjabat tangannya, 'Aku.. Line' Ucap Caroline lirih. Ia langsung menarik tangannya dengan cepat

__ADS_1


"Dia Caroline Khakim!" Sambung Vani bersemangat


("Dia bahkan nggak gunain nama samaran, apa dia pikir dia bisa membodohiku?") Batin Kim


Caroline merasa gugup dan panik saat ia diam diam melirik ke arah Kim, Kim terlihat terus menatap ke arahnya. Ia menoleh ke arah Vani dan berdiri, "Van, aku ke toilet" Ucapnya. Ia berjalan dengan cepat meninggalkan meja itu


"Kenapa tingkahnya aneh gitu, apa aku buat dia ngga nyaman?" Ucap Vani penasaran


"Temanmu gugup karena lihat ketampanan kakakmu ini" Ucap Kim bangga


"Ahahaha.. Pd amat jadi orang" Tawa Vani senang, "Oh ya, tumben resto ini sepi" sambungnya sembari memperhatikan sekitarnya


"Kakak udah booking satu restoran ini" Ucap Kim


"Tcih.. ga seru gaada tamu lain" Ucap Vani dengan ekspresi datar


Saat itu, para pelayan restoran berbaris membawakan menu favorite di restoran itu dan menyajikannya di atas meja mereka, "Enjoy the food" Ucap pelayan ramah


Kim mengambil handphonenya dan berdiri dari duduknya, "kamu makan dulu, kakak angkat telpon" Ucapnya


"Ngoge" Ucap Vani


Kim pergi menuju ruang belakang dan berpura pura menjawab panggilan telepon. Ia menunggu Caroline keluar dari toilet dari sudut yang tidak bisa di lihat dari meja tempat Vani berada

__ADS_1


__ADS_2