
Tangan kanan Ray memegang dagu Vani dan sedikit mengangkatnya, "Apa ini? Kamu berantem lagi?"
"Oh ini" Vani melepas tangan Ray dan sedikit mundur untuk menjaga jarak darinya, "Aku jatuh tadi"
"Jatuh? Kamu pikir kamu bisa bohongin aku? Jelas jelas itu bekas tamparan!" Ucap Ray
"Iya deh ini kena tampar, tadi siang aku nggak sengaja kena masalah sama anak ips. Trus pas pulang dia balas dendam" Jelas Vani
"Apa sakit? Siapa mereka? Aku akan balas semua orang yang berani ganggu kamu!" Ucap Ray
"Nggak usah, kamu tau aku siapa kan? Tamparan kecil nggak ada efeknya buatku" Ucap Vani bangga
Ray tersenyum kecil, "Syukurlah kalau kamu baik baik aja. Lain kali jangan ladenin, tinggalin aja"
"Siap roger" Ucap Vani
"Ayo rawat memarmu" Ajak Ray. Ia menggandeng tangan Vani
"Heh? Kemana?" Tanya Vani
"Rumahmu" Ucap Ray
"Kamu mau ke rumahku?"
"Nggak boleh?"
"Ayo jalan" Ucap Vani sembari melangkah mendahului Ray. Mereka berdua bergandengan tangan hingga sampai di depan rumah Vani. Di depan rumah, Vani melihat Kaituo yang sedang memanasi mesin mobil di garasi dan sepertinya hendak bepergian, "Kai, mau kemana?" Tanya Vani
__ADS_1
Kaituo menyadari panggilan Vani. Ia keluar dari mobil dan menghampirinya di halaman rumah, "Kamu udah pulang" Pandangannya langsung tertuju pada tangan mereka yang bergandengan, "Apa apaan?! Kalian mau nyebrang jalan apa? Pakai gandengan segala!"
"Oh" Vani tersadar dan langsung melepaskan genggamannya, namun Ray tidak melepaskannya dan malah mempereratnya
"Kenapa? iri?" Tanya Ray
Kaituo menatap tajam ke arah Ray, "Ck.. buat apa aku iri? Aku bisa pegang lebih lama darimu!"
"Tcihh.."
"Kalian kenapa si?" Tanya Vani. Ia menoleh ke arah Ray di samping, "Ray, lepasin. Aku mau ambil handphone"
"Oh.. maaf" Ucap Ray sembari melepaskan genggamannya
"Lihat itu.. hahahaaa" Ejek Kaituo
Saat menoleh ke arah Vani, Kaituo melihat bekas merah di pipi Vani, "Eh? Pipimu kenapa lagi?"
"Wahhh.. hari apa ini? Kenapa orang orang mendadak care sama aku" Ucap Vani heran
"Pdnya, siapa pun orangnya pasti bakalan tanya pipimu kenapa. Orang jelas banget merah sebelah" Ucap Kaituo
"Aku kena tampar pas pulang sekolah tadi" Ucap Vani
"Siapa yang berani tampar kamu?" Tanya Kaituo
"Dia cuma kena tamparan kecil, nggak perlu cemas" Jawab Ray
__ADS_1
"Nah betul tuh" Ucap Vani, "Eh.. kai, mau kemana? Mobil masih nyala tuh"
"Kalian berdua mau ngapain?" Tanya Kaituo
"Ngobrol di dalem. Kamu kalau mau pergi, pergi aja gih" Ucap Vani
"Benar kata Vani, pergi gih" Sambung Ray dengan senyum kecil di wajahnya
Kaituo mengambil handphone di sakunya dan melihatnya, "Sayang banget, jadwal ketemuan di undur. Aku nggak jadi pergi sekarang. Kalian masuk aja, aku mau matiin mesin mobil trus susul kalian ke dalam" Ia segera kembali ke garasi untuk mematikan mesin mobil, sementara Vani dan Ray masuk ke dalam rumah
Di ruang tamu utama, "Duduk aja Ray, mau ku buatkan minum?"
"Nggak perlu" Ucap Ray
"Oke, kalau haus ambil aja sendiri" Ucap Vani sembari melepas tasnya. Ia meletakkannya di sofa dan duduk di sampingnya, "Hmm.. kenapa kamu kesini?"
"Ku denger sekolahmu adain kemah musim panas di negara C ya, kenapa harus di luar negeri si" Ucap Ray
"Sebenernya bisa aja si di negara ini, tapi ada yang ngusulin ke negara C trus semua setuju deh" jelas Vani
"Yahh.. yang ngusulin buat orang repot aja. dia nggak cinta negara sendiri ya? Padahal banyak tempat yang bagus buat kemping di negara ini"
Vani menatap Ray dengan ekspresi datar, "Aku yang ngusulin"
Ray terlihat sedikit terkejut, namun ia mencoba memaksakan tawanya, "Ahahahaaa.. kamu ya. Kamu pasti bosan karena udah pernah kunjungin semua tempat kemping di negara ini. Aku jadi tau alasanmu pilih negara C, bagus juga ke sana"
Vani masih memasang ekspresi datar, "Salah, aku belum pernah kemping sebelumnya"
__ADS_1
"Heh? Benarkah?" Tanya Ray