
Di perpustakaan kota, Ray dan Zahra sedang duduk berhadapan sembari mencari materi yang cocok untuk tugas kuliah di dalam buku yang sedang mereka baca. Di tengah fokus membaca, perut Zahra berbunyi kelaparan karena belum sempat makan sarapan sebelumnya
'kruyuk~'
Ray menurunkan bukunya dan menatap Zahra, Zahra tertawa kecil menanggapinya, 'hehe.. lapar, aku belum sarapan' ucapnya lirih
'keluar gih, cari sarapan' ucap Ray lirih
'kamu udah sarapan?'
Ray menggeleng-gelengkan kepalanya, 'belum sempat'
'kalau gitu, aku yang beli sarapan di minimarket' ucap Zahra lirih sembari berdiri dari duduknya
'kita pergi bersama' ucap Ray
'nggak usah, kamu jaga sini aja. Nanti kalau aku udah balik, aku telpon kamu. kita makan di kursi lobi'
'baiklah'
'dadah' ucap Zahra lirih. Ia melangkah keluar dari perpustakaan dan pergi menuju Minimarket untuk membeli sarapan
Sementara itu, Vani dan Evano masih berjalan di trotoar sembari membicarakan sesuatu
'ting.. ting.. ting.. ting..' Penjual bakso keliling melintas di pinggiran jalan samping mereka, Vani menghentikan langkahnya dan memperhatikannya. Ia kembali menoleh ke arah Evano, "Kamu suka bakso?"
"Suka. Jangan bilang kamu mau beli bakso dari jalanan barusan?!" Ucap Evano
"Bakso keliling biasanya enak tau, murah juga" ucap Vani
"Kamu sering makan makanan yang nggak jelas higienis apa enggak gitu?! Jangan, kita cari restoran atau ke minimarket aja" ucap Evano
"Mana di terima kita masuk ke sana, orang kita masih pake seragam juga" ucap Vani
"Benar juga, ayo pulang ganti baju" ucap Evano
"Kamu mau ketauan ortu kalau bolos apa?"
"Aku kira kita bisa lakuin apa aja kalau bolos, ternyata cukup menyusahkan"
"Kebanyakan ngobrol, tukang baksonya keburu jauh. Jalan lebih cepat" ucap Vani. Mereka berdua berbalik dan berjalan lebih cepat, "BAKSO!! STOP!!" Teriak Vani. Namun sepertinya penjual bakso tidak mendengarnya dan terus berjalan, Vani terus berusaha berteriak sembari melambaikan satu tangannya, "WOY STOPP, BAKSOO!!"
Di saat yang bersamaan, Zahra sedang berjalan kembali setelah membeli sarapan dari minimarket. Ia melihat seseorang melambaikan tangan dan samar samar terdengar meneriakkan bakso. Ia langsung berbalik dan memanggil tukang bakso yang belum jauh dari tempatnya berdiri, "Pak! Bakso!" Teriaknya
Penjual bakso terhenti dan memundurkan gerobaknya, ia menoleh ke arah Zahra, "Bakso kak?"
"Mereka pak" ucap Zahra sembari menunjuk ke arah Vani dan Evano
__ADS_1
Vani yang melihat penjual bakso terhenti langsung menoleh ke arah Evano, "Aku kejar dulu, keburu kabur" ucapnya. Ia melepaskan tangan Evano dan langsung berlari meninggalkannya untuk menghampiri penjual bakso
"Tunggu.." ucap Evano. Keseimbangan kakinya tergoyah dan ia terjatuh ke trotoar
'brakk..'
Vani menghentikan larinya di hadapan Zahra, ia memasang senyuman di wajahnya, "Makasih kak"
"Eh.. tapi temanmu.." ucap Zahra sembari menunjuk ke arah Evano yang terjatuh ke trotoar. Vani tidak mendengarkannya dan menoleh ke arah penjual bakso, "Dua porsi, nggak pake sambel"
"Siap dek" ucap penjual bakso. Ia menyiapkan pesanan Vani
"Temanmu jatuh" ucap Zahra
Vani menoleh ke arah Evano dan kembali menoleh ke arah Zahra, "Oh.. biarin, cuma kesleo"
"Apa yang kamu katakan, kakinya sakit kan? Dia harus dibantu" ucap Zahra
"Gapapa bukan lumpuh kok, ntar dia kesini"
Zahra memasang ekspresi terkejut mendengar apa yang Vani katakan, "Pegang ini" ucapnya sembari memberikan kantung plastik yang ia bawa pada Vani. Ia langsung berlari menghampiri Evano
"Padahal gausah" ucap Vani sembari melihat Zahra berlari, "Terlalu baik jirr"
"Kamu gapapa?" Tanya Zahra
Evano menaikkan pandangannya dan melihat seorang gadis cantik mengulurkan tangan untuknya, "Aku baik baik aja" ucapnya
"Bisa" ucap Evano sembari mencoba berdiri dengan satu kakinya, namun ia merasa kesulitan melakukannya
"Aku bantu kamu" ucap Zahra sembari memegangi lengan Evano
"Terimakasih" ucap Evano
"Nggak perlu berterimakasih" ucap Zahra dengan senyuman kecil. Ia menuntun Evano berjalan menghampiri Vani
"Manjanya, kesini aja nunggu orang bantuin" ucap Vani menyambut
"Kamu!" Ucap Evano kesal, "Kamu sengaja kan!"
"Aku kan ngejar penjual baksonya" ucap Vani
"Penjual bakso nggak mungkin kabur!"
"Duduklah disini" ucap Zahra sembari membatu Evano duduk di kursi taman samping sekolah mereka
"Terimakasih" ucap Evano
__ADS_1
"Pada akhirnya kita balik ke tempat ini lagi" ucap Vani
Evano dan Zahra terlihat tidak memedulikannya, "Kakimu udah diobati?" Tanya Zahra. Evano menggelengkan kepalanya
"Kaki kananmu kan?" Ucap Zahra. Ia melepaskan sepatu dan Kaos kaki Evano untuk melihat keadaan kakinya, "Ini bengkak!"
"Aku akan hubungi temanku buat bawain ice kesini" ucap Zahra. Ia mengambil handponenya dan menghubungi seseorang
'tutt..'
"Ray, aku butuh bantuanmu. Tolong belikan beberapa ice atau minuman dingin yang bisa buat kompres bengkak dari showcase di lobi perpustakaan. Aku akan ganti uangnya nanti. Ada yang butuhin, di taman depan perpustakaan. Di sekitar gerobak bakso. Tolong segera kesini" jelas Zahra
'baiklah, aku segera ke sana' balas Ray dari telepon
'tutt.. tut..' Panggilan terputus
"Ray?" Tanya Vani
"Iya, temanku segera kesini. Tunggu bentar, aku akan beli perban di klinik buat balut bengkaknya" ucap Zahra. Ia berlari menuju klinik terdekat untuk membeli perban
Evano menatap Vani dengan perasaan iba, "Ray, orang itu?"
"Kenapa liat aku begitu?!" Ucap Vani, "Cuma namanya aja kali yang sama. Lagian rumahnya kan jauh dari sini"
"Jangan bilang kamu mau nangis lagi"
"Apaan sih! Yakali aku nangis tanpa sebab. Btw, kakak tadi terlalu baik. Padahal ngga kenal kamu, mau aja nolongin" ucap Vani
"Dan kamu yang kenal aku, main tinggalin aja" sambung Evano
"Haha.. kamu aja yang lebay, cuma keseleo juga" ucap Vani dengan tawa kecil, ("Kakak tadi bilang lobi perpustakaan? Berarti orang yang namanya Ray dateng dari dalem perpustakaan kan?") Batinnya. Ia menoleh ke arah pintu perpustakaan dan memperhatikannya
Evano menoleh untuk melihat apa yang sedang Vani lihat, "Kamu lagi nunggu orang yang namanya Ray ini keluar dari pintu perpustakaan itu kan?"
"Aku cuma mau pastiin bukan dia" ucap Vani sembari terus fokus mengamati
"Kalau emang dia, kamu mau apa?"
"Ajak ngobrol, tapi kamu jan ganggu"
"Oke, nggak masalah"
Selang beberapa menit, seseorang keluar dari pintu perpustakaan, "Ray!" Ucap Vani
"Ray cewek?" Tanya Evano
Vani menoleh ke arah Evano, "Haha, bukan dia"
__ADS_1
"Ada lagi" ucap Evano
Vani kembali menoleh ke arah pintu perpustakaan. Ia terkejut hebat ketika melihat Ray yang ia kenal benar benar berada di sana, 'Ray' ucapnya lirih