
Di sisi lain, sebelumnya Agnes memutuskan untuk kembali ke sekolahan karena ia terlalu takut untuk pulang ke rumah. Ia berada di kantin sekolah sepanjang waktu, hingga pukul 09.15, bel istirahat pertama berdering dengan keras. Dengan wajahnya yang kusam, ia berjalan kembali menuju kelas karena saat itu siswa lain banyak yang pergi menuju kantin sekolah
Di lorong kelas XII, ia melihat Awani dan Putri yang baru saja keluar dari kelasnya. Agnes sedikit terkejut dan langsung membalikkan badan untuk menghindari papasan. Namun Awani dan Putri mengenalinya, mereka berdua berlari menghampirinya, "Woy Nes" sapa Putri sembari merangkul Agnes
"Mana Vani?" Sambung Awani
'Vani.. dia..' ucap Agnes lirih
Awani melihat keanehan pada Agnes. Ia memeriksa dahi Agnes dan menggenggam tangannya, "Kamu dingin banget, sakit ya?"
"Ngeprank ya?" Tanya Putri
"Seriusan tau" ucap Awani
"Iya.. kayaknya aku sakit" ucap Agnes
"Tunggu.. kok bau darah" ucap Putri sembari mengendus mencari asal bau yang mengganggu hidungnya
'degg'
"Itu.." ucap Agnes panik. Putri menatap Agnes dengan tajam dan menyeringai, "Kamu mens ya? Ahahaha.."
"Putri gaada akhlak, nggak sopan bilang gitu" ucap Awani
"Bercanda doang. Maaf deh, maaf ya Nes" ucap Putri sembari memasang senyum manis, "Hmm.. eh, btw itu jaketnya Vani ya?"
'degg' Agnes terlihat begitu terkejut dan kembali panik, "Enggak.. itu bukan.."
"Atau kalian berdua beli couple nggak ngajakin kita?" Sambung Putri
"Wah.. jahatnya, nggak ngajak ngajak" sambung Awani
"Nes, keknya kamu sakit beneran. Nggak bisa diajak bercanda. Ke uks yuk, takutnya pingsan ntar ngerepotin kita" ucap Putri
"Iya, Nes. Aku lagi nggak mau angkat beban" ucap Awani
__ADS_1
"Beban? Ngaca dong, kamu juga beban keluarga"
"Kau pun same lah"
"Iya sih, ahahahahaaa.."
"Kalian berdua pergi aja, aku akan istirahat di kelas" ucap Agnes menunduk sembari berjalan melewati mereka berdua untuk kembali ke kelasnya
Awani dan Putri terdiam memperhatikan Agnes, "Menurutmu dia sakit gara gara mensnya, atau apa?" Tanya Awani
"Kena mental kayaknya" ucap putri
"Perlu nggak kita kasih perhatian?"
"Nggak usah, aku laper" ucap Putri sembari menoleh ke arah Awani, "Jahatnya jadi temen" ucap Awani sambil tersenyum kecil
"Orang sakit diganggu ntar nggak bisa istirahat. Mending kita ke kantin, kan lagi istirahat"
"Ayok, gaskuen!" Mereka berdua pergi menuju kantin sekolah untuk makan
Hingga, terdengar dering handphone dari saku seragamnya. Ia mencoba untuk terlihat tenang saat menjawab panggilan telepon itu
'tut..'
"Halo, Kaituo" sapa Agnes
'hai Nes, kamu di sekolah kan?' tanya Kaituo dari telepon
"Iya, ada apa?"
'tadi Vani telpon aku suruh bilang ke kamu. Bawain tasnya pas pulang'
"Vani? Apa dia baik baik aja?"
'Dia baik baik aja? apa kamu tau dia terkena masalah?'
__ADS_1
"Nggak, biasanya dia telpon aku langsung. Kenapa harus lewat kamu, apa dia beneran kena masalah?"
'hum iya.. aku belum tahu rincinya, tapi dia di kantor polisi'
"Semoga masalahnya cepat berakhir"
'apa kamu nggak kaget? Kenapa responsmu kalem gitu?'
"Heh?" Tanya Agnes terkejut
'kenapa kagetnya nunggu ditanyain? dasar'
"Maaf Kaituo, aku ada urusan. Sampai jumpa" ucap Agnes. Ia langsung memutuskan panggilan teleponnya. Agnes menyalakan sambungan Internetnya. Ia mendapatkan notifikasi pesan email asing dan langsung membacanya, ("Ini Vani, apa yang harus aku lakukan?") Batinnya bingung
Di tengah keramaian jam istirahat, seorang siswa berdiri di depan kelas dan memberitahukan sesuatu, "Hey semuanya, cepat cek forum Sekolah!! Ada berita baru!" Serunya. Siswa siswi yang berada di dalam kelas termaksud Agnes, langsung membuka forum kelas dan melihat berita yang di maksud. Seseorang membagikan link yang tertuju pada sebuah artikel berita di internet
New update today,
Pembunuhan kejam seorang siswi SMA
Seorang Siswi berinisial V yang masih duduk di kelas 12 dari Academy B high school melakukan sebuah pembunuhan terhadap seorang mahasiswi berinisial A di lorong fakultas sains dan matematika universitas. V tega menikam perut A hingga meninggal di tempat diduga karena masalah hubungan asmara yang melibatkan mereka berdua dan seorang pria yang masih belum diketahui identitasnya. V adalah seorang siswi berprestasi yang berasal dari keluarga ternama. Saat ini V ditahan di tahanan kantor kepolisian untuk menjalani beberapa pemeriksaan lebih lanjut
'degg.. degg.. deg..' Kedua mata Agnes mengembang membaca berita tersebut. Jantungnya berdetak dengan kencang tidak karuan. Ia merasa gelisah dan begitu takut, ("Nggak nggak mungkin, Vani bilang semuanya akan baik baik aja. Kenapa sekarang dia ditangkap, apa dia mengaku menggantikanku? bukannya dia bilang, dia cuma akan bersaksi. Bagaimana bisa aku seceroboh ini sampai sampai Vani yang harus menanggung semuanya") Matanya perlahan meneteskan air mata penyesalan. Ia tidak menyangka kecemburuannya membuat nyawa seseorang melayang dan membuat sahabatnya sendiri menjadi seorang tahanan
Murid murid di kelas mulai bergosip membahas orang yang berada di artikel berita tersebut
'hei, bukannya ini si Vani!'
'sepertinya. Lihat fotonya, kan cuma dia yang punya rambut putih di sekolah ini. Malu maluin nama sekolah aja!'
'haha.. kamu benar, pasti dia! pantesan aja bangkunya kosong dari pagi, ternyata lagi bunuh orang!'
'nggak nyangka ya, aku pikir dia cuma anak bandel biasa! ternyata dia segila itu sampai sampai bunuh orang!'
Evano yang merasa terusik dengan gosip itu langsung berdiri dari duduknya dan menoleh ke arah anak anak yang bergosip, "Diam kalian! Belum tentu itu Vani! jangan asal menyebar berita!"
__ADS_1