
"Ahahaha.. Vani terlalu absurd" Tawa Darren senang
["Nggak jelas"]
Vani hanya terdiam memperhatikannya tertawa. Darren merasa tidak nyaman karena Vani terlihat tidak senang ketika ia menertawakannya. Senyuman di wajahnya mulai memudar karena canggung, "haha.. sorry, Vani. Aku tidak bermaksud menertawakanmu" Ucap Darren canggung
"Ahahaa.. becanda kali, liat ekspresimu, ahahaha.." Tawa Vani senang
"Emang absurd" Ucap Kaituo dengan ekspresi datar
"Kakak akan atur kepulangan kalian, kapan mau pulang?" Ucap Kim
"Malam ini" Ucap Kaituo
"Oke, besok pagi. Istirahat semalam di sini" Ucap Kim
"Tsk.. Apa gunanya tanya segala?!" Ucap Kaituo
"Kakak akan siapkan dokter khusus dan perawat yang stand by dua puluh empat jam di rumah buat rawat kamu" Ucap Kim
__ADS_1
"Nggak perlu, lebih baik di rawat bibi di rumah" Ucap Kaituo
"Kalau begitu, dokter akan datang seminggu sekali buat cek keadaanmu" Ucap Kim
"Hm.. gitu aja" Ucap Kaituo setuju
Kim melihat waktu di jam tangannya, "kalian bertiga makanlah, kakak akan kembali ke kantor. Kalau butuh sesuatu telpon kakak" Ucapnya
"Oke.. bye bye" Ucap Vani sembari melambaikan tangannya. Kim melangkah pergi meninggalkan tempat itu. Ruangan itu kembali senyap tanpa obrolan maupun pergerakan apa pun
"Em.. kalian akan kembali ke negara B secepat itu?" Tanya Darren sedih
Vani duduk di sofa ruangan itu, "Duduk aja Darren" Ucapnya
Vani menoleh ke arah Darren dan menatap matanya, "Tanya ke Kai, dia yang pengen pulang" Ucapnya. Pandangannya berpindah ke arah box makanan di atas meja, ia meraih salah satu box itu dan memberikannya pada Darren, "mending kita makan" ucapnya sembari tersenyum
"Baiklah" Ucap Darren. Mereka berdua memakan nasi box bersama
Hingga saat Vani menyelesaikan makannya, ia menyadari satu box makanan yang belum tersentuh sama sekali. Ia menoleh ke arah Kaituo, "Kai? Ga makan?" Tanyanya. Kaituo hanya terdiam menatapnya dengan tajam, "Kalau ga mau, aku yang makan" Ucap Vani sembari meraih box nasi itu
__ADS_1
"HEY!!" Seru Kaituo ngegas. Vani dan Darren tersentak dan langsung menoleh ke arahnya, "Kalian makan nggak ngajak ngajak, nggak peduliin aku yang lemah nggak bisa jalan baring disini" Ucap Kaituo kesal
"Ahahaa.. Aku bawain kesana" Ucap Vani sembari berdiri dari duduknya. Ia membawa nasi box itu ke ranjang Kaituo dan meletakkannya di atas meja samping ranjang. Ia membantu Kaituo untuk duduk, "Mau ku suapin?" Tawar Vani
Wajah Kaituo tiba tiba memerah, "Enggak tunggu.." Ucapnya malu
"Hehhh.. bukannya aku sering suapin kamu. Kenapa malu gitu?!" Ucap Vani terkejut
"Bukan itu!" Ucap Kaituo sembari memalingkan pandangannya, 'Bantu aku ke toilet' Ucapnya lirih karena malu
"Oh.. Ya udah ayo" Ucap Vani sembari berdiri dari duduknya, wajah Kaituo menjadi semakin memerah, "Kamu?!!!" Tanyanya terkejut, "Nggak nggak!" Sambungnya menolak, ia langsung menoleh ke arah Darren, "Kau Darren!" Panggilnya
'uhuk.. uhuk..' Darren tersedak di tengah memakan nasi box, "Me?" Tanyanya terkejut, "but, I am still.. makan" sambungnya
["Tapi, aku masih.."]
"Aku aja kalau gitu" Ucap Vani dengan wajah polosnya
"NGGAK!" Tolak Kaituo tegas
__ADS_1
"Oh.. aha.. aku tahu" Ucap Vani teringat. Ia menundukkan badannya dan mengambil sesuatu dari bawah ranjang pasien, "jeng jeng, pake ini aja kalau gitu" ucapnya sembari menunjukkan sebuah pispot yang di angkatnya cukup tinggi di hadapan Kaituo, "WHAT THE HECK!!!" Teriak Kaituo malu sembari menampar pispot itu dengan keras hingga terpental ke sudut ruangan
["APA APAAN!!"]