
Vani kembali menghampiri Ray di ruang tamu, "Udah siap?" Tanya Ray sembari berdiri dari duduknya
"Iya, ayok. Kopermu tinggal situ aja" Ucap Vani
"Um.. tapi barangku" Ucap Ray ragu
"Kamu nginep kan nanti malam?" Tanya Vani berharap
"Oke, kita bisa rayain ulang tahunmu berdua tengah malam nanti" Ucap Ray sembari tersenyum
"Okey!! Kalau gitu aku suruh bibi pindahin kopermu ke kamarku!" Ucap Vani bersemangat
"Kamarmu?!" Tanya Ray terkejut
"Em.. Kamar tamu kalau gitu, kasurnya besar kok, nanti aku ngungsi kesana" Ucap Vani. Ekspresi Ray terlihat semakin terkejut, "Kita tidur berdua?!" Tanyanya
("Dia ngga mau tidur sama aku?! Padahal aku ngga pernah dengkur kalau tidur") Batin Vani agak kecewa. "Oh.. aku bisa balik ke kamarku kalau kamu mau tidur" Ucapnya dengan senyum kecil
"Hufhh.. gitu aja" Ucap Ray lega, "Kamu.. Usiamu makin dewasa kan, kamu nggak boleh tidur berdua sama sembarangan cowok, bahaya!" Sambungnya
"Kai, khakim. Trus kamu.. bahaya? Emang kalian gigit pas tidur?" Tanya Vani
"Bukan gigit tapi.. lebih bahaya dari itu! Kamu nggak boleh tidur sama Kaituo atau cowok lain lagi kedepannya" Ucap Ray
"Tapi.. Khakim ngga disini, kalau aku takut sendirian trus ngga boleh ke kamar Kai trus aku gimana?" Tanya Vani
"Hahh.. kalau gitu kamu harus bisa jaga diri" Ucap Ray mengalah
"Jadi.. Nanti aku boleh tidur sama kamu?" Tanya Vani senang
__ADS_1
"Aku temenin sampai kamu tidur, trus balik ke kamar tamu" Ucap Ray sambil tersenyum
"Oke deal ya!" Ucap Vani senang, "Bibi!! Biii.." Teriaknya memanggil
'Iya Non!' seru balik bibi dari ruangan lain
"Nanti bawain Koper di ruang tamu ke kamar tamu ya bi!!" Seru Vani
'Siap Non, nanti bibi kesana!'
"Dah ayo berangkat!" Ajak Vani
"Ayo" Ucap Ray sembari menggandeng tangan Vani. Mereka berdua keluar dari rumah dan pergi menuju mall dengan mengendarai mobil milik Vani
Setelah sampai dan memarkirkan mobil di basement mall, mereka berdua berjalan bergandengan menaiki eskalator menuju lantai dua mall. Ray menoleh ke arah Vani yang berada di sampingnya, "Ada barang yang kamu pengen akhir akhir ini?" Tanyanya
"Barang apa?" Tanya balik Vani sembari menoleh ke arah Ray
"Ahahahaa.. Aku ngga kepikiran barang apa yang aku pengen" Ucap Vani sembari tertawa
"Kalau begitu, kita lihat lihat dulu. Siapa tau ada yang menarik perhatianmu" Ucap Ray sembari tersenyum
'kamu yang menarik perhatianku' gumam Vani lirih sembari melirik Ray. Ray menoleh ke arah Vani, "kamu bilang apa barusan?" tanyanya
"Hum.. bukan apa apa" Jawab Vani
"Kita jalan ke sana" Ucap Ray sembari menuntun Vani menuju area toko pakaian
Saat melewati sebuah toko dengan brand ternama, langkah Vani terhenti karena ia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. Ray ikut menghentikan langkahnya dan menaikkan pandangannya untuk melihat sign brand toko itu, "Apa kamu mau masuk ke toko ini?" Tanyanya
__ADS_1
Tidak mendengar jawaban Vani, Ray menurunkan pandangannya dan menoleh ke arah Vani, "Mau ke toko ini?" Tanyanya lagi. Namun Vani hanya terdiam dengan tatapan serius tertuju ke suatu tempat
"Hahaha.. Masih bisa seneng seneng ternyata, walau ga punya temen" Tawa seseorang sembari berjalan mendekat. Ray langsung menoleh ke asal suara dan langsung memasang ekspresi tidak senang ketika melihat Awani dan seorang laki laki berjalan menghampiri mereka
"None of your business" Jawab Vani
["Bukan urusanmu"]
Awani dan laki laki itu menghentikan langkah mereka tidak jauh dari hadapan Ray dan Vani. Vani dan Awani saling menatap dengan tajam dan terdiam, "Hah.. ngeselin, Jawab pake bahasa asing segala. Dah tau aku nggak paham" Ucap Awani mengubah suasana, "Udahan lah jauhin kamu, ga seru main nggak sama kamu" sambungnya sembari menghampiri dan memeluk Vani, "Nggak kangen aku apa?" Tanya Awani
"eh? dikit" Tawa Vani kecil
"Ahaha.. s*alan" Tawa Awani sembari melepaskan pelukannya, "Oh.. Mau liat Putri nggak? Dia lagi di dalem pilih baju buat kado ultahmu" Sambungnya
"Pilih baju di brand ortunya sendiri, cari gratisan pasti" Ucap Vani dengan ekspresi datar
"Ahahaa.. Tau aja, sebelum kesini putri bilang gitu wkwk" Tawa Awani senang, "Ayo gass kita masuk!" Sambungnya sembari merangkul pundak Vani
"Ayuu" Ucap Vani senang. Ia menoleh ke arah laki laki yang bersama Awani dan menepuk pundaknya, "Zuo! Titip Ray!" Ucapnya senang
"Ayo buru!" Ucap Awani sembari menarik Vani pergi masuk ke dalam toko itu
Zuo dan Ray hanya terdiam canggung dengan senyuman kecil di wajah mereka, "Sepertinya kita udah beberapa kali ketemu sebelumnya" Ucap Ray
"Sepertinya gitu" Ucap Zuo
"Aku Ray, Kau Zuo kan? Kita belum pernah berkenalan dengan benar" Ucap Ray sembari menyodorkan tangan kanannya, "Salam kenal" Ucap Zuo sembari menjabat tangan Ray
"Ahahaha.. Mereka berdua ninggalin kita dalam situasi secanggung ini" Tawa Ray canggung, "Kau nggak perlu canggung denganku" Sambungnya
__ADS_1
"Tapi kelihatannya kau yang lebih canggung dari aku" Ucap Zuo
"Ahahahaha" Tawa Ray canggung