Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter88


__ADS_3

Di dalam toilet wanita, Putri melihat Vani yang terdiam menatap bayangannya sendiri di cermin. Ia berjalan menghampirinya, "Disini kosong kan?" Tanya Putri


Vani menganggukkan kepalanya dan menoleh, "Woy! Kenapa kamu bisa disini?" Ucapnya senang


"Ahahhahaaaa.. hey, jangan buat aku ketawa disana. Pen ngakak aku dari tadi" ucap Putri sambil tertawa lebar


"Di dalem tegang bat njirr" ucap Vani, "Btw ngga nyangka bisa ketemu kamu disini"


"Ku juga njirr, ku kira cuma aku doang yang masih kecil disana" ucap Putri, "Kamu sama Kaituo kenapa pake baju couple?"


"Sama Khakim juga" ucap Vani


"Oh iya. Kamu nggak pacaran sama dia kan?"


"Ya ngga lah"


"Bagus, jangan pernah suka ke dia. Hey, bantu aku deket sama dia"


"Berani bayar berapa?"


"Jahatnya jadi human" ucap Putri


"Iya deh, sans ma aku. Ntar ku atur" ucap Vani, "Lah bukannya kamu suka sama Jorhan?"


"Gaada harapan, dia keliatan banget suka ke temen ceweknya itu"


"Kasian sad girl"


"Ku pikir pikir lagi, Kaituo lebih plus plus daripada dia, bantuin yaa"


"hum.. ku usahain"


"Thank you Vanii" ucap Putri senang, "Btw yang tadi itu mama sama papanya Kaituo ya?"


"Iya, kamu baru ketemu kan" ucap Vani


"Iya, baru tau juga. Dia manggil mama pake ibunda segala wkwk" ucap Putri


"Orang tuanya keluarga terhormat di negara A, jadi ya gitu"


"Tadi Kaituo juga ganteng banget sumpah, kyaa.. jadi tambah sukaa" ucap Putri senang


"Ahahaha.. paan sih" ucap Vani sambil tertawa


"Kita kalau ngobrol begini disana, bisa bisa mereka melototin terus pasti. Kek kamu tadi wkwk"


"Gilak, punggungku langsung panas pas mereka liatin aku. Btw, keluargamu tumben gabung" ucap Vani


"Katanya mau ngenalin kakakku ke seseorang gitu, gatau" ucap Putri


"Oh.. pasti ntar di pestanya. Ku denger banyak orang penting yang gabung pestanya" ucap Vani


"Aku juga penting nih" ucap Putri bangga

__ADS_1


"Penting numpang bapak kau yekan" ucap Vani sambil menepuk punggung Putri


"Ahahahaa.. yoii bro. Btw bapak kau mana?" Ucap Putri sambil tertawa


"Mulutnyaa.. becandamu ga lucu jirr" ucap Vani


"Oh maaf gan" ucap Putri yang merubah ekspresinya dengan cepat


"Kalau Agnes ama Awani dateng pasti seru bat ni" ucap Vani


"Apa ku telpon mereka suruh dateng ya?" Ucap Putri


"Kamu tahu ngga? Tadi dipintu depan ada kamera. Misal orang yang ngga di udang masuk, bakalan keluar bunyi. Trus penjaganya yang ngusir" jelas Vani


"Owh.. pantesan pas aku masuk bunyi tadi, kaget kan jadinya" ucap Putri


"Bhaks.. ahahahaaaa, kamu ngga di undang, kasiannya" ucap Vani sambil tertawa


"Untung ada Kak Kim di belakangku, dia yang minta ke penjaganya buat izinin aku masuk. Abis tu Kak Kim ajak aku ke ruangan yang ngatur kamera sensor itu. Pas kak Kim tanya ke orang yang ngawasin, katanya ada kesalahan data. Aku ngga kecantum di daftar keluarga hwang. Trus yang buat datanya minta maaf ke keluargaku sama ke aku" jelas Putri


"Sakit ngga? Ngga dianggep keluarga wkwk" ucap Vani senang


"Biasa aja si, pas aku ikut makan malam sama temennya papaku juga pernah kejadian begini"


"Jirr greget"


"Btw tadi masih ada dua kursi kosong, ada orang lagi?"


"Mau balik kesana lagi ngga?" Tanya Putri


"Di acara begini emang bisa bolos?" Tanya balik Vani


"Iya juga"


"Sekarang apa?"


"Katanya balik" ucap Putri


"Ayok" ucap Vani. Mereka berdua keluar dari toilet dan kembali menuju ruang makan. Ketika memasuki ruang makan, dua kursi yang sebelumnya kosong sudah di tepati seseorang. Putri dan Vani Kembali bergabung duduk di kursi masing masing


"Wahh.. akhirnya semuanya berkumpul" ucap kakek Osamu, "Kita mulai saja ya, Perkenalkan cucuku ini, namanya Kim Osamu. Dia lebih berbakat dari ayahnya itu, di usia semuda ini dia bisa mengatur banyak perusahaan yang di tinggalkan orangtuanya, cucuku cukup hebat bukan"


"Kakek berlebihan" ucap Kim


"Wah, rendah hati sekali ya" puji ibunya Putri


("Sebelumnya gaada sesi kenalan gini perasaan") batin Vani


"Dan satunya lagi, anak itu Vani Osamu" ucap kakek Osamu


"Salam kenal" ucap Vani sopan, ("Kenapa cuma nama? Apa ngga ada yang bisa di banggain dari aku?") Batinnya


"Dia masih bersekolah di SMA, sepertinya dia punya kemampuan yang hampir setara dengan kakaknya dulu. Kelak dia akan menjadi sehebat Kim, bahkan mungkin melampauinya" ucap kakek Osamu

__ADS_1


"Ahaha.. tidak mungkin melampaui Khakim yang sehebat ini" ucap Vani sopan


"Kamu terlalu memuji kakak" ucap Kim senang


"Sepertinya Kim dan Vani di besarkan dengan sangat baik ya" ucap ibunya Kaituo


"Iya, memang benar. Mendiang orangtua mereka memang sosok ayah dan ibu yang sangat baik" ucap nenek Osamu


("Walau pun baik di akhir") batin Vani


"Tidak menyangka mereka akan pergi lebih cepat mendahului kita" sambung kakek Osamu


"Kakek, nenek. Jangan membuat suasana disini menjadi murung begini" ucap Kim


"Iya, Khakim benar. Kita disini buat have fun kan?" Sambung Vani


"Ahahahaa.. kalian benar" ucap nenek Osamu


"Izinkan kami dari keluarga Hwang memperkenalkan anak kami. Ini Cahya Hwang, anak perempuan pertama kami. Dia sekarang menjadi seorang desainer hebat yang tentunya bisa kami banggakan" ucap ayahnya Putri


"Salam kenal" ucap Cahya sopan


"Dan ini adiknya, Putri Hwang. Bukankah dia berteman dengan nak Vani? Kalian sekelas kan di sekolah?" Ucap ayahnya Putri


("Kenapa papanya gatau kelas anaknya sendiri") Batin Vani


"Tidak sayang, nilai raport Putri menurun tahun lalu. Dia tidak sekelas dengan Vani lagi" ucap ibunya Putri


"Bukankah rangkingnya naik menjadi dua?" Tanya ayahnya Putri


"Itu hanya ranking kelas, dia terpaut cukup jauh dengan Vani di ranking paralel" jawab ibunya Putri


"Mengecewakan, kenapa tidak ada yang mengatakannya padaku?" Ucap ayahnya Putri


"Maaf papa" ucap Putri menunduk


("Kenapa bahas ranking? Bukannya itu dah lama, kenapa mereka bahas sekarang?") Batin Vani


"Tidak sayang, nilai raportnya hanya turun beberapa angka. Teman temannya yang lain mungkin mengalami peningkatan yang cukup besar sehingga bisa mendahuluinya" ucap ibunya Putri


"Kenapa bisa tidak ada peningkatan dan malah turun?" Tanya ayahnya putri sembari menoleh ke arah Putri


"Di raportnya tertulis jumlah bolosnya terlalu banyak, mungkin ada pengurangan nilai karena dia bolos" ucap Ibunya Putri


"Bolos? Untuk apa?" Ucap ayahnya Putri


("Kenapa jadi sesi debat nilai raport gini si? Yang lain nyimak semua lagi") batin Vani


Ibunya Putri menoleh ke arah Vani, "Nak Vani, apa kamu mengenal teman Putri yang sering mengajaknya bolos?" Tanyanya


"Eh?" Ucap Vani bingung


"Aku bolos dengannya" ucap Putri

__ADS_1


__ADS_2