Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter74


__ADS_3

Sesampainya mereka bertiga di depan tembok dengan cat full biru sebuah restoran. Vani mulai menyiapkan jam tangannya untuk merekam, sementara Darren bersiap berdiri di depan tembok


"Apa yang harus aku lakukan selanjutnya?" Tanya Darren


"Jalan di tempat" ucap Evano


"Iya.. tapi awalannya kamu hadap ke kamera ini, seolah olah kaget gitu" sambung Vani


"Baiklah, aku paham" ucap Darren


"Mulai sekarang" ucap Vani. Ia bersiap merekam Darren dengan jam tangannya, "Camera rolling and action!" Vani mulai merekam Darren di jam tangannya. Setelah mendapat rekaman itu, ia segera mengeditnya dengan menghapus layar dan mempertajam gambar dalam video. Setelah selesai, ia mencoba menembakkan sinar hologram itu ke tembok yang teduh dan menyesuaikan ukuran gambar yang di hasilkan


"Liat.. gimana menurut kalian" ucap Vani


"Woah.. seperti kloningku saja" ucap Darren takjub


"Lumayan, walau gepeng" ucap Evano


"Hum.. iya juga, gepeng wkwk" ucap Vani


"Satpam itu nggak akan nyadar. Kamu bisa tembakkan lasernya ke tembok yang cukup jauh" ucap Evano


"Oh.. iya" Vani memperjauh skala penembakan sinar hologram itu, "Segini?"


"Cukup, kejauhan jadi buram" ucap Evano


"Okeysip, clear! Ayo ke Villa" ucap Vani bersemangat. Ia menonaktifkan hologram dan kembali mengenakan jam tangan itu


"Taxinya di tempat tadi, ayo ke sana" ucap Darren. Mereka bertiga melangkah menuju ke tempat taxi menunggu mereka. Mereka masuk ke dalam taxi dan taxi itu pun melaju menuju ke Villa. Di perjalanan, Vani membuka obrolan


"Em.. gimana caranya biar satpam nyadar kalo ada penyusup?" Tanya Vani


"Teriak maling" ucap Evano


"Kamu" ucap Vani


"Kenapa harus aku kalau kamu bisa?" Tanya Evano


"Aku kan yang ngarahin sinarnya" ucap Vani


"Darren bisa"


"Darren kan udah jadi model" ucap Vani


"Hmm.. baiklah" ucap Evano mengalah

__ADS_1


"Nice" ucap Vani senang


Beberapa jam kemudian, mereka turun dari taxi di tempat yang sama dengan keberangkatan sebelumnya. Mereka bertiga berjalan mengendap-endap mendekati gerbang Villa melalui semak belukar yang tumbuh di samping jalan utama ke Villa. Di tengah berjalan, Vani menghentikan langkahnya dan mengangkat satu kaki sembari menggaruk-garuk bagian tertentu. Evano dan Darren yang berjalan di depannya terhenti dan menoleh ke arahnya


"Kenapa berhenti?" Tanya Evano


"Hishh.. Gatal" ucap Vani sembari terus menggaruk


"Kamu benar" ucap Darren yang juga merasakan gatal dari semak belukar


"Ayo jalan" ucap Evano sembari berbalik. Ia melanjutkan jalannya mendahului mereka berdua


"Kamu baik baik saja?" Tanya Darren


"Haa.. iya, ayo jalan" ucap Vani. Ia berjalan menyusul Evano sembari menggaruk bagian tangan yang juga terasa gatal


Mereka menghentikan langkah di depan tembok pagar pembatas villa di samping gerbang. Evano mengintip ke dalam area villa untuk mengecek satpam yang berjaga. Setelah memastikan keberadaan satpam, Evano kembali berkumpul dengan Vani dan Darren


'Satpam tidur' bisik Evano


"Heh? Trus gimana?" Tanya Vani


'Sssttt.. pelan pelan' bisik Evano


'Darimana kamu tembak sinarnya?' Bisik Evano


'Gatau' bisik Vani


"Ha?" Tanya Evano heran


'Temboknya gaada celah, tinggi juga' ucap Vani lirih


"Oh" ucap Darren yang tiba-tiba mendapatkan sebuah ide. Vani dan Evano langsung menoleh ke arahnya, 'Hussttt.. jan keras keras. Ada apa?' Ucap Vani lirih


'Aku akan membantumu naik ke atas tembok' ucap Darren lirih


'Oy.. kenapa kita nggak masuk lewat tembok aja?' Tanya Vani dengan nada lirih


'Nggak sampai, tembok ini tiga meter lebih' ucap Evano lirih


Vani menoleh ke arah Darren, 'Gimana kamu bantu aku naik?'


'Sepertinya tidak akan bisa' jawab Darren lirih


'tinn!' Suara klakson mobil yang keras membuat mereka bertiga terkejut dan langsung menoleh ke asal suara. Sebuah mobil terlihat berhenti di depan gerbang dan menunggu satpam tersadar untuk membukakan gerbang, "Woy!" Teriak Vani. Ia langsung membungkam mulutnya ketika sadar telah berteriak kencang, 'Sorry' sambungnya dengan nada lirih

__ADS_1


Jendela kaca mobil depan perlahan turun dan seseorang terlihat menoleh ke arah mereka, "Pak Azka!" Panggil Vani. Ketika melihat orang yang dikenalinya, Ia langsung berlari menghampiri mobil itu, "Wah.. pak Azka kan?!"


"Bukan"


"Jelas pak Azka" ucap Vani senang


"Kenapa kalian bisa berada di luar? Sedang apa kalian bertiga?" Tanya Azka


Vani terlihat tidak menghiraukan pertanyaan Azka, "Oh, numpang!" Ucapnya. Ia menoleh ke arah kedua orang yang bersamanya, "Sini.. ayo masuk" serunya. Ia memutari mobil dan masuk ke dalamnya. Ia duduk di kursi depan samping kemudi, "Thanks Pak"


"Heh?" Tanya Azka terheran. Evano dan Darren masuk ke dalam mobil dan menundukkan kepalanya sejenak untuk memberi hormat pada Azka


"Maaf merepotkan" ucap Evano


"Saya juga, sir" sambung Darren


"He? Kalian?" Tanya Azka yang masih terheran. Gerbang Villa secara otomatis terbuka dengan lebar


"Eh pak, ayo jalan. Gerbangnya udah kebuka" ucap Vani


"Oh" pandangan Azka kembali fokus ke depan. Ia kembali fokus mengemudi menuju parkiran. Sesampainya di parkiran, Azka menoleh ke arah Vani yang duduk di sampingnya, "Kamu juga berpikir buat bolos di kegiatan seperti ini?" Tanyanya


"Heh?" Tanya balik Vani, "Oh.. makasih tumpangannya pak" ucapnya sambil tersenyum


Ketika Vani hendak membuka pintu mobil dan keluar, Azka lebih dulu menekan tombol kunci dan kini mereka bertiga terperangkap di dalam mobil bersama Azka, 'Aduh' ucap Vani lirih sembari kembali menoleh ke arah Azka, "Kita cuma jalan jalan bentar kok diluar, suer" ucapnya


"Kapan kalian keluar?" Tanya Azka serius, "Katakan tujuannya dengan jelas!"


"Kami pergi ke perusahaan kakaknya Vani Sir. Maaf, sebenarnya saya yang mengajak mereka berdua. Saya mohon lepaskan mereka berdua, saya yang pantas dihukum" ucap Darren bersungguh-sungguh


"Kalian sudah minta izin sebelumnya?" Tanya Azka


"Belum" jawab Vani, "Eh.. btw ini mobil siapa?"


"Pinjam dari pihak Villa" ucap Azka


"Hayolo, pak Azka sendiri ngapain keluar dari sini? Emang udah izin?" Tanya Vani


"Kenapa kamu balik pertanyaannya" ucap Azka, "Oh.. serangan cyber yang menonaktifkan cctv gerbang kalian ya?!"


"Bukan kita" ucap Vani


"Itu ulah temannya Vani, dia yang memintanya" ucap Evano, "Dia juga yang sedari awal buat rencana bolos ini"


"Woy!" Ucap Vani

__ADS_1


__ADS_2