Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter145


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit, Vani segera ditangani oleh dokter mata. Mata kirinya dibersihkan dan untuk sementara waktu harus diperban untuk menghindari bakteri masuk. Setelah keluar dari rumah sakit, mereka kembali masuk ke dalam mobil Azka, "Bapak antar kamu pulang" ucap Azka


"Yah.. kan baru jam istirahat pertama" ucap Vani


"Kamu harus istirahat"


"Dikelas kan bisa, lagian tasku masih disekolah"


Azka mengeluarkan handphone dengan satu tangannya dan memberikannya pada Vani, "Telpon temanmu, suruh dia bawain tasmu pulang"


"Hmm.. oke deh. lumayan juga si, pulang awal" ucap Vani sembari menerima handphone itu. Ia segera menghubungi Agnes


'tutt.. tutt..'


'hallo pak Azka, ada apa? Lagi pelajaran nih' ucap Agnes lirih dari telepon


"Ini aku" ucap Vani


'vani?'


"Yoii"


'ada apa?'


"Aku pulang, ntar bawain tasku ke rumah"


'Eee.. aku nggak bisa'


"Why?"


'rumah Evano dekat rumahmu kan, aku suruh dia bawain'


"Aku tanya kenapa?"


'aduh.. gurunya liat ke aku, dah dulu bye'


'tutt.. tutt.. tut..' Panggilan berakhir


"Apa apaan dia" ucap Vani terheran


"Ada apa?" Tanya Azka


"Agnes gamau bawain tasku pulang"


"Mungkin dia ada urusan sepulang sekolah"


"Hmm.. iya juga. tapi apa salahnya bawain tas bentar doang"

__ADS_1


"Kamu nggak kasih uang jalan buat antar tasnya"


"Aku ngga pernah mikir itu"


"Bukan itu. Udahlah, buat apa curiga ke temen sendiri? Dia pasti sibuk beneran"


"Ngga curiga sih. Cuma sedih aja, hari ini aku ngobrol dikit doang sama Agnes. Awani sama putri, ketemu aja belum"


Saat itu Azka menepikan mobilnya dan parkir di depan sebuah toko, "Heh? Kenapa berhenti? Aku diturunin?" Tanya Vani


"Makan ice cream bentar, ayo turun" ajak Azka


"Tapi, bukannya pak Azka korupsi waktu?"


"Sekali kali. Buruan turun, sebelum bapak berubah pikiran" ucap Azka sembari membuka pintu mobil dan keluar


"Bayarin kan?"


"Iya"


"Yeyy" ucap Vani senang sembari keluar dari mobil. Mereka berdua berjalan masuk ke dalam toko ice cream


Di kamar asrama universitas, Ray baru saja kembali setelah sebelumnya mengikuti kelas. Riko terlihat sedang bersantai memakan camilan di kursi belajarnya, "Kelas apa pagi ini?" Tanya Riko


"bahasa" jawab Ray sembari meletakkan tasnya di atas meja belajar. Ia duduk untuk beristirahat


"Aku nggak bisa fokus trus keluar"


"Ada apa?"


"Entahlah, akhir akhir ini aku terus kepikiran perbuatanku sendiri"


"Apa kau bikin kesalahan?"


"Jangan tanya lagi, aku nggak mau bahas" ucap Ray mengelak


"Nggak penasaran juga" ucap Riko, "Oh ya, tahu kasus pembunuhan anak it kemarin?"


"Ada pembunuhan di kampus ini?" Tanya Ray terkejut


"Kau kemarin ngapain aja?"


"Anak it? Siapa yang dibunuh?"


"Kau beneran nggak tahu apa apa? Beritanya udah kesebar sampai tv loh. Di hpmu nggak muncul?"


"Aku belum buka handphone dari kemarin lusa"

__ADS_1


"Serius?" Tanya Riko dengan ekspresi datar, "Kau betah tanpa hp?"


"Ceritain beritanya, pembunuhnya udah ketangkap?"


"Infonya sih.. Pembunuhnya anak sultan kayaknya, langsung dilepasin belum sampai dua puluh empat jam"


"Mana bisa gitu! Walau anak sultan sekalipun! Yang namanya pembunuh harus tetap dipidana!" Ucap Ray kesal


"Sebelumnya aku juga mikir gitu" ucap Riko, "Tapi masalahnya pembunuhnya masih dibawah umur"


"Di bawah umur?"


"Iya, anak sma. Cewek pula"


'degg..'


Ray terdiam mendengarnya, "Cewek? Dari sma mana?"


"Sma yang top itu loh, academy B high school. Tahu kan?"


Ray langsung menoleh ke arah Riko dan menatapnya dengan tajam, "Siapa nama cewek itu?"


"Namanya.. Nggak dilihatin lah, bgo apa. Cuma dikasih inisial V di beritanya. Tapi.. yang aku heran, beritanya kok udah nggak ada sekarang"


'degg*'


("Vani?") Batin Ray terkejut. Ia langsung mengambil handphonenya dari dalam laci meja belajarnya. Ia berdiri dari duduknya dan berjalan tergesa gesa keluar dari kamar asrama


"Woi mau kemana?" Tanya Riko, "Yaelah"


Ray berjalan keluar dari wilayah asrama dan menghubungi seseorang


'tutt.. tutt..'


'iya Ray, ada apa?' ucap seseorang dari telepon


"Apa Vani terlibat masalah kemarin?" Tanya Ray


'hmm.. begitulah'


"Kenapa kau nggak bilang ke aku?!" Tanya Ray ngegas, "Bagaimana keadaannya sekarang?! Apa dia benar benar seorang pembunuh?!"


'Buat apa kau tahu? Bukannya kau udah nggak peduli ke dia?'


Ray terdiam sejenak


'Ray? Masih disana?'

__ADS_1


"Jack, apa menurutmu menjauh dari Vani adalah hal yang benar?" Tanya Ray


__ADS_2