
"Hey nak" panggil seseorang
Vani menoleh ke belakangnya dan melihat seorang bapak bapak duduk di pojokan sel, "Astaga! Ngagetin aja!" Ucapnya terkejut, "Kirain aku sendiri disini"
"Kenapa kamu masuk sel? Apa kamu mencuri juga?" Tanya orang itu
"Bapak masuk sini gegara nyuri?" Tanya balik Vani
"Hmm.. iya, istri bapak lagi sakit. Bapak ke apotek buat beli obatnya. Uangnya kurang, terpaksa bapak bawa kabur obatnya tanpa bayar. Tapi sayangnya bapak keburu ditangkap polisi dan di bawa kesini. Bapak nggak tahu nasib istri bapak gimana sekarang"
"Kasihan banget, kenapa ngga bapak bawa istrinya ke rumah sakit?"
"Kamu anak orang kaya ya nak?"
"Oh.. obat aja ngga kebeli, gimana mau ke rumah sakit coba" ucap Vani tersadar, "Eh.. tapi ini cuma pencurian kecil, kenapa bapak masih di tahan?"
"Apoteknya minta ganti rugi kalau bapak mau lepas. Haha.. sepertinya bapak akan selamanya terus disini"
"Berapa banyak gantinya?"
"Dua ratus ribu"
"Heh?! Cuma segitu?!" Tanya Vani terkejut
"Cuma katamu? Apa kamu tahu uang segitu susah banget cara dapetinnya, apalagi buat orang kayak bapak"
"Oh ya pak, harga obatnya berapa emang?"
__ADS_1
"Tujuh puluh ribu"
Vani mengeluarkan semua uang dari saku saku seragamnya, "Yah.. cuma segini lagi. Tau gini tadi bawa uang banyak" Ia melipat uang di tangannya dan memberikannya pada orang itu, "Pak, ambil ini. Maaf, aku cuma bawa enam ratus ribu. Tapi seenggaknya bapak bisa bayar ganti rugi sama beli obatnya"
"Tapi nak.." ucap orang itu terhenti, "Hish gapapa lah, ambil aja" saut Vani. Ia menoleh ke arah polisi yang sedang duduk di depan komputer yang mati, "Woy Pak! Bapak ini udah ada uang tebusnya! Lepasin dia sekarang!"
Polisi itu meninggalkan pekerjaan sebelumnya dan menghampiri sel tahanan sementara, "Dimana keluarga yang mau nebus?" Tanyanya
Bapak itu terlihat bahagia berdiri dari duduknya dan menyodorkan uang dua ratus ribu pada polisi itu, "Ini, tolong keluarkan saya"
"Punya uang gini kok nyuri" ucap polisi itu sembari mengambil uang itu. Ia membuka pintu sel dan mengeluarkan bapak itu
"Saya boleh ikut ngga pak?" Tanya Vani
"Diam di tempat dan renungi kesalahanmu!" ucap polisi itu sembari mengunci kembali pintu sel
"Terimakasih bantuannya nak, semoga sebentar lagi kamu keluar dari tempat ini" ucap bapak itu
"Bapak baru saja di usir dari kontrakan karena nunggak lima bulan, sudah seminggu bapak sama istri bapak tinggal di jalanan"
"Bapak mau ngga kerja dirumahku? Bisa ngga urus taman, ato benerin genteng bocor. Sama lainnya deh. Di bagian utara rumahku ada banyak ruangan pembantu. Cuma ada bibi disana, bapak bisa bawa istrinya juga buat nemenin bibi"
"Beneran nak? Kamu nggak bercanda kan?" Tanya bapak itu berharap
"Iya"
"Hey, mau sampai kapan mengobrol? Mau masuk lagi apa keluar dari sini" tanya seorang polisi
__ADS_1
"Dih polisinya gitu amat. Yaudah pak, gini aja. bapak pergi ke perumahan Jalan Sasageyo No lima. Tanya aja ke satpam, rumah Vani Osamu. Ntar ditunjukin rumahku. Kapan aja bapak boleh dateng, aku yang sambut langsung deh. Tapi jan malem, aku dah tidur"
"Wah.. beruntung banget bapak masuk sel ini" ucap bapak terharu
"Baru kali ini liat orang masuk sel bilang beruntung" ucap Vani heran
"Hey, buruan pergi. Apa mau di curigai lagi apa?" ucap polisi
"Nak, bapak pergi dulu. Sekali lagi terimakasih bantuannya" ucap bapak itu senang. Ia melangkah pergi meninggalkan kantor polisi
"Yah sepi lagi dong" ucap Vani
Vani berjalan berkeliling di dalam sel itu. Saat menurunkan pandangannya ke bawah, ia tidak sengaja menemukan potongan kawat besi di lantai, "Wih.. barang bagus nih" ucapnya sembari memungut potongan kawat besi itu. Ia menoleh memperhatikan sekitarnya, ("Coba ah") batinnya senang. Ia mendekati pintu sel dan berusaha membuka kunci dengan kawat itu
Seorang polisi yang melintas melihatnya dan merasa penasaran dengan apa yang Vani lakukan. Ia berhenti berjalan dan mengamatinya, "Lagi apa tuh?" Tanya polisi itu. Vani sedikit melirik ke arah polisi itu, "Aku cuma lagi ngetes rasa penasaranku"
"Soal apa?"
"Kunci pintu sel sama pintu ruang sekolah tu sama apa beda"
"Oh.. kamu coba buka kunci itu pakai kawat besi?"
"Iya benar sekali"
"Saya lihat deh. Coba aja kalau bisa" ucap polisi itu sambil tersenyum
'cklek..' Pintu sel tahanan itu berhasil terbuka. Vani tersenyum sembari menatap polisi di hadapannya. Polisi itu nampak terkejut dengan keberhasilan Vani. Ia merebut kawat besi dari tangan Vani dan kembali mengunci pintu sel. Ia menoleh ke arah polisi yang sedang menganggur, "Hey kamu, jaga tahanan ini. Awasi dia, dia cukup licik. Dia bisa kabur kapan saja"
__ADS_1
"Baik!" Ucap polisi lain
"Lah?" Ucap Vani