
Mereka berempat bergabung berbaris di belakang gerombolan siswa di parkiran. Vani memperhatikan sekitarnya, "Eh? Kelas kita barisan mana? Anak kelas lain asing semua njirr mukanya"
"Iya njirr, gakenal satupun. Keknya kita nggak punya teman buat bergaul" Ucap Agnes
"Cari barisan kelas yuk" Ajak Awani
"Sini aja, nggak usah gabung kelas" Ucap Putri
"Oke deh" Ucap Agnes. Ia mengamati orang orang yang berada tidak jauh di depannya, "Hmm.. mentang mentang di negara lain, bahasanya ikut ngarus juga. Masa cuma kita yang cinta tanah air sama gunain bahasa persatuan"
Vani menoleh ke arahnya dan tersenyum kecil, "Cinta tanah air apanya, bilang aja nggak bisa bahasa sini wkwk"
"Lah iya, Agnes juga masih nub bahasa asingnya. sering bolos kelas bahasa sama lesnya sih" Ucap Putri sambil tertawa
"Parahan siapa sama yang nggak pernah dateng ke les, hayo?" Balas Agnes
"Aku ngerti dikit maksudnya, tapi nggak bisa ngomongnya" Ucap Putri
Vani memasang ekspresi datar, "Dari tadi ngomong padahal, kata siapa nggak bisa ngomong?"
"I can talk a little" Ucap Agnes
["Aku bisa ngomong dikit"]
"Don't worry, i am here. very easy to speak fluently" Ucap Vani
["Jangan cemas, aku disini. Gampang ngomong lancar"]
"I can count on you" Balas Agnes
["Aku mengandalkanmu"]
"Nahloh mulai" Ucap Putri, "My name is Putri. Wait, i can use translate to talk to you"
__ADS_1
["Namaku Putri. Tunggu, aku bisa pakai terjemahan untuk ngobrol denganmu"]
"Njirr.. gagunya bahasamu" Ucap Vani
"Nyesel juga dulu bolos les bahasa" Ucap Putri
"Serius nyesel? Berarti mau berangkat les bahasa lagi?" Tanya Awani
"Nggak juga si, ada translate ngapain repot" Ucap Putri
"Bukannya translate yang bikin tambah repot?" Tanya Agnes
"Iya si, pas mau komunikasi masa harus buka translate. Trus juga kadang pake translate maksud omongannya ngga sama. Ntar malah sama sama bingung kayak orang b*go" ucap Vani
"Ngomong apa si Van?" Tanya Awani
"Iya njirr, ga jelas" Sambung Putri
"Kan.. kayak orang b*go beneran" Ucap Agnes
"Ahahhaaa.. ga jelas sumpah" Ucap Vani sambil tertawa
Pembicaraan mereka terhenti ketika seorang pembina memberikan sebuah pengumuman, "The attention of students from KAST High School. this year our school and Academy B High school will have a combined summer camp. hopefully you can make a good impression on them"
["perhatian murid-murid dari SMA KAST. tahun ini sekolah kita dan SMA Academy B akan mengadakan kemah musim panas gabungan. diharapkan kalian bisa memberikan kesan yang baik pada mereka"]
"Now, you can go straight to the designated room and rest. at one o'clock in the afternoon you have to gather in the hall. understand?!"
["sekarang, kalian bisa langsung menuju kamar yang sudah ditentukan dan beristirahat. jam satu siang nanti kalian sudah harus berkumpul di aula. Mengerti?!"]
"Yes, sir" sorak orang orang disana. Satu persatu dari mereka mulai membubarkan diri
"Eh kok pada bubar? Ada apa ni" Tanya Putri bingung
__ADS_1
"Kenapa pengumumannya pakai bahasa asing si? Sama murid sendiri juga" Ucap Awani
Agnes menoleh ke arah Vani, "Van, kalau nggak salah. Tadi guru itu bilang nama sekolah kita kan? academy b high school"
Vani mengangguk mengiyakannya
"Trus lanjutannya apa? Dia kasih pengumuman apa aja?" Tanya Awani
"Kita disuruh pergi ke kamar, istirahat. Trus nanti kumpul di aula jam satu. Kalian berdua masuk dulu gih, aku sama Agnes cari tempat yang enak buat nongkrong" Ucap Vani sambil tersenyum
"Oh.. cuma itu, yaudah, sini kopermu ku bawa sekalian ke kamar" Ucap Awani
"Nggak usah, aku bawa sendiri aja" Ucap Vani menolak
"Kenapa emang?" Tanya Awani
"Gapapa, aku lagi pengen seret seret aja hehe" Jawab Vani sambil tertawa
"Hmm.. oke deh" Ucap Awani
"Kamar kita dimana?" Tanya Putri
"Emm.. kalau nggak salah di lantai dua ruangan terakhir" Ucap Vani
"Oke oke, aku sama Awani ke kamar duluan. Kalau kalian udah nemu spotnya, cepetan balik ya" Ucap Putri
"Siyap" Ucap Vani sambil tersenyum lebar
"Njirr" Ucap Agnes
Awani dan Putri melangkah pergi mengikuti gerombolan siswa dan masuk ke dalam Villa. Selang beberapa menit, kembali terlihat 17 bus melaju melewati mereka. Salah satu bus berhenti tepat di depan mereka. Pintu bus terbuka dan terlihat seseorang yang mereka kenal turun dari bus dan menghampiri mereka berdua
Agnes dan Vani tersenyum menyambutnya, "Hai pak Azka" sapa Agnes
__ADS_1