
"Yahh.. Padahal mau numpang mandi. Hum.. ke kamar mama aja deh" Ucap Vani. Ia memutuskan untuk bersih-bersih di kamar mandi orang tuanya
Selesai bersih bersih Vani, Putri dan Agnes berkumpul di dalam kamar Vani. Saat itu Awani masih tertidur pulas dan sulit di bangunkan, "Gimana ni anak?" Ucap Vani
"Gatau, tidur dah kayak orang mati aja" Ucap Putri
"Njirr mulutnya" Ucap Agnes
"Hehe maaf, abisnya dari tadi nggak bangun bangun si. Coba siram air" Ucap Putri
"Nice idea" Ucap Vani. Ia mengambil gelas di atas meja dan menyiramkan semua isinya di atas muka Awani
"Di tumpahin semua dong" Ucap Agnes
Awani dalam sekejap langsung terbangun, "Hahh!!" Ia langsung memegangi hidungnya dan mencoba mengeluarkan air yang masuk ke dalam hidungnya
"Cipratin dikit aja cukup, satu gelas di pake" Ucap Putri
"Katamu siramin bukan cipratin" Ucap Vani
"Benar juga si"
"Siapa nih!" Ucap Awani kesal sembari menatap satu persatu temannya
"Aw, kemahnya telat, buru!" Seru Vani
Seketika Awani melupakan kekesalannya dan bergegas menuju kamar mandi untuk bersih-bersih
"Pengalihan yang bagus" Ucap Agnes bangga
"Woiya dong, siapa dulu" Ucap Vani senang
Dua puluh menit menunggu, Awani keluar dari kamar mandi dan sudah berpakaian dengan rapi. Saat itu jam menunjukkan pukul 05.55, "Ayo berangkat" Ucap Awani. Vani, Awani dan Agnes hanya duduk terdiam di pinggiran kasur
"Kalian kenapa? Ayo buruan, ntar ketinggalan pesawat loh" Ucap Awani. Mereka bertiga menatapnya dengan ekspresi datar
"Kamu ngapain aja. Udah di bilang buruan, mandi sampai setengah jam" Ucap Putri
"Bukan setengah jam, jangan korupsi waktu woy" Ucap Agnes
"Ini udah cepet loh, biasanya di rumah mandi sampai satu jam" Ucap Awani
"Njirr.. mandi aja menghayati" Ucap Vani
"Trus sekarang gimana?" Tanya Agnes
Vani kembali menoleh ke arah jam dinding di kamarnya, "Nggak bakalan sampe, ke bandara aja butuh waktu setengah jam lebih. Oh.. bentar" Ia mengambil handphone di sakunya dan menghubungi seseorang
'tutt..'
"Excuse me" Sapa Vani
'Kamu dimana? Rombongan lagi jalan ke pesawatnya. 'Lari kesini' Ucap seseorang dari telepon
"Lari gimana coba, aku masih dirumah juga" Ucap Vani
'dirumah? Kamu niat ikut nggak si?'
__ADS_1
"Pak Azka masuk aja ke pesawatnya, bilangin ke yang lain, nggak usah nunggu kita berempat. Kita susul ke tempat kemahnya langsung" Ucap Vani
'kalian mau nyusul paka... oh ya sudah, jangan sampai terlambat kesananya' Ucap Azka dari telepon
"Okeysip, thanks pak" Ucap Vani mengakhiri panggilan. Ia menyimpan kembali handphonenya ke dalam saku, "Wah.. masalahnya pesawatku di negara ini apa enggak"
"Pesawatmu?" Tanya Agnes
"Iya iya, pesawat orang tuaku" Ucap Vani sambil tersenyum, "Eh.. btw kalian punya nggak?"
"Nggak ada kayaknya, Spa minta beli sekarang aja ya" Ucap Agnes
"Njirr.. Kau pikir beli krupuk. kelamaan proses surat nya tau! Kamu Aw?" Ucap Vani
"Nggak ada. Kapal ada, tapi gatau sekarang berlabuh dimana" Ucap Awani
"Kapal kelamaan, ke pelabuhan juga lama pasti" ucap Vani. Ia menoleh ke arah Putri
"Nggak punya Pesawat, kapal juga nggak ada, naik becak aja skuy, yang ada" Ucap Putri
"Yok, kamu yang goes" Ucap Vani
"Nggak nggak, bisa bisa patah kakiku"
"Bentar, aku yang cari" Ucap Vani. Ia menghubungi Zuan untuk menanyakannya
'tutt..'
'Hallo little Van, ada yang bisa saya bantu?' Sapa Zuan dari telepon
"Kak Zuan, posisi pesawat sekarang dimana?" Tanya Vani
"Okee"
Beberapa menit kemudian,
'pesawat keluarga Osamu berada di bandara negara C, Presdir Kim sering menggunakannya disana. little Van ingin berpergian?' Ucap Zuan dari telepon
"Iya Kak, ke negara C juga, ada kemah musim panas. Soalnya tadi ketinggalan pesawat gara gara Awani kelamaan" Ucap Vani
"Aku?" Ucap Awani
'Begitu ya. Maaf little Van, akhir akhir ini saya jarang memantau little Van secara langsung'
"Oh bagus.. eh maksudnya ngerti kok, Kak Zuan pasti sibuk urusin kerjaan di kantor" Ucap Vani, "Oiya, Jet ada nggak?"
'Sepertinya tidak bisa, sekarang sedang dalam pemeliharaan rutin'
"Trus.. Helikopter punya nggak?"
'Ada Little Van, Terakhir di bandara negara A'
"Parasut? Terjun payung? Sayap? ketapelnya angry birds? Ada nggak? Kenapa semua di negara lain sih!" Ucap Vani
'heh? Little Van baik baik saja?' Tanya Zuan bingung
"Maaf kak emosi sejenak"
__ADS_1
'Little Van sudah tanyakan pada tuan Kaituo?'
"Oiya ada Kai!" Ucap Vani teringat, "Aku tanya ke dia"
'Baik little Van, jika keadaannya sama, beritahu saya. Saya akan segera mencarikan pesawat sewaan untuk little Van'
"Oke kak"
'tutt' panggilan berakhir
"Van, punya pesawat antariksa nggak?" Tanya Putri
"Punya" jawab Vani
"Serius? Kenapa nggak naik itu aja!"
"Yakali punya. Lagian mau kemah musim panas di negara C, ntar malah nyasar kemah panas panasan di matahari" Ucap Vani
"Boro boro kemah, deketin aja kita udah mokad kepanasan" Ucap Agnes
"Kemah berujung tragis wkwk. Dah.. yok turun" Ucap Vani. Ia mengambil kopernya dan menyeretnya keluar dari kamar. Mereka menghampiri kaituo yang sedang menunggu mereka di ruang tamu
"Kalian selesai? Penerbangan jam berapa? Ayo berangkat" Ucap Kaituo sembari berdiri dari duduknya
"Jam enam" Ucap Agnes
"Heh?! Sepuluh menit yang lalu? Kalian terlambat?" Tanya Kaituo
"Gara gara kamu sih, kelamaan" Ucap Vani
"Aku?" Tanya Kaituo
"Iya, tadi aku ke kamarmu mau ajakin langsung berangkat. Eh.. kamunya belum mandi kan"
"Aku nunggu dari tadi disini, bahkan dua puluh menit sebelum jam enam tepat"
"Perjalanan ke bandara kan setengah jam lebih, udah telat sepuluh menitan lebih tuh" Ucap Vani
"Setengah jam? Lima belas menit aja sampai kalau aku yang nyetir" Ucap Kaituo
"Dahlah, iya kita yang kelamaan" Ucap Vani pasrah, "Kai, pesawatmu di sini nggak?"
"Kayaknya nggak ada disini, adanya dibandara"
"Nah.. nice, kita pinjam pesawatmu ke sananya" Ucap Vani
"Aku belum selesai ngomong, maksudku bandara negara A"
Vani memasang ekspresi datar, "Oke, kayaknya terpaksa harus telpon kak Zuan lagi"
"Helikopter ada disini, mungkin muat kalau cuma kalian berempat" Ucap Kaituo
"Serius? Eh tapi bukannya helikopter muat empat orang termasuk pilotnya ya?" Tanya Vani
("empat? dia belum tau ya?") Batin Kaituo, "Nggak apa kalian berempat kan ringan. Kalau misal helikopternya nggak kuat, tinggal jatuhin aja Vani" Ucapnya
"Setuju" Ucap Agnes
__ADS_1
"Jahatnya" Ucap Vani