
Dengan nafas yang terengah-engah, akhirnya Vani sampai di samping mobil. Ia membuka pintu mobil dan masuk ke dalamnya, "Huuuhh.. huh.. Kai maaf"
"Kamu lari?" Tanya Kaituo, "Kenapa sepatunya nggak dipakai?"
"Susah lari pake ini" ucap Vani
"Apa seru ngobrol sama mereka sampai lupa ada aku disini?" Tanya Kaituo
"Nggak.. eh iya, aku lupa"
Kaituo mengambil kemasan tissue basah dari laci dashboard di mobil. Ia menaruhnya di pangkuan Vani, "Bersihin kakimu" ucapnya
"Oke" ucap Vani. Ia membuka kemasan tissue basah dan mengelap kakinya yang kotor karena berjalan tanpa memakai sepatu, "Sambil jalan aja"
"Kamu yakin?" Tanya Kaituo
"Iya.. ntar kelamaan sampenya" ucap Vani sambil fokus mengelap
Kaituo menyalakan mesin mobil dan menginjak pedal gass
'brommm..'
'duagg' Vani sedikit terpental dan kepalanya membentur laci dashboard di depannya. Ia langsung menoleh ke arah Kaituo, "Woy! Gila apa? Aku ngga pake sabuk pengaman kenapa nginjak gasnya kenceng sih?!"
"Kamu yang minta jalan kan" ucap Kaituo sembari fokus menyetir
"Sakit tau" ucap Vani sembari memegangi dahinya. Ia langsung memasang sabuk pengamannya
Sepanjang perjalanan, Vani hanya terdiam membisu, "Kamu marah?" Tanya Kaituo. "Tcih" Vani memalingkan pandangannya dan menyandarkan kepalanya ke jendela pintu mobil
"Kamu pikir aku nggak marah? Kamu bilang sebentar, tapi nyatanya kamu pergi lama. Kita bisa terlambat sampai sana" ucap Kaituo
Vani menoleh ke arah Kaituo, "Ya kan.. tadi.. Maaf lagi deh"
"Aku juga maaf" ucap Kaituo. Tangan kirinya memegang dahi Vani dan mengelusnya, "Apa masih sakit?"
"Dikit doang gapapa" ucap Vani, "Udah nyetir aja"
__ADS_1
"Pegangan, aku akan tambah kecepatannya" ucap Kaituo
'broomMM!!' Mobil itu melaju dengan cepat menuju ke tempat tujuan
Sesampainya di depan hotel tempat acara dibuat. Mereka berdua masuk melewati penjaga yang berjaga. Di lobi hotel, mereka melihat Kim yang sedang berbincang dengan seseorang. Vani langsung berlari menghampirinya dan memeluknya, "Khakim!" Teriaknya
Kim menoleh ke arahnya, "Hustt.. pelankan suaramu"
"Heh?" Vani melepaskan pelukannya
Kim mendekatkan bibirnya ke telinga Vani dan membisikkan sesuatu, 'Bersikaplah lebih lembut dan jadilah anak yang baik, jangan bicara terlalu keras, oke. jangan buat malu nama keluarga'
"Siyap boss" ucap Vani sembari memberi hormat
Kaituo datang menghampiri mereka, ia melihat Kim yang juga menggunakan jas berwarna biru, "Kim, kenapa kau juga pakai jas biru?"
"Panggil aku kakak" ucap Kim, "Baguskan, baju kita bertiga sama"
"Aku pikir kau buat aku couple sama dia" ucap Kaituo
"Sepertinya kau kecewa, apa aku perlu ganti warna jasnya?" Ucap Kim
"Couple cuma dua orang tau" ucap Kaituo
"Kalau gitu aku yang ganti, kalian berdua couple" ucap Vani, "Dimana ruang gantinya?"
"Ya kali aku pasangan sama Kim" ucap Kaituo, "Dahlah, ga usah"
"Ahhahahaa.. sepertinya hubungan kalian nggak ada kemajuan" ucap Kim sambil tertawa kecil
"Bukan urusanmu" ucap Kaituo sembari memalingkan pandangannya
"Ayo masuk ke ruangan makan malamnya" ajak Kim. Vani dan Kaituo mengikuti Kim menuju salah satu ruangan di lantai itu. Kim membuka pintu dan mereka bertiga masuk ke dalam ruangan, "Selamat malam" sapa Kim sopan
"Selamat malam" ucap Kaituo
"Selamat malam" ucap Vani sambil tersenyum
__ADS_1
"Eh.. nak Kim sudah sampai, duduklah. Kalian berdua juga" ucap nenek Osamu ramah
Di dalam ruangan itu sudah terdapat tiga keluarga yang akan makan malam bersama, mereka bertiga baru saja hadir dan tinggal tersisa dua kursi kosong lagi yang belum ditempati. Mereka bertiga bergabung duduk di kursi yang mengelilingi meja bundar besar. Saat mengamati orang orang yang sudah hadir di sana, Vani melihat seseorang yang ia kenal berada di sana. Begitu juga dengan orang itu menyadari keberadaan Vani di sana. Mereka berdua terkejut dan langsung berdiri dari duduknya secara bersamaan
"Eh?"
"Heh?!"
"Ada apa? Kalian saling mengenal?" Tanya ibunya Kaituo
("Putri kenapa disini?") Batin Vani. "Ah.. maaf, saya hanya sedikit terkejut melihat teman saya berada disini" ucap Vani sopan dengan senyuman kecil. Ia kembali duduk dengan tenang
"Ahhahaha.. maaf mengagetkan tiba-tiba" ucap Putri sembari kembali duduk di tempatnya
Vani mendekatkan bibirnya ke telinga Kaituo dan membisikkan sesuatu, 'kenapa Putri disini?'
Kaituo kembali berbisik pada Vani, 'sepertinya keluarga baru yang bergabung dengan makan malam keluarga kita adalah keluarganya'
"Vani, Kaituo. tidak baik berbisik di acara makan malam seperti ini" tegur ramah ibunya Kaituo
"Maaf ibunda" ucap Kaituo sopan
"Ahahahahaa.. anak muda selalu pamer kemesraan yaa" ucap ibunya Putri
("Situasi menegangkan macam apa ini") batin Vani. Saat itu Putri menatap tajam ke arah Vani. Vani yang menyadarinya mencoba menjahilinya dengan mengedipkan terus menerus kedua matanya secara bergantian
"Nak Vani baik baik saja? Apa mata nak Vani kemasukan debu? Kemarilah, nenek bantu meniupnya" ucap nenek Osamu yang duduk tepat di sampingnya
Vani langsung menutupi kedua matanya dengan tangan kanannya, "Oh ouh.. tidak perlu nek, debunya sudah keluar" ucapnya sopan. Putri yang melihatnya, menutup mulutnya dengan tangan kanannya dan mencoba untuk tertawa tanpa mengeluarkan ekspresi
"Pufhh"
("Sialan ni anak, penguji iman. Pen ketawa aku") batinnya
"Ahahaha.. Kenapa kalian semua terlihat tegang begini? Kita disini untuk makan malam kan. Anggap saja seperti makan malam keluarga biasa dan mengobrol lah dengan tenang" ucap nenek Osamu ramah
"Ahahahaa.. akhirnya" ucap Vani lega sambil tertawa lebar. Pandangan seluruh orang tertuju padanya. Tangan kiri Kaituo menepuk pelan bahu kanan Vani
__ADS_1
("Apaan ni?") Batin Vani cemas. Ia langsung berdiri dari duduknya, "ah.. Saya permisi ke belakang sebentar" Ia berjalan mundur hingga mendekati pintu dan keluar sambil tersenyum kecil. Ia pergi menuju ke toilet wanita
"Sepertinya saya juga butuh pergi ke belakang, permisi" ucap Putri sambil berdiri dari duduknya. Ia berjalan dengan anggun tanpa mengeluarkan suara, keluar dari ruang makan. Ia juga pergi menuju ke toilet wanita