
Selang beberapa saat, para pelayan berbaris membawa set menu yang dipesan dan menatanya satu persatu di atas meja hingga memenuhi meja itu. Ray hanya bisa terdiam pasrah memikirkan harga yang belum ia ketahui itu
"Satu menu udah set sama minumannya?" Tanya Vani
"Kan emang begitu di buku menu tadi, kamu nggak lihat?" Tanya balik Kaituo, "Oh iya nggak lihat ahaha"
"Ngeselin amat jadi orang" ucap Vani
"Ambil aja makanan yang kamu mau" ucap Kaituo
"Hum.. iya" ucap Vani. Ia menoleh ke arah Ray yang duduk di sampingnya, "Ayo makan Ray"
Saat itu Ray terlihat melamun
"Ray?" Panggil Vani
"Oh kenapa Van?" Ucap Ray tersadar sembari menoleh ke arah Vani
"Kamu baik baik aja?" Tanya Vani
Ray terlihat memaksakan senyumannya di hadapan Vani, "Baik kok"
"Ayo makan" ucap Vani
"Iya"
Vani sedikit memalingkan pandangannya, ("Ekspresinya ngga ada baik baik nya sama sekali. Jangan bilang abis ini Ray kena mental gegara traktir makanan aku sama Kai") batinnya
Mereka bertiga hanya berbincang sedikit saat makan. Di tengah makan, Vani meninggalkan piringnya dan berdiri dari duduknya, "Aku cari toilet" ucapnya
__ADS_1
"Iya" ucap Ray. Vani langsung pergi meninggalkan meja itu. Ia hanya melewati toilet restoran itu dan mengambil jalan memutar untuk menghampiri meja kasir. Ia berdiri disudut yang tidak terlihat dari meja Kaituo dan Ray duduk
"Ada yang bisa saya bantu kak?" Tanya penjaga kasir
'Kak, aku mau minta tolong' ucap Vani lirih. Ia mengeluarkan handphonenya dan meletakkannya diatas meja kasir, 'Kalau ada orang dari meja tiga minta tagihan pembayarannya. Bisa ngga manipulasi, seolah total harganya di bawah satu juta, kalau bisa di bawah lima ratus ribu'
"Mohon maaf, tapi kami tidak bisa melakukan hal seperti itu"
'Plis kak, hpku jaminannya. Nanti aku suruh orang kesini buat bayar tagihan aslinya, kalau mau aku bisa bayar kelipatannya juga. soalnya aku ga bawa uang sekarang, kartu juga ga bawa' ucap Vani
"Kami harus mengetahui dulu apa tujuan anda ingin melakukan hal ini"
"Jadi gini.. temen.. eh pacarku pengen banget traktir aku di resto mewah begini. Tapi dia low budget, aku ngga tega kalau harus habisin tabungannya. Trus kan aku juga bawa temen, tapi dia ga tau diri. Dia pesen banyak banget coba. Terakhir tadi, aku lihat ekspresi pacarku nih ya. Dia ngalamun pasti mikirin harganya, kasihan banget tau" jelas Vani, "Plis bolehin yaa kak"
"Baiklah, untuk rencana itu saya tidak memberikan bill tagihannya dan hanya akan menyebutkan total biayanya saja bukan?"
"Iya iya gitu. bilang aja printer billnya rusak"
"Iya iya ga masalah, makasih banget kakak baik" ucap Vani senang
"Terimakasih kembali" ucap penjaga kasir ramah
Sementara itu, Kaituo dan Ray hanya terdiam sembari memakan makanan mereka. Ray terlihat menunduk dan sepertinya banyak pikiran di kepalanya. Kaituo mengeluarkan black card dari dompetnya dan meletakkannya di meja depan Ray. Ray terkejut melihatnya dan langsung menaikkan pandangannya. Kaituo memalingkan pandangannya, "Bayar semua ini pakai kartu itu, aku nggak mau makan makanan traktiran darimu"
"Tapi, tadi kau bilang ke Vani, aku yang harus traktir" Ucap Ray
"Anggap aja aku kasih kau muka di depan Vani" ucap Kaituo
"Gimana pun juga, terimakasih" ucap Ray
__ADS_1
"Hmm" gumam Kaituo
Saat itu Vani kembali ke meja mereka. Ia sedikit mendengar samar pembicaraan terakhir antara Kaituo dan Ray, "Kalian barusan ngobrol yaa?" Tanya Vani senang
"Siapa bilang?" Tanya balik Kaituo
"pas aku jalan kesini, keknya kalian ngobrol" ucap Vani
"Halu" ucap Kaituo, "Lama banget ke toilet, makananmu dingin tuh"
"Hehe, ya maap" ucap Vani
"Udah, lanjut makannya. kalau mau nambah pesen aja" ucap Ray bangga
"Dih" ucap Kaituo sembari memalingkan pandangannya
"Cukup Ray" ucap Vani. Mereka kembali memakan makanan mereka. Selesai memakan makanan mereka, Vani menoleh ke arah Ray dan tersenyum, "Ray, pelayanannya ngga kesini. Kamu bayar dikasir aja"
"Oh dikasir ya" ucap Ray sembari berdiri dari duduknya, "Kalau gitu aku bayar dulu" ucapnya sembari tersenyum
Vani mengacungkan jempolnya, "Okeysip, semangat" ucapnya. Ray hanya membalasnya dengan senyuman, ia segera melangkah pergi menuju kasir
"Makanannya enak ya?" Tanya Kaituo
"Hmm?" Gumam Vani sembari menoleh ke arah Kaituo
"Terakhir kali kita makan di mall, kamu bilang tujuh ratus ribu satu menu kemahalan. Sekarang? Kenapa kamu kelihatan seneng? Udah nggak irit lagi?" Tanya Kaituo
"Ini makanan mewah pertama yang Ray bayarin, masa aku ngga seneng sih? Kan aneh" jawab Vani
__ADS_1
"Oh.. karena itu" ucap Kaituo sembari mengalihkan pandangannya