Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter234


__ADS_3

Di dalam kamar pasien yang di tempati Kaituo, Vani dan Darren duduk di kursi berhadapan di tengahi ranjang Kaituo. Vani menggenggam tangan kiri Kaituo dan berharap ia segera sadar, "Kai.. Bangun Kai, ayo pulang" Ucap Vani sedih


"Sebaiknya tidak terburu buru mengajaknya pulang, biarkan Kaituo di rawat di sini sampai keadaannya pulih" Ucap Darren


'B*doh, aku cuma mau Kai sadar' Ucap Vani lirih


Darren terlihat sedih dan menurunkan pandangannya, "Maaf, ini semua salahku" Ucapnya menyesal


"Ngga, ini salahku" Ucap Vani


"Ini salahku, seharusnya aku tidak panik dan berlari saat itu" Ucap Darren bersalah


"Ngga, ini salahku. Kamu lari gara gara panik setelah aku panggil namamu trus fansmu jadi mengenalimu" Ucap Vani


"Tidak Vani, ini bukan salahmu. Seharusnya aku tidak memanggil namamu dengan keras, dengan begitu kamu tidak akan menyapaku kembali" Ucap Darren


"Ngga, ini salahku. Seharusnya mataku lebih jelih pas cari keberadaanmu di seberang jalan, dengan begitu kamu nggak harus manggil namaku buat kasih tau keberadaanmu" Ucap Vani


"Tidak, tidak Vani. Seharusnya aku berjalan menunduk dan tidak melihatmu saat itu, kita tidak akan saling menyapa dan Kaituo tidak akan tertabrak" Ucap Darren


"Ini salahku, kamu nggak perlu jalan nunduk. Seharusnya aku nggak lewat penyebrangan itu, dengan begitu kamu nggak akan lihat aku" Ucap Vani


"Seharusnya aku nggak kenal kalian berdua, dengan begitu hidupku lebih tentram" Ucap Kaituo tiba-tiba. Darren dan Vani terkejut dan langsung menoleh ke arahnya, "Tsk.. Apa kalian lagi adu penyesalan?! Bisa nggak lakuin di luar kamar ini?! Biarin aku istirahat dengan tenang!" Ucap Kaituo kesal


"Kai!!" Ucap Vani senang sembari mempererat genggaman tangannya. Kaituo menurunkan amarahnya dan menoleh ke arah Vani, "Apa kau menangisiku seharian? Air matamu kering dipipi begitu" Ucap Kaituo dengan senyum kecil


"Tapi kamu baru saja kecelakaan sekitar satu jam yang lalu, jadi Vani tidak menangis seharian" Ucap Darren

__ADS_1


Senyuman Kaituo memudar, matanya melirik ke arah Darren "Hey kau, aku kecelakaan karena kau. Bisakah kau berbuat baik padaku?" Ucapnya


"Maafkan aku" Ucap Darren semakin bersalah


"Aku cuma bercanda! Jangan pasang ekspresi seperti itu. Aku cuma mau kau beli makan siang, aku sama Vani belum makan, kau pasti juga belum kan?" Ucap Kaituo


"Baiklah, aku akan membelinya" Ucap Darren sembari berdiri dari duduknya


"Aku ikut" ucap Vani sembari berdiri dari duduknya, Kaituo menahan tangannya dan membuatnya kembali duduk di kursinya, "Kau sini aja" Ucap Kaituo


"Hmm" Gumam Vani menurut


"Aku pergi sekarang" Ucap Darren


"Hati-hati, jangan sampai ada orang yang mengenalimu" Ucap Vani


"Tenang saja" Ucap Darren dengan senyuman kecil. Ia pergi dari rumah sakit untuk membeli makanan


"Jangan kasih tahu mereka, aku nggak mau mereka khawatir" Ucap Kaituo


"Khakim boleh ngga?" Tanya Vani


"Terserah kamu" Ucap Kaituo


"Kalau gitu aku telpon dia" Ucap Vani. Ia mengeluarkan handphonenya dan menghubungi nomor Kim


'tutt.. tutt.. '

__ADS_1


'tut'


'Hallo Vani, kamu nggak perlu minta maaf setelah salahin kakak tadi siang, kakak bisa memakluminya' ucap Kim dari telepon


"Siapa yang minta maaf?! Urusan kita belum selesai ya!" Ucap Vani ngegas


'Trus ada apa? Mau kakak jemput?' Tanya kim


"Aku sama Kai kecelakaan.." 'tutt..' Panggilan terputus. Handphone Vani kehabisan daya batrai di tengah telepon


"Yah... Kai bawa charger?" Tanya Vani


"Menurutmu?" Tanya balik Kaituo


"Handphonemu mana?"


"Coba cari di laci, siapa tau ada" ucap Kaituo


Vani menghampiri laci meja kecil di samping ranjang dan membukanya, "Oh.. ada" ucapnya sembari mengambil handphone Kaituo yang di simpan di laci itu oleh perawat sebelumnya. Vani hanya terdiam memperhatikan layar handphone Kaituo, "Sini handphonenya, aku aja!" Ucap Kaituo. Vani menurutinya dan memberikan handphone itu pada Kaituo


"Lcdnya hancur begini, mana bisa dipake" Ucap Kaituo sembari meletakkan kembali handphonenya di atas meja samping ranjangnya. Ia menoleh ke arah Vani yang masih berdiri diam melamun, "Van?" Panggilnya


"Ha?" Ucap Vani tersadar sembari menoleh ke arah Kaituo


"Ha he ha he.. Duduk lagi sini, ngapain berdiri?" Ucap Kaituo


"Oh.. iya" Ucap Vani menurut

__ADS_1


Di kantornya, Kim masih saja terkejut setelah mendengar kata kecelakaan dari Vani. Ia berulang kali menghubungi nomor Vani namun tidak ada jawaban sama sekali. Kepanikannya semakin menjadi saat nomor Kaituo tidak bisa di hubungi juga, "Those two little brats! Mereka bercanda kan?!" Ucapnya Panik


["Dua bocah nakal itu!"]


__ADS_2