
Pengedar itu memandu Vani dan Ray untuk memasuki sebuah ruangan khusus yang sangat tertutup. Ia menghampiri komputer dan mengeluarkan sebuah flashdisk. Melihat keberadaan flashdisk itu, Vani langsung mengeluarkan satu pistol listrik dari balik bajunya dan menembakkannya pada pengedar itu
'zrrssttt..' Pengedar itu jatuh pingsan dan meninggalkan flashdisk yang baru saja ia pasang ke komputer, "Ray!" Ucap Vani. Ray langsung bergegas mengambil flashdisk itu
"Pistol listrikmu nggak ngeluarin suara?" Tanya Ray
"Engga, bagus kan" Ucap Vani bangga
"Sangat menguntungkan, ayo keluar dari sini" Ucap Ray sembari menarik tangan Vani. mereka berdua berlari kecil menuju pintu ruangan itu. Mereka kembali bersikap normal saat keluar dari ruangan itu, "Kami selesai" Ucap Vani
Dua bodyguard yang berjaga di depan pintu lift kembali mempersilahkan Ray dan Vani untuk menggunakan lift itu. Vani dan Ray turun ke basement
'BRAKK!'
__ADS_1
"HEYY!! S*ALAN!!" Teriak seseorang sembari membuka pintu ruangan dengan kencang, "KALIAN TIDAK BERGUNA!! BOS PINGSAN DI DALAM!! MEREKA PENIPU! CEPAT KEJAR!"
"Roger!" Kedua bodyguard itu langsung masuk ke dalam lift yang sudah kosong dan turun ke basement
'tingg' Pintu lift terbuka, Vani dan Ray terlihat sedang berjalan menuju mobil Vani, "BERHENTI DI SANA! JANGAN KABUR!!" Seru salah satu bodyguard. Mereka berdua langsung berlari mengejar
Mendengarnya, Vani dan Ray langsung berlari dengan kencang, "Vani, kita nggak akan sempat ke mobilmu! Kita langsung lari keluar dari gedung! Jack bawa mobil di dekat sini" Ucap Ray sambil berlari
"Iya!" Jawab Vani
"Lingkungan tentram tanpa kejahatan, hahaha.." Jawab polisi yang menjaga ruangan itu, "Apa yang membawa Anda kemari?"
"Saya kemari untuk mengambil catatan misi pengedar n*rkoba yang akan di update. Bisa tolong ambilkan berkasnya di laci depan Anda"
__ADS_1
Polisi penjaga ruangan misi sedikit terkejut mendengarnya, "Update misi?" Tanyanya
"Iya, tim kita baru saja mendapatkan informasi bahwa pengedar n*rkoba ini menyewa dua bersaudara pembunuh bayaran sebagai bodyguard, mereka menggunakan senjata api. Misi tingkat B ini akan naik menjadi tingkat S plus"
"APA?!!"
Sementara itu di basement, Vani dan Ray sudah berada di tengah perjalanan menuju jalan keluar basement, "Terus lari! Jangan nengok ke belakang!" Ucap Ray sembari berlari
"Aku cari celah buat stun mereka!" Vani langsung mengecek menoleh ke belakang sembari terus berlari. Ia terkejut hebat ketika melihat dua bodyguard itu berhenti mengejar mereka dan malah mengarahkan pistol ke arah mereka. Tanpa berpikir panjang, Vani mengeluarkan kedua pistol listrik dari balik bajunya. Ia langsung memutar haluan kakinya dan berbalik membelakangi Ray yang sedang berlari
"DORR!!"
"RAY! AKU MENGENAINYA! CEPAT IKAT MEREKA!" Seru Vani bersemangat. Ray menghentikan larinya dan berbalik, "Huh.. hahaha, pintar Vani" Ucapnya senang sembari menepuk kepala Vani dari belakang. Ia kembali berlari menghampiri kedua orang bodyguard yang tergeletak di lantai tidak sadarkan diri, Ia menembakkan benang pengikat dari jari robot tangan kirinya untuk mengikat kedua bodyguard itu
__ADS_1
Saat memperhatikan sekitarnya, kedua mata Ray mengembang terkejut ketika melihat dua pistol yang tergeletak di lantai mengeluarkan asap panas seolah telah menembakkan peluru. Ia semakin terkejut setelah teringat suara tembakan yang sangat keras menggema sebelumnya, 'deggg' ("Pistol Vani nggak bersuara!!!") Batinnya terkejut