
Satu bulan berlalu setelah pertemuan Vani dan Ray di Land Park. Tepatnya di Negara B, di dalam rumah Vani. Kaituo masih mengandalkan kursi roda untuk beraktifitas sehari hari. Vani sedang menemani Kaituo menonton TV di kamarnya, ia terlihat sedang rebahan malas di atas kasur Kaituo, "Hahhhh.... Hari hariku sangat membosankan" Keluh Vani
Kaituo yang sedang duduk di kursi roda menoleh ke arah Vani, "Kau bosen temenin aku?" Tanyanya
"Gimana ngga bosen? Kondisimu begitu, kita ngga bisa main kemana mana. Temen temenku juga gaada yang kontak aku, gaada yang ngajak aku main. Jangan jangan mereka udah lupa sama keberadaanku di dunia ini" keluh Vani malas
"Kau bisa pergi main kalau bosan disini" Ucap Kaituo dengan pandangan fokus ke layar TV
"Kau suruh aku main sendirian kek orang hilang di jalanan gitu?" Tanya Vani
"Ajak temenmu lah"
"Siapa? Kau tau kan hubunganku sama mereka bertiga lagi kek apa. Trus ajak Evano, dia pasti bilang 'maaf Van, aku sibuk belajar buat masuk perguruan tinggi', tiap hari bilang gitu" Jelas Vani
"Kau telpon dia tiap hari?" Tanya Kaituo
"Hum.. Ngga juga sih, aku baru chat dia dua kali minggu ini, jawabannya sama aja" Jawab Vani
"Balik aja ke kamarmu main game" Usir Kaituo
"Bosen" Ucap Vani lesu
"Kalau gitu diam, aku lagi nonton film bagus" Ucap Kaituo
__ADS_1
"Hahhhh... Membosankan..." Keluh Vani lesu
'tok.. tok.. tok..'
"Non, non Vani di dalam?" Seru bibi dari luar pintu kamar Kaituo
"Masuk bi" Jawab Vani lesu
'Cklekk'
"Non dicariin didepan" Ucap bibi
Vani langsung bangkit dari tidurnya, "Siapa bi?!" Tanyanya bersemangat, "Yahh.. paling kurir paket, aku pesen headphone baru kemarin. Bibi aja yang ambil" sambungnya teringat
"Tcih.." Vani menoleh ke arah Kaituo, "Kau aja Kai bukain" Ucapnya
"Ogah, paket punya siapa juga. Buruan sana, kasihan kurirnya nungguin" Ucap Kaituo
"Iya iya" Ucap Vani lesu sembari berdiri dari kasur. Ia berjalan keluar menuju pintu rumahnya
'ting tong'
"Bentar pak! Lagi otw" Ucap Vani lesu
__ADS_1
'cklekk'
"Paket" Ucap Ray dengan senyuman di wajahnya
'degg!' Kedua mata Vani langsung mengembang ketika melihat Ray berdiri tepat di hadapannya, Ia langsung memeluknya dengan erat, "Ray.. aku kangen banget, kenapa lama amat sih magangnya" ucap Vani
"Aku juga kangen kamu" Ucap Ray senang sembari mengelus elus rambut Vani
"Misi" Ucap Jack dari belakang Ray
"Oh Jack, kau baru sampai?" Tanya Ray tersadar, "Vani lepasin dulu pelukanmu, kasih jalan buat Jack" Sambungnya
"Gamau, pintunya lebar. Buka aja satunya" Ucap Vani
"Kau langsung ke sini Ray? Kopermu masih kau bawa" Ucap Jack
Vani menoleh ke atas dan menatap mata Ray, "Bukannya magangnya di kampus, kamu kan tinggal di asrama kampus. Kenapa bawa koper segala?" Tanyanya penasaran
"Ahahaha.. itu, sebenarnya aku mau pulang ke rumah buat sementara waktu, jadi aku bawa koper haha.." Jawab Ray dengan tawa kecil
Jack mengusap usap rambut Vani sembari berjalan melewati mereka berdua, "Dasar, nggak kasihan Ray kecapean?" Ucapnya. Ia berjalan menuju kamarnya sembari mengangkat kopernya, "Ray aku ke kamar duluan, kau duduk aja di sofa" Serunya sembari berjalan
Vani melepaskan pelukannya dan menarik Ray untuk duduk di sofa ruang tamu, "kamu mau ngga nginep di sini semalem? Pasti capek kan? Udah jam segini juga" Ucap Vani
__ADS_1
Ray tertawa sembari mengusap usap rambut Vani, "Ahahaha.. Apa maksudmu, ini masih jam sembilan pagi" Ucapnya senang