Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter11


__ADS_3

Selesai bertelepon, Vani menyimpan kembali handphonenya. Saat itu ia menyadari kelasnya sudah dipenuhi siswa. Ia langsung menoleh ke arah bangku tempat duduk Agnes. Ia melihat temannya yang sedang asik memainkan handphonenya, "Woy!" Sapa Vani senang


Agnes menoleh ke arahnya, "Udah selesai telepon? Pamanmu ya?"


"Iya. Tumben kamu berangkat siang, kemana aja?" Tanya Vani


"Hmm.. Nggak baca chat di gc? Aku, Awani sama Putri sarapan di kantin sekolah" Jawab Agnes


"Yah, aku ngga buka gcnya. ngga ikut sarapan dong"


"Laper? Mau ku temenin ke kantin?" Tawar Agnes


"Udah bel belum?"


"Udah dari tadi, makanya ku balik ke kelas"


"Ya udah, skuy. Lagian gurunya belum dateng" Ajak Vani. Mereka berdua berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri pintu belakang kelas. Di saat yang bersamaan, guru masuk melewati pintu depan kelas. Guru itu mengenali Agnes dan Vani, "Kalian berdua! Mau kemana?!" Seru guru itu. Agnes dan Vani langsung menoleh ke asal suara


"Heh? Pak Azka? Kenapa bisa nyasar ke kelas dua belas?" Tanya Agnes


"Bapak juga mengajar kelas dua belas, kalian mau bolos?" Ucap Azka


"Siapa bilang? Orang kita baru aja tutup pintu, yakan Nes. ni liat kita mau duduk" Ucap Vani sembari berjalan kembali ke bangkunya. Ia dan Agnes duduk dengan sopan


"Hmm.. Bagus" Ucap Azka, "Baiklah, keluarkan buku sejarah kalian. Kita akan langsung masuk ke dalam materi pertama di semester ini" Azka mulai menerangkan materi sejarah di semester lima dengan serius


Di tengah mengajar, terdengar suara samar dari sirene mobil polisi. Mendengarnya membuat Vani teringat sesuatu, ia mengeluarkan handphonenya dan mengangkatnya tinggi dengan tangan kanan, "Pak" Panggil Vani


"Ya? Kenapa?" Tanya Azka

__ADS_1


"Saya harus angkat telepon penting dari papa, mendesak" Ucap Vani. Mendengar apa yang Vani katakan, Agnes terkejut hebat dan langsung menoleh ke arahnya


"Baiklah, jangan lama lama" Ucap Azka kalem. Vani berlari kecil keluar dari kelas melalui pintu belakang. Azka kembali menyambung materi yang sedang ia terangkan


Agnes mengamati Azka yang sedang mengajar di depan kelas, ("Njirr?! Vani dapet telepon dari surga?! Dan juga, pak Azka nggak sadar sama sekali?!") batin Agnes heran


Vani berdiri di dekat jendela lorong Kelas, ia menghubungi seseorang dengan handphonenya,


'Tutt..'


"Halo Pengacara Sony?" Sapa Vani


'Oh iya, dengan saya sendiri disini' jawab Sony dari telepon


'Kasihan sendiri' gumam Vani


'Ha?'


'Heh? Anda seorang guru?'


"Bukan"


'Staff?'


"Bukan juga"


'Jangan bilang anda seorang siswa?!'


"Tebakan anda benar, selamat anda mendapatkan uang sebesar dua juta rupiah. Anda bisa mengambil hadiahnya di rekening anda sendiri. Dah lah gaje. Jadi gini, saya mau anda dampingi guru saya. Dia terlibat masalah peretasan cctv dan penghapusan data. Guru saya sepertinya lupa menghilangkan jejak server yang dia gunakan", ('Aku yang lupa hehe'), "Tugas anda menyelesaikan kasus ini tanpa mencemari nama guru saya"

__ADS_1


'Pertanyaan saya bagaimana anda bisa tahu kasus yang terlibat oleh guru anda?'


“oh itu, dia cerita ke saya. Pas cerita tuh, dia keliatan sedih banget. Jadi saya berinisiatif panggilin pengacara buat dia"


'Wah ternyata klien saya seorang murid yang dermawan'


"Ehem.. Bisa datang sekarang? Mobil polisi udah sampe di sini, kemungkinan polisi lagi datengin kepala sekolah. Guru saya bernama Azka"


'Baiklah, di mana alamatnya?'


"Hmm.. udah saya kirim lewat chat dari tadi"


'Oh iya, saya lupa mengeceknya'


"Oke, saya percayakan ke anda" Ucap Vani mengakhiri panggilan. Ia menyimpan kembali handphonenya di saku seragamnya. Ketika hendak kembali ke kelasnya, ia melihat dua polisi berdiri di depan pintu kelas. Ia memutuskan untuk diam dan memperhatikannya


'Srakk' salah satu polisi menggeser pintu depan kelas


Ia memberikan hormat sebagai salam pada Azka, "Selamat siang, kami dari kepolisian. Apa benar anda dengan saudara Azka pemilik Laptop ini?" Ucapnya sembari menunjukkan laptop yang di bawa polisi lainnya


Azka terlihat bingung dengan kedatangan polisi yang mencarinya, "Oh siang, benar itu laptop saya"


"Bisa saudara ikut bersama kami untuk menjalani penyelidikan!"


"ha? buat apa? oh baik, saya akan ikut" Ucap Azka. Ia kembali menoleh ke arah siswa di dalam kelas, "Pelajari apa yang tadi bapak sampaikan, bapak akan pergi mengurus sesuatu"


"Baik Pak" Seru siswa di kelas


"Mari" Ajak Azka. Ia keluar dari kelas dan menutup pintu. Tanpa sengaja ia melihat Vani berdiri memperhatikannya di depan pintu belakang kelas. Vani tersenyum kecil dan memberikan hormat, Azka hanya memperhatikannya dengan keadaan bingung, ('Kenapa aku dicari polisi? kenapa juga anak itu tersenyum seperti itu?')

__ADS_1


"Mari saudara Azka" Ajak polisi


"Oh iya maaf" Ucap Azka sembari mengubah pandangannya. Ia berjalan dengan di kawal dua polisi di belakangnya


__ADS_2