Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter149


__ADS_3

"Oh ya, Khakim. Satu lagi" pinta Vani


"Apa?" tanya Kim


"Aku mau tukang kebun"


"Ha? buat apa? Taman kita udah di rawat sama pekerja profesional, kamu tau kan? Tiap minggu ada yang dateng ke rumah kita?"


"Stop in aja mereka"


"Kenapa?"


"Sebenarnya aku ngajak orang kerja jadi tukang kebun di rumah. Buat temen bibi juga, kasian dia sendiri. Kalau Khakim keberatan sama gajinya, aku bisa gaji mereka kok"


"Mereka? Bukan satu orang?"


"Satu keluarga"


"Terserah kamu. Kamu bilang bakal gaji mereka? Emang kamu udah kerja? Uang darimana?"


"Ngapain aku kerja? Tiap tahun aja ada yang isi rekeningku terus terusan"


"Itu sama aja uang kakak"


"Yee.. ngaku ngaku, di rekeningku ya punyaku lah"


"Kakak yang isi"


"Bukan kakak doang ya, nenek juga selalu kasih uang jajan tiap tahun. Walaupun banyakan yang di kasih nenek dari papa sih"


"Kamu sebaiknya jangan minta uang ke nenek dari mama, mereka nggak sekaya nenek dari papa"


"Jangan bilang Khakim ngga kirim uang ke nenek dari mama? Trus mereka bertahan hidup seadanya"

__ADS_1


"Mana mungkin, kakak selalu rata baginya, cuma punya kamu yang jumlahnya kecil"


"Jahatnya, pantes aja akhir akhir ini aku kelaparan"


"Kelaparan apanya? Kakak nggak mau kamu jadi boros"


"Ngobrolin apa kalian berdua?" Ucap Kaituo sembari duduk bergabung di ruang makan. Jack ikut bergabung juga dengan mereka


Kim menoleh ke arah Kaituo, "Udah selesai?"


"Udah" jawab Kaituo


"Kerja bagus" ucap Kim sambil tersenyum. Ia berdiri dari duduknya, "Kalian makan dulu, kakak ada urusan diluar. Jack, Kai. Kalian berdua yang tanggung jawab. Tolong jaga satwa liar ini"


"Satwa?" Tanya Kaituo


"Liar?" Sambung Jack. Ia dan Kaituo kompak menoleh ke arah Vani


"Woyy!!" Ucap Vani ngegas


"Kim akhir akhir ini sering ketawa, nggak kayak biasanya" ucap Kaituo


"Mungkin dia senang lihat kondisi Vani saat ini" Balas Jack


"Mulutnya" ucap Vani dengan ekspresi datar


Sementara itu, Kim menaiki mobilnya dan melajukannya menuju tempat Vani bersekolah. Ia di sambut langsung oleh kepala sekolah setelah satpam memberitahukan kedatangannya. Kepala sekolah mengajaknya berbincang di ruangannya


"Tuan Kim Osamu, ada apa di kedatangan tuan kali ini?" Tanya ramah kepala sekolah


"Ada apa?" Tanya balik Kim dengan ekspresi serius


"Eeee.." kepala sekolah terlihat bingung harus menjawab apa

__ADS_1


'tok.. tok.. tok..' Pintu ruang kepala sekolah berbunyi


"Ah.. Maaf menyela sebentar tuan Kim" ucap kepala sekolah, "Iya masuk!" serunya


'cklekk'


"Maaf mengganggu waktunya kepala sekolah, mengenai masalah perkelahian Vani Osamu dan.." orang itu berhenti bicara ketika melihat Kim berada di ruangan itu. Kim menoleh ke arah orang itu, "Anda pak Azka yang mengantar Vani ke rumah sakit sebelumnya?"


"Iya, saya Azka. Senang bertemu dengan anda, tuan Kim Osamu" ucap Azka sembari menundukkan kepalanya sejenak


"Masalah nak Vani ya kali ini" ucap Kepala sekolah. Ia menatap tajam sembari tersenyum pada Azka, "Pak Azka, apa berkenan bergabung untuk menceritakan rinciannya pada tuan Kim?"


"Dengan senang hati" ucap Azka menurut. Ia menutup pintu dan berjalan menghampiri mereka


"Duduk saja" ucap kepala sekolah. Azka menurutinya


"Jadi, kenapa Vani berkelahi?" Tanya Kepala sekolah


"Apa kepala sekolah tidak mengetahui kerusuhan siswa pagi tadi?" Tanya Kim


"Woh.. saya tahu semuanya. Saya selalu memperhatikan siswa siswi disekolah ini setiap saat, benar kan pak Azka" ucap kepala sekolah sembari menoleh ke arah Azka


"Iya, benar" jawab Azka


"Saya pikir kepala sekolah tidak tahu apa apa tentang masalah ini dan sengaja mengajak pak Azka bergabung untuk mengganti menjelaskannya" ucap Kim


"Ahahaha.. mana mungkin begitu" ucap kepala sekolah sembari tertawa, "Saya ajak pak Azka gabung karena dia yang sebelumnya sudah saya tugaskan buat selidiki masalah ini"


"Bagus kalau begitu" ucap Kim


"Saya baru saja tanya masalah mereka berkelahi pada ke enam anak yang luka ringan. Semuanya mengatakan hal yang sama, mereka bilang Vani tiba tiba menyerang mereka" jelas Azka


"Apa yang anda katakan? Tidak mungkin nak Vani menyerang tanpa alasan" ucap kepala sekolah

__ADS_1


"Lanjutkan" ucap Kim


"Tadi wali dari ketiga belas anak ini berkumpul di depan ruang bk untuk meminta penjelasan. Dari rekaman cctv, Vani terlihat jelas menampar dan memukul lebih dahulu sebelum terjadi kerusuhan. Hal ini yang membuat wali ketiga belas anak ini merasa tidak terima dan agak was was kalau Vani tetap berada di sekolah ini. Mereka menginginkan Vani dikeluarkan dari sekolah"


__ADS_2