
Beberapa menit kemudian, mereka sampai di kantor polisi. Vani dan polisi itu keluar dari mobil dan masuk ke dalam ruang tunggu, "Kamu tunggu kakakmu disini" ucap polisi itu
"Siap" ucap Vani. Ia duduk di kursi tunggu sembari mengamati tempat itu. Polisi itu pergi melanjutkan pekerjaannya
"Kamu yang kena tilang kan?" Ucap seorang polisi
"Oh iya" jawab Vani
"Isi datamu disini" ucap polisi itu sembari menyerahkan selembar kertas pada Vani
"Aku yang ditilang, aku yang isi data?"
"Isi saja"
"Waduh, ga hapal. Ntar aja nunggu kakakku, dia kesini bentar lagi" ucap Vani
"Data pribadi sendiri nggak hapal?"
"Iya, ngga pernah hapalin soalnya"
"Ya sudah terserah. Nanti kalau sudah di isi, serahkan ke saya"
"Siap"
Lima menit kemudian, Kaituo terlihat masuk ke dalam ruangan itu. Ia langsung menghampiri Vani yang sedang duduk di kursi tunggu, "Van gimana?" Tanyanya
"Eh Kai" ucap Vani sembari menoleh
"Kamu gapapa?"
"Sans, aku aman"
Polisi yang menyadari kedatangan Kaituo langsung menghampiri mereka berdua, "Kamu kakaknya ya?"
"Kakak?" Tanya Kaituo
"Iya dia kakakku Kaituo" ucap Vani meyakinkan
"Hah?" Ucap Kaituo sembari menoleh ke arah Vani
"Baiklah, kalau begitu bisa saya lihat Sim dan stnk milik adiknya?" Ucap polisi
"Oh itu, masalahnya.. saya nggak tahu dompetnya taruh dimana" ucap Kaituo
"Loh gimana sih" ucap Vani sembari berdiri dari duduknya, "Aduh.. keknya harus aku sendiri deh yang ambil"
__ADS_1
"Apa maksudmu" ucap Kaituo
Vani menyerahkan selembar kertas di tangannya pada Kaituo dan menoleh ke arah polisi, "Pak, mobil itu punya kak Kai. Jadi.. dia aja ya yang ditilang, aku ada urusan mendadak jadi harus pergi!" Ucapnya. Ia menoleh ke arah Kaituo dan tersenyum, "Tolong ya Kak Kai" ucapnya. Ia langsung berbalik dan berlari keluar dari kantor polisi
"Heii! Aku juga bawa mobil!" Seru Kaituo, "Hahh.. dasar, nyesel aku kesini"
"Mari ikut saya" ucap Polisi
"Baik" ucap Kaituo. Ia terpaksa mengurus surat tilang menggantikan Vani
Di trotoar depan kantor polisi, Vani menghentikan sebuah taxi dan menaikinya menuju markas CRIFITY. Beberapa saat di perjalanan, Vani sampai di tujuan. Setelah membayar ongkos taxi, ia turun dan segera berjalan menuju pintu markas. Ketika hendak membuka pintu markas, seseorang memanggilnya, "Vani?" Panggil seseorang
Vani mengenali suara itu dan segera menoleh ke asal suara, "Citra!"
"Kamu balik" ucap Citra senang. Ia menghampiri Vani dan memeluknya, "Aku pikir kamu pergi gitu aja"
"Ahahaha.. maaf, aku ngga pernah hubungi kamu" ucap Vani dengan tawa kecil
"Syukurlah kamu balik lagi, ayo masuk" ajak Citra
"Ayok" ucap Vani senang, "Btw kamu beli apa?"
"Aku dari minimarket depan beli cemilan" ucap Citra. Mereka berdua masuk bersama ke dalam markas, "Kamu kelas tiga kan, pasti sibuk ujian ya"
"Ujianku besok"
"Ngga boleh ya?"
"Boleh boleh aja kok. Kamu udah belajar?"
"Udah"
"Yakin?"
"Yakin"
"Ya udah, kalau gitu nggak masalah" ucap Citra sembari tersenyum. Ia membuka pintu ruang kumpul markas itu
'cklekk'
"Ta.. daa... Lihat siapa yang dateng bareng aku" ucap Citra
"VANI!!!" Ucap Ray dan Jack terkejut bersamaan
"Hai Van, lama nggak kesini" sapa Jorhan
__ADS_1
"Hai juga Han" sapa balik Vani, "Eh... Btw, Jack. Perasaan tadi kamu bilang mau kerja kelompok kan? Kok udah disini aja"
"Kenapa kamu kesini?!" Tanya Jack sembari berdiri dari duduknya
"Aku kan juga anggota disini, wajar dong kesini" jawab Vani
"Pulang! Kamu udah aku keluarin! Jangan pernah kesini lagi!"
"Aku bukan anggota lagi?"
"Iya, sekarang keluar dari sini!"
"Tapi Jack.. " ucap Citra, "Tim kita nggak butuhin orang ceroboh kayak dia" saut Jack
"Yah.. sayang banget aku bukan anggota lagi" ucap Vani dengan ekspresi sedihnya, "Eh.. aku bisa daftar masuk lagi ngga?"
"Jangan bercanda!" ucap Jack dengan ekspresi seriusnya. Ia menoleh kearah Ray, "Ray, bilangin dia!"
"Kapan kamu potong rambut?" Tanya Ray
"Wih.. kamu sadar juga" jawab Vani senang, "Tadi aku ikut Jack ke salon, buat potong rambut"
"Harusnya kamu bilang ke aku, aku bisa anterin" ucap Ray
"Ray!!" Ucap Jack ngegas
Ray menoleh ke arah Jack, "Tenangin dirimu, aku nggak setuju Vani keluar dari tim, kau nggak bisa ambil keputusan sendiri"
"Denger tuh" ucap Vani
"Gimana kalau dia kena masalah lagi! Dia sendiri yang bakal rugi" Ucap Jack
"Kita bisa bantu dia bareng bareng kan" saut Jorhan
"Iya.. kita satu tim, Vani bakalan aman bareng kita" sambung Citra
"Tapi dia nggak bisa nurut" ucap Jack
"Aku janji bakal ikutin instruksinya" ucap Vani sambil tersenyum
"Aku tau kamu khawatirin Vani. Vani juga udah janji kan bakalan nurut, apa salahnya kasih kesempatan ke dia" ucap Citra
"Boleh ya Jack" pinta Vani
"Hahh.. terserah kalian" ucap Jack pasrah. Ia kembali duduk dan meneguk segelas minuman dari meja hadapannya
__ADS_1
"Nah.. gitu dong" ucap Vani senang
("Apa yang mereka omongin? Mereka nggak mikir apa?! Pertemuan sore ini kemungkinan akan dihadiri kakaknya. Gimana kalau dia sadar ada Vani?!") batin Jack khawatir