
"Em.. Kak Vani sendiri lagi apa disini?" Tanya Sindy
"Cuma jalan jalan aja. Oh ya, mulai sekarang jangan ganggu anak ini ya. Kalau sampai ketahuan kalian lakukan lagi, kalian akan berurusan denganku" Ucap Vani sambil tersenyum kecil
"Hum.. Kalau kak Vani yang minta, iya deh. Tapi kakak harus mau foto sama kita" Ucap Winda
"Okeysip, no problem" Ucap Vani
"Asik" Mereka bertiga merapat ke Vani untuk mengambil gambar bersamanya, "Satu.. Dua.. Cheese"
'Ckrekk'
"Waahh, makasih kak" Ucap Clara
"Kalian pergi gih, beli ice creamnya sendiri. Aku pinjam dia" Ucap Vani
"Kakak mau ice creamnya juga?" Tawar Clara
"Nggak usah. Sana pergi, keburu habis loh" Ucap Vani
"Iya kak, makasih fotonya. Trus juga ingat kita bertiga yah!" Ucap Clara sembari berjalan pergi menuju kedai Ice cream di sana
'Etto.. Kak, permisi. Bisa tolong lepaskan tangannya?' Ucap Valencia lirih
Vani terkejut dan langsung melepaskan genggamannya, ia menoleh ke arah anak itu, ("Kaget!") "Kalau nggak salah namamu Valencia kan?"
"Iya kak, terimakasih sudah menolongku" Ucap Valencia tertunduk
"Hmm.. Aku tau alasanmu nunduk terus dari tadi, coba tatap mataku" Ucap Vani. Valencia menaikkan pandangannya dan menatap Vani
"Udah kuduga, awalnya kukira kamu punya dendam tersembunyi. Ternyata cuma tatapanmu aja yang tajam" Ucap Vani lega
"Eh? Kakak tidak marah aku tatap seperti ini?" Tanya Valencia
__ADS_1
"Marah? Buat apa? Menurutku punya mata tajam itu keren, aku juga pengen punya" Ucap Vani sambil tersenyum
"Terimakasih" Ucap Valencia
"Ha? Terimakasih?" Tanya Vani bingung
"Kakak orang pertama yang mengatakannya, itu membuatku merasa senang" Jawab Valencia
"Kamu sering mengalaminya ya? Perundungan" Ucap Vani
"Nggak masalah kak, mereka cuma menyuruhku melakukan pekerjaan kecil" Ucap Valencia
"Kecil kamu bilang?! Jangan mau dong! Kalau diladenin terus bisa bisa ngelunjak mereka. Lawan aja, kalau perlu habisin!" Ucap Vani kesal
"Aku sudah pernah menolaknya, tapi tetap saja tidak bisa" Ucap Valencia murung
"Ahahahaaa, tenang aaja. Suatu saat pasti kamu bisa melakukannya" Ucap Vani dengan tawa kecil,"Jangan pikirin itu, mereka nggak akan ganggu kamu lagi. Oh ya, kamu lapar? Mau makan bareng?"
"Nggak kak terimakasih" Tolak Valencia
"Ayo ku traktir makan" Ajak Vani, "Tunggu sebentar" Ia membuka handphonenya dan mencari lokasi restoran terdekat dari tempatnya, "Yosh, ayo jalan" Mereka berdua berjalan berdampingan menelusuri trotoar menuju restoran. Di tengah perjalanan, mereka terhenti karena melihat sebuah perkelahian yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri
"Wah seru kayaknya" Ucap Vani bersemangat
"Heh? seru?" Tanya Valencia bingung
Vani menoleh ke arahnya, "Eh maksudku bahaya!" Ia melepaskan tasnya dan memberikannya pada Valencia, "Pegang ini, aku akan bantu korbannya!" Ia langsung berlari menghampiri orang orang yang sedang berkelahi
"Eh kak jangan" Seru Valencia, namun Vani tidak meresponnya
Vani berdiri tepat di belakang tiga orang pria dewasa yang sedang memukuli seseorang, "Hey bang, abang.. ab*ngsat!" Panggil Vani
"Heh?! Siapa Lu?! Temen anak kere ini hah?!" Tanya salah satu orang. Saat melihat orang yang sedang ditindas, Vani sedikit terkejut
__ADS_1
"Lah ternyata orang gila, lanjut aja bang" Ucap Vani
"Orang gila? Maksud lu apaan?!" tanya salah satu orang
"Kalian bertiga liat dia ngobrol sendiri nggak?" Tanya Vani
"Berisik!" Ucap laki laki yang sedang duduk di trotoar dengan muka babak belur
"Ahahahaa iya, gw liat. Gw kira ada orang, tapi kosong. Aneh ni anak emang"
"Yekan? Lepasin aja bang, orang gila mana punya duit. Mending cari kerja gih, cari duit halal" Ucap Vani
"Ini lagi kerja cukk! Lu buta apa?! Lu punya duit kagak? Bagi ke kita!"
"Aku belum kerja, mana punya duit. Duit ortu ada tapi" Ucap Vani
"Yaudah, bagi sini. Kita nggak perlu lukain lu"
"Heh? Mana mungkin ku serahin. Langkahin aku dulu bang, mau coba war?" Ucap Vani sombong
"Waah, bisa gelut juga lu ya? Ayo, kita lihat seberapa kuat kemampuan lu"
"Hayuk, siapa takut" Ucap Vani
'Buag.. Bug.. Bag!'
Vani langsung menyerang orang di hadapannya, namun orang itu berhasil menangkis setiap serangan yang di luncurkan Vani, "Uwaa, tangkisannya keren bang" Ucap Vani sembari berjalan mundur untuk menjaga jarak
"Lu ngeremehin kita hah?!"
'Buag.. Bug.. Bag.. Buag'
orang itu menyerang balik Vani, namun Vani juga berhasil menangkisnya, "Bagus juga kemampuan lu, latihan dimana hah?!"
__ADS_1
"Thanks bang, hasil otodidak nih" Ucap Vani bangga