
Di dalam restoran yang ramai akan pengunjung itu, Vani merasa banyak mata yang memandang ke arah mereka. Ia menoleh ke arah Darren yang duduk disampingnya, 'apa menurutmu pengunjung lain ngeliatin kita?' Tanya Vani lirih
"Oh.. masker aku" ucap Darren teringat sembari menaikkan masker di dagunya "sepertinya mereka mengenali aku"
"Oh iya! Kamu kan termaksud publik figur!!" Ucap Vani yang juga teringat suatu hal tentang Darren yang merupakan seorang model
"Kita membicarakannya sebelumnya, kamu lupa dengan cepat" ucap Darren
"Apa kamu ngga masalah tetap disini? Apa perlu pindah tempat?" Tanya Vani
"Tidak akan menjadi masalah, mereka tidak akan berani mengganggu kita. Mereka akan diusir dari restoran ini jika mereka membuat keributan" jawab Darren
"Tapi gimana kalau kamu kena kasus. Ee.. misalnya, ada yang ambil fotomu lagi bareng aku, trus mereka bikin berita palsu kalau kamu lagi date sama aku"
"Tidak masalah jika denganmu"
"Ngga bisa dong, karirmu bisa turun" ucap Vani
"Bagaimana bisa menurun, kakakmu adalah ceo terkenal di negara ini. Karirku justru akan menaik tinggi" ucap Darren
"Iya juga, the power of Khakim" ucap Vani bangga
"Apa kita perlu mengadakan date sungguhan berdua?" Tanya Darren
"Ngga bisa, aku punya pacar" jawab Vani
'what a pity' gumam lirih Darren sembari menurunkan pandangannya
['sayang sekali']
"Apa tadi?" Tanya Vani
__ADS_1
"Tidak ada" jawab Darren
"Vani" panggil seseorang. Darren dan Vani langsung menoleh ke asal suara. Kaituo berdiri di samping meja mereka sembari membawa sebuah jaket tebal di tangannya, "Kai!" Ucap Vani
"Kaituo?" Tanya Darren
Kaituo tidak menghiraukan Darren, pandangannya fokus pada Vani "kamu bohong padaku?! Temanmu bukan cewek!"
"Vani tidak berbohong, bukan aku temannya. eh.. Aku juga temannya tapi temannya seorang cewek sedang berada di toilet" jelas Darren
("Dia paham bahasa negara B") batin Kaituo. "Oh" sambung ucapnya
"Kok kamu tau aku disini?" Tanya Vani
"Aku bisa temuin kamu dimana pun kamu berada" ucap Kaituo
"Yee.. pake gps" ucap Vani dengan ekspresi datar
"Aku ngga beli, ini punya Darren. Dia pinjamin ke aku" ucap Vani
Kaituo pergi ke belakang kursi Vani dan membantunya melepas jaket yang ia kenakan. Kaituo menggantinya dengan jaket baru yang ia bawa "pake ini aja" ucapnya
"Okey" ucap Vani menurut
Kaituo meletakkan jaket Darren di atas meja hadapan Darren "thanks" ucapnya
"No problem" ucap Darren
"Kai duduk. Kamu kesini bukan buat anter jaket ini doang kan? Presentasimu dah selesai juga kan?" Tanya Vani
Kaituo mengangguk kecil, "iya selesai" ucapnya. Ia duduk di kursi kosong di samping Vani. Ia sedikit melirik ke arah Darren yang juga terlihat sedang memperhatikannya, "apa yang kau lihat?" Tanyanya
__ADS_1
"Oh.. tidak ada" jawab Darren terkejut
"Aku nggak nyaman diliatin begitu, punya dendam?" ucap Kaituo sembari mengalihkan pandangannya
"Tidak, Maafkan aku" ucap Darren
"Siapa kau? Kenapa sebelumnya kau tahu namaku?" Tanya Kaituo
"Dah aku bilang dia Darren. Dia dulu yang tolongin aku pas aku jatuh dari tebing" potong Vani
"Hmm.. kalau gitu, terimakasih" ucap Kaituo
"Untukku?" Tanya Darren
"Bukan" ucap Vani dengan ekspresi datar
"Oh.. ahaha.. aku pikir dia mengatakannya untukku" ucap Darren dengan tawa kecil
"Nggak.. aku bicara padamu, terimakasih udah tolong Vani sebelumnya" ucap Kaituo
"Tidak masalah, sesama manusia harus saling tolong menolong. Tidak mungkin aku membiarkan manusia yang membutuhkan pertolongan tanpa melakukan pertolongan" ucap Darren
"Kenapa kau pakai masker?" Tanya Kaituo tiba tiba
"Njirr, ga nyambung amat sama topik sebelumnya" ucap Vani dengan ekspresi datar
"Tidak ada alasan khusus" jawab Darren
"Oh" ucap Kaituo. Mereka bertiga terdiam tanpa membicarakan apa pun lagi. Vani mulai merasa canggung di tengah keheningan itu
("Kenapa diem?! Aku harus buka obrolan tentang apa?!") Batin Vani bertanya-tanya
__ADS_1