Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter89


__ADS_3

"Tidak mungkin" ucap Kim, "Saya selalu cek nilai raportnya, dia selalu mendapat nilai terbaik di sekolahnya"


Kim teringat sesuatu dan ia menoleh ke arah Vani, "Oh.. kamu hanya memperlihatkan foto lembaran nilainya saja, bagaimana dengan lembaran lainnya?"


"Hehe... Kehadiranku kurang lebih sama dengan Putri" ucap Vani sambil tertawa kecil


"Apa?!" Ucap Kim terkejut


"Kamu sering bolos sekolah?" Tanya Kaituo terkejut


Kim menoleh ke arah Kaituo, "Bukankah tahun lalu kau satu sekolah dengannya?"


"Aku nggak tahu kalau dia bolos! Gedung kelas kita beda" Jawab Kaituo


"Kenapa kau tidak mengawasinya?!"


"Stop stop, bukan saatnya bahas ini" ucap Vani


"Kita selesaikan dirumah" ucap Kim dengan tatapan tajam ke arah Vani


("Gawat Jirr") batin Vani cemas


"Di sekolah, Vani yang menjadi penggagas ide setiap bolos. Dia sering tidak mengajakku, otomatis bolosnya bahkan lebih banyak dariku" jelas Putri senang


("Ni anak mancing mancing lagi. Padahal didepannya ada piring isi ikan segede itu, masih belum cukup apa?") Batin Vani


"Tapi nilainya tidak berubah dan malah meningkat" ucap ibunya Putri sembari menoleh ke arah Putri


("Woah.. skak dong, nice counter tante!") batin Vani senang, "Ahahhaa.. kenapa kita membahas nilai di acara seperti ini? Oh yaa..." ucap Vani sembari menunjuk ke arah seorang anak laki-laki asing yang duduk di samping neneknya, "Siapa anak yang duduk di sebelah nenek Ishikawa?"


Ishikawa, marga keluarga orangtua ibu Vani yang tinggal di negara B, namun beda kota dengan tempat tinggal Vani. Kakek Ishikawa sudah meninggal dunia dan sekarang tersisa nenek Ishikawa yang tinggal bersama paman dan bibi Vani dengan seorang anak laki-laki


"Nak Vani, kamu tidak mengenalinya?" Tanya nenek Ishikawa


"Tentu tidak nenek, mereka dulu hanya pernah bertemu saat masih kecil. Mereka tidak mungkin mengenali satu sama lain saat ini" ucap Kim


"Hmm?" Gumam Vani bingung


Anak asing itu berdiri dan membungkuk memberi hormat, "Saya Nicho Ishikawa"


"dia anak om dan tantemu" ucap Kim


"Heh?! Anaknya om?!" Ucap Vani terkejut


Nicho kembali duduk di kursinya, "Selama ini saya bersekolah di sekolah asrama kota G. Saya jarang ke kota ini"


"Oh.. begitu yaa" ucap Vani


'Kamu tidak mengenali sepupumu sendiri?' Tanya Kaituo lirih


'Mana kutahu' balas Vani


"Oh ya, Nak Kim. Kamu belum pernah mempunyai kekasih kan? Bagaimana tanggapanmu tentang Cahya? Bukankah dia gadis yang cantik dan berbakat?" Ucap kakek Osamu

__ADS_1


'uhuk.. uhukk' Kim tiba tiba tersedak minumannya sendiri


"Nak Cahya, bagaimana tanggapanmu tentang cucu kakek ini?" Ucap kakek Osamu


"Saya dengar dari adik saya, Kim seorang yang baik dan penyayang. Dia juga tampan dan juga seorang ceo. Tapi saat ini saya sudah memiliki seorang kekasih" ucap Cahya


"Benarkah? Kenapa tidak pernah mengenalkannya pada kami?" Ucap ibunya Putri


"Iya kak kenapa?" Sambung Putri penasaran


"Kami masih belum siap untuk mempublikasikannya" ucap Cahya


("heh?! Kak Cahya punya pacar? Gimana sama pak Azka?!") Batin Vani terkejut


"Ahahahaa.. sayang sekali yaa" ucap Kakek Osamu, "Kim ini, umurnya sudah dua puluh enam tahun. Tapi dia tidak pernah berniat untuk mencari pasangan. Dia selalu disibukkan dengan pekerjaannya. Kakek jadi cemas jika saat dia semakin tua, tidak ada yang menjaganya. Jadi kakek berencana mencarikannya seorang gadis yang baik untuknya"


"Saya juga memiliki seorang kekasih" ucap Kim dengan ekspresi tegas. Seluruh orang di sana langsung menoleh ke arahnya


"Heh?! Seriusan?!" Tanya Vani terkejut


"Siapa?!" Sambung Kaituo terkejut


"Telpon dia sekarang, jangan berbohong" ucap Kakek Osamu


"Baik kakek" ucap Kim. Ia membuka handphonenya dan menghubungi seseorang dengan video call


'tutt..'


("Beneran pacar?! Kenapa dia sekaku itu?!") Batin Vani


'siapa sayang?' balas seseorang dari handphone Kim


Kim memberikan handphonenya ke Kakek Osamu, "Ahahahaa.. kakek Kira Kim bercanda tentangmu" ucapnya senang


'selamat sore kakek' sapa gadis itu dari telepon


"Disini sudah malam" ucap kakek Osamu


'ahahahaa.. benar juga, apa kalian sedang makan malam bersama?'


"Iya, lihat ini" ucap kakek Osamu. Ia memperlihatkan semua orang yang ada di sana dengan memutar handphonenya


Saat Vani melihat wajah wanita yang Kim maksud pacarnya, ia langsung mengubah ekspresinya menjadi datar, ("Sekretaris Aeera") batinnya


'wah.. ramainya. Maaf kakek, saya tidak bisa ikut bergabung disana' ucap Aeera dari telepon


"ahahahaa.. tidak apa, kakek senang melihatmu. Lain kali datanglah bersama Kim ke kediaman Osamu di negara A ya" ucap kakek Osamu


'pasti kakek, saya menantikannya. Sepertinya saya terlalu lama mengganggu makan malamnya, salam untuk semuanya kek' ucap Aeera dari telepon


"Iya.. salam juga untuk keluargamu" ucap kakek Osamu. Ia mengembalikan handphone itu kepada Kim dengan senyuman kebahagiaan, "kakek kira kamu hanya bicara omong kosong, tapi nyatanya tidak. Ajak dia makan malam bersama secepatnya ya, nak Kim"


"Baik kakek" ucap Kim dengan senyuman kecil

__ADS_1


"Ahahhaa.. sepertinya perjodohan ini tidak berjalan lancar. Mereka berdua sudah memiliki kekasih, seharusnya kita tanya dulu mereka" ucap Kakek Osamu


"Tidak apa tuan, dengan begini kita bisa makan malam dan berbincang bersama" ucap ayahnya Putri


"Oh ya, bagaimana dengan nak Vani dan nak Kaituo?" Tanya ibunya Kaituo


"Ibunda, kita masih terlalu muda untuk melakukan semua itu" jawab Kaituo


"Tidak perlu malu malu, katakan saja berapa lama kalian sudah berpacaran?" Ucap ibunya Kaituo


Saat itu Putri kembali menatap Vani dengan tajam. Vani menyilangkan tangannya dan sedikit menggelengkan kepalanya


"Kami nggak pacaran tante" ucap Vani


"He?"


"Tidak ibunda, Vani sudah memiliki seseorang yang dia sukai" ucap Kaituo


"Benarkah? Siapa laki laki yang lebih hebat dari Kaituo?" Ucap ibunya Kaituo


"Ray" jawab Vani sambil tersenyum


"Siapa Ray?" Tanya Kim


"Dia anak kuliahan semester dua" jawab Vani


"Anak berambut putih yang pernah kamu ajak bertemu kakak dulu?" Tanya Kim


"Bukan bukan, kalau dia Jack" ucap Vani


"Berapa banyak pacarmu?"


"Aku belum pacaran"


"Benarkah?" Tanya ibunya Kaituo, "Berarti masih ada kesempatan" sambungnya sembari menoleh ke arah Kaituo


"Eee.. bukannya kita kesini untuk makan malam?" Ucap Vani


"Oh benar.. mari makan" ucap Kakek Osamu. Pelayan yang mendengar aba abanya langsung memanggil pelayan lain untuk menambah hidangan di atas meja. Mereka semua makan malam bersama sembari berbincang-bincang dengan senang


Selesai makan, mereka semua keluar dari ruang makan dan menaiki lift untuk naik ke lantai sepuluh aula tempat pesta di selenggarakan. Kim, Vani, Kaituo, Putri, Cahya dan Nicho menggunakan lift ke tiga untuk naik


"Btw sekretaris Aeera beneran pacarnya Khakim?" Tanya Vani


Kim membisikkan sesuatu pada Vani, 'Nggak, ini cuma rencana kakak'


"Heh?!" Ucap Vani terkejut


"Apa yang kalian berdua bisikkan?" Tanya Kaituo penasaran


"Anda kepo" ucap Vani sambil tersenyum senang


'tingg' Pintu lift terbuka di lantai 10, mereka semua keluar dari lift

__ADS_1


__ADS_2