Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter242


__ADS_3

Keesokan harinya, jam 7 pagi. Vani terbangun dari tidurnya dan langsung bangkit dari ranjangnya. Saat menoleh ke arah sampingnya, ia terkejut melihat dua ranjang baru yang sebelumnya tidak ada. Kaituo yang sedang memainkan handphone di ranjang tengah menyadari Vani terbangun dan menoleh ke arahnya, "kenapa pasang ekspresi begitu?" Tanyanya


"Kok kasurnya tiga?!" Tanya Vani


Darren yang mendengar kebisingan kecil perlahan terbangun dari tidurnya, "Hoahh.. Selamat pagi kalian berdua" Ucapnya sembari bangkit dari tidurnya


"Pagi Darren, apa suaraku bikin kamu kebangun?" Tanya Vani


"Iya, aku mendengar suaramu dan terbangun" Ucap Darren sembari merapikan rambutnya yang acak acakan setelah bangun tidur. Kaituo langsung menoleh ke arah Darren, "Kau kebangun cuma gara gara obrolan kecil?!" Tanyanya syok


"Iya aku cukup sensitif terhadap suara saat tidur" Jawab Darren


"Omong kosong! Kemarin aja ku bangunin nggak bangun bangun!" Ucap Kaituo ngegas


"Eh??" Darren tersadar tempatnya tidur sebelumnya berpindah, Ia menoleh ke arah Kaituo, "Apa kamu yang memindahkan aku ke ranjang ini? Terima kasih" Ucapnya sembari tersenyum


"Hah? Kau yakin kau udah bangun?" Tanya Kaituo


"Ah iya kakimu sedang sakit, berdiri sendiri saja tidak mampu. Tidak mungkin kamu yang memindahkan aku kesini" Ucap Darren tersadar


'drrtt.. drtt' Handphone yang Kaituo pegang berdering mendapat panggilan. Ia langsung menerima panggilan telepon itu


'tutt'


"Kenapa Kim?" Tanya Kaituo


'kau udah bangun?' Tanya balik Kim dari telepon


"Belum" Ucap Kaituo dengan ekspresi datar


'tutt..' ia langsung memutuskan panggilan telepon itu


"Kenapa Khakim?" Tanya Vani

__ADS_1


'drrtt.. drtt..' handphone Kaituo kembali berdering. Ia menoleh ke arah Vani, "Bentar" Ucapnya


'tutt..'


'kenapa dimatiin?! Kakak belum ngomong apa apa!' Ucap Kim ngegas dari telepon


"Iya.. Ada apa" balas Kaituo


'Kakak nggak bisa jemput kalian dan antar langsung ke bandara, meeting yang kemarin ketunda udah nggak bisa ditunda lagi. Surat kepulanganmu udah kakak urus, Kakak udah siapin sopir dibawah, kalian bisa langsung ke bandara kalau udah siap. Bilangin ke Vani...' jelas Kim terhenti, "Bilang sendiri" Saut Kaituo. Ia memberikan handphone itu pada Vani, "Van, Kim mau ngomong" Ucapnya


Vani menghampiri ranjang Kaituo dan duduk di pinggirannya. Ia menerima handphone itu dan mendekatkannya ke telinga, "Iya Khakim? Ngomong apa?" Tanyanya


'Maafin kakak Vani, kakak nggak bisa antar kamu ke bandara' ucap Kim sedih


"Khakim ngga ikut ke negara B?" Tanya Vani


'Belum bisa untuk sementara ini, nggak papa kan?'


'Kakak bakalan datang pas ulang tahunmu, satu minggu stay di rumah gimana?' Ucap Kim dari telepon


"Beneran? Seminggu loh!" Tanya Vani bersemangat


'iya iya, kamu mau hadiah apa dari kakak?'


"Ngga perlu, aku cuma pengen ngumpul bareng di rumah aja" Ucap Vani


'kalau gitu kakak yang putusin kasih kamu hadiah apa' Ucap Kim dari telepon


"Okeoke, terserah Khakim" Ucap Vani senang


'Ya udah, jadi anak yang baik. Bantu bibi rawat Kaituo sampe sembuh' Ucap Kim dari telepon


"Siap" Ucap Vani

__ADS_1


'kakak harus segera meeting, bye bye Vani' Ucap Kim dari telepon


"Bye Khakim" Ucap Vani


'tutt.. tutt.. tut..' panggilan terputus


"Ini hp siapa Kai?" Tanya Vani sembari mengembalikan handphone itu pada Kaituo


"Dikasih Kim kemarin" Jawab Kaituo sembari menerima handphone itu, "Mau pulang sekarang?" Sambungnya


"Kalian mau langsung pulang?!" Tanya Darren terkejut


"Kamu boleh ikut, kita pakai pesawatnya Khakim" Jawab Vani


"Aku tidak bisa, aku akan pergi audisi siang ini" Ucap Darren


"Audisi?" Tanya Vani


"Aku ingin mencoba sesuatu yang baru, ini pertama kalinya aku mengikuti audisi pemeran untuk serial drama. Aku tidak masalah menjadi pemeran pendukung" Jawab Darren dengan senyuman kecil


"Casting maksudmu?! Wah.. Semangat kalau gitu!!" Ucap Vani bersemangat


"Kau ikut casting begitu, bagaimana dengan kuliahmu?" Tanya Kaituo


"Tidak akan berpengaruh pada kuliahku, aku akan mulai kuliah tahun depan kalau aku mendapat peran ini" Ucap Darren


"Nggak ngaruh gimana?" Ucap Kaituo dengan ekspresi datar


"You can do it!" Ucap Vani bersemangat


["Kamu pasti bisa!"]


"Terimakasih Vani" Ucap Darren senang

__ADS_1


__ADS_2