
3 jam di perjalanan, bus rombongan dari Academy B high school sampai di bandara. Siswa siswi turun dari bus dan membuat barisan perkelas. Vani menghampiri Agnes dari belakang dan menepuk punggungnya, "Woy!"
"Aaa... Sakit b*go! jahat amat!" Ucap Agnes sembari menoleh ke arahnya
"Lebih jahat mana sama temen yang punya niat mau ninggalin temennya sendiri di negara orang?" Tanya Vani
"Ahahhaaha.. bukannya gitu. Aku dah larang sopirnya berangkat, eh.. mereka ngotot berangkat. Ngga ada pilihan lain deh" ucap Agnes
"Ngga mungkin pak sopir egois" ucap Vani
"Serius.. percaya deh ama aku" ucap Agnes sambil tersenyum
"Sesat" ucap Vani dengan ekspresi datar, "Toh kalau kamu terpaksa, kenapa ngga hubungi aku?"
"Handphone lowbat" ucap Agnes
"Lowbat? Kenapa bisa read chatku?"
"Pas itu dah penuh itu"
"Trus kenapa pas penuh ngga bales chatnya?"
"Lupa"
"Haishh.. ngeles mulu" ucap Vani
Evano datang menghampiri mereka berdua, "Kamu baik baik aja?"
Mereka berdua menoleh ke arahnya bersamaan, "Liat kan, dia baik bat malah!" Ucap Agnes
"Baik palamu! Aku hampir aja di usir di bus kedua, untung ada Putri" ucap Vani
"Iya, aku paham perasaanmu. Tapi sekarang kita harus kumpul" ucap Evano cuek. Ia berbalik dan berjalan pergi meninggalkan mereka berdua
"Wahh.. Evano sangat sangat paham perasaanmu" ucap Agnes takjub
"Hum.. iya, jadi terharu" ucap Vani sembari mengamati Evano berjalan menjauh dari tempatnya berdiri
"Aku jadi kasian sama pacarnya. Pas pacarnya ngambek trus Evano bilang ngerti perasaannya tapi dia langsung pergi jalan duluan. Kira kira gimana?" Ucap Agnes penasaran
"Ceweknya bilang gini pas di tinggal jalan duluan. Peduli matakau!" Ucap Vani
"Ahahahaa..." Agnes tertawa sembari menepuk nepuk pelan punggung Vani, "Sungguh bar bar ceweknya Evano"
"Bukan aku anj*ng" ucap Vani ngegas
"Mau coba pertama kali pacaran sama dia?" Tanya Agnes
Vani menoleh ke arah Agnes, "Evano?" Tanyanya
"Iya. Selama ini cuma kamu yang keliatan deket sama dia. Apa salahnya coba? Kamu juga belum pernah pacaran kan" ucap Agnes
"Oh jadi pacar simulator?" Tanya Vani
"Ga gitu juga. Kalau dia tau kamu cuma main main, dia pasti sakit hati"
"Hmm.. jangan Evano, ku suka orang lain. Minggu depan aku pacaran sama dia hehe" ucap Vani sambil tersenyum
"Njirrr.. positif thinking amat" ucap Agnes
__ADS_1
"Tahun lalu dia tembak aku, trus bilang suka" ucap Vani
"Tapi kamu tolak dia, gatau dia udah move on belum"
"Ntar gantian, ku yang tembak dia"
"Kalau dah move on, gimana?" Tanya Agnes
"Ngga mungkin, tadi malem kita telponan"
"Siapa yang telpon pertama?"
"Aku"
"Kalau dia suka kamu, dia yang telpon duluan. Fiks.. dia dah move on" ucap Agnes
"Hm.. kamu ngga ada support sama sekali. Teman macam apa" ucap Vani
"Ahahaha.. nggak nggak nggak. Fighting Vani! Jiayou! jeongsin! Ganbatte nee! Zemangad!" Ucap Agnes bersemangat
"Menurutmu.. aku kasih dia apa pas nembak? Bunga? Coklat? apa boneka?" Tanya Vani
"Kamu karakter cewek jirr, bukan cowoknya!" ucap Agnes, "Kalau Ray beneran suka sama barang yang kamu sebutin tadi, kamu ngga risih pacaran ama banci?"
"Ray bukan banci ya!" Ucap Vani ngegas
"Oiya.. slow slow" ucap Agnes
Evano kembali menghampiri mereka berdua, "Kenapa masih disini!" Ia menggapai tangan Vani dan menariknya pergi untuk berkumpul, "Bye Nes" ucap Vani
Vani dan Evano berkumpul di barisan ketua kelas dan wakil ketua. Setelah mendapat pengarahan dari pembimbing, mereka kembali ke barisan untuk mengatur kelasnya. Mereka kembali ke Negara B dengan menaiki pesawat terbang
"Van, bareng skuy" ajak Agnes
"Ngga.. Ku naik taxi" ucap Vani
"Ya udah, bye" ucap Agnes sembari masuk ke dalam mobilnya
"Bye" ucap Vani sembari melambaikan tangannya. Vani menyeret kopernya berjalan menghampiri area taxi. Di tengah berjalan, sebuah mobil berhenti tepat di depannya, "Woy!" Teriak Vani terkejut
'tinnnnn' Klakson panjang mobil itu
Ketika mengenali mobil itu, Vani langsung menoleh ke arah tempat duduk pengemudinya, "Bahaya woy!"
Jendela kaca mobil turun dan kepala Kaituo terlihat muncul dari sana, "Cepat masuk" ucap Kaituo sambil tersenyum kecil
"Aku naik taxi" ucap Vani sembari berjalan melewati mobil itu
'cklek..' Kaituo segera keluar dari mobil dan merebut koper yang di bawa Vani. Ia memasukkannya ke dalam mobil, "Ayo pulang"
"Hmm" Vani menurutinya dan mereka berdua masuk ke dalam mobil. Vani memasang sabuk pengaman dan menoleh ke arah Kaituo yang duduk di kursi kemudi sampingnya, "Kok kamu tau aku dah pulang?"
"Instingku tajam" jawab Kaituo sembari menyalakan mesin mobil. Ia menginjak pedal gas dan mobil itu melaju pergi dari bandara, "Kenapa ngga pernah telpon?"
"Kenapa harus telpon kamu? Kangen ya?" Ucap Vani
"Iya"
"Heh?" Vani langsung menoleh ke arahnya
__ADS_1
"Kenapa kaget gitu?! Apa pas aku pergi lama, kamu nggak kangen?"
"Aku bersyukur bat kalau itu terjadi" ucap Vani senang
"Yakin?" Tanya Kaituo
"Becanda becanda"
"Mau makan dulu nggak? Kamu keliatan kurus. Apa mereka nggak kasih kamu makanan?" ucap Kaituo
Vani memasang ekspresi datar sembari menoleh ke arah Kaituo, "Hey, aku cuma pergi tiga hari doang"
Mobil itu melaju ke arah yang berbeda dengan lokasi rumah Vani, Vani menyadarinya dan menanyakan hal itu pada Kaituo, "Kemana kita?" Tanya Vani
"Butik" jawab Kaituo
"Heh?! Kenapa kesana?!"
"Kita belum siapin apa apa buat nanti malam"
"Aku belum istirahat loh, kasih waktu lah" keluh Vani
"Cuma sebentar"
"Tcihh.. ngga usah, di rumah ada gaun dari Khakim sama ortu dulu"
"Kim udah pesenin, kita ke sana buat coba pakai" jelas Kaituo
"Gimana dia tau ukurannya? Kalo kebesaran ku ngga pake"
"Lakuin aja kalau mau buat Kim kecewa sama kamu"
"Hmm..."
Sesampainya mobil di depan butik, mereka berdua turun dan masuk ke dalam. Mereka di sambut ramah oleh pegawai butik yang mengenali mereka berdua, "Selamat datang tuan Kaituo dan nona Vani"
Vani mengamati seluruh butik yang terlihat sangat terang dan mencolok, "Kai.. btw Zura butik ini punya putri juga kan?"
"Punya ortunya" jawab Kaituo
"Sama aja"
"Beda"
"Hmm.. oke" Vani mengangkat tangan kirinya untuk menunjukkan jam tangannya, "Trus juga.. jam tangan ini buatan Zura kan?"
"Iya"
"Kenapa semua merk fashion harus Zura?!" Tanya Vani heran
"karena Zura merk fashion terkenal nomor satu di dunia"
"Nomor satu ya? palingan juga gaada yang lain, jadi nomor satu deh, kan gaada saingan wkwk"
"Terserah pemikiranmu" ucap Kaituo
"Ehem.." ucap pegawai butik yang berdiri tidak jauh dari mereka dan mendengar semua pembicaraan mereka
"Eh.. becanda kak, jan baperan" ucap Vani sambil tersenyum kecil
__ADS_1