Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter16


__ADS_3

Vani mengambil paketnya dan membawanya ke kamar. Di kamar ia meletakkan paket itu di atas meja dan pergi mengganti pakaiannya. Ia duduk di sofa dan membuka handphonenya. Ia menghubungkan handphonenya dengan Wi-Fi rumahnya. Ia sedikit terkejut melihat banyak notifikasi chat yang muncul dilayar handphonenya


"Anjayy, banyak yang chat nih. Emang terkenal banget aku ya" Ucapnya senang. Ia membuka chat chat itu, "Njirr, ini chat tadi siang, kenapa baru masuk?"


Terlintas suatu pemikiran di kepalanya, Ia mengecek paket kuota kartunya dan langsung memasang ekspresi datar, "Kuotanya abis ternyata, ko gaada notif si?" Ia segera mengisi kembali paket kuotanya melalui handphonenya


Beberapa menit terdiam,


"Hum.. Ke sana aja deh" Ucapnya sembari berdiri dari duduknya. Ia mengambil kotak paket dan membawanya keluar kamar. Ia turun menuju lantai dasar dan menemui bibi yang sedang berada di dapur


"Bibi" Panggil Vani


Bibi menoleh ke arahnya, "Iya Non? Ada apa?"


"Pas ku cari pasti bibi di dapur hehe. Oh ya, Kai mana?" Tanya Vani


"Belum pulang kayaknya Non, bibi belum lihat tuan Kaituo dari sore" Jawab Bibi


('Hum, nice'), "Bi, aku nganterin paket ke rumah temenku bentar" Ucap Vani sembari menunjukkan kotak paket di tangannya


"Loh? Itu bukan milik non Vani?" Tanya Bibi


"Bukan bi, ya udah aku berangkat" Ucap Vani


"Iya Non, hati hati. Jangan pulang terlalu larut"


"Siyap bi" Ucap Vani sembari melangkah menuju pintu utama rumahnya. Ia keluar dan berjalan menuju garasi rumahnya. Ia meletakkan paket yang dibawanya di atas stang sepeda dan melilitkannya dengan kabel rem sepedanya. Ia menaiki sepedanya dan mengayuhnya menuju markas CRIFITY


Beberapa saat kemudian, ia sampai di depan markas CRIFITY. ia mengambil kotak paket itu dan membawanya masuk ke dalam markas. Di dalam markas, ia hanya melihat Jorhan yang sedang duduk di depan layar monitor


"Han" Panggil Vani


"Hah?!" Jorhan terkejut dan langsung menoleh ke asal suara

__ADS_1


"Kok kaget gitu? Hayolo lagi liat paan?" Tanya Vani sembari berjalan mendekat padanya


"Aku cuma lagi gantiin Jack, siapa tau ada misi mendadak kan" Ucap Jorhan


"Kamu dari kapan disini?" Tanya Vani


"Siang, aku ambil kuliah pagi" Jawab Jorhan


"Hum, btw yang lain mana?"


"Kalau nggak salah, Ray sama Citra masih di kampus. Kalau Jack nggak tau, belum ketemu" Ucap Jorhan, "Kamu bawa apa?"


"Oh ini? Paket. Padahal niatku kesini mau ketemu Jack, tapi disini malah sepi" Ucap Vani sedikit kecewa


"Iya, sekarang kita jarang dapat misi. Sangat membosankan" Keluh Jorhan


"Bagus dong. Berarti kota ini aman kan?"


"Iya si, tapi kan.." Ucap Jorhan terhenti, "Benar juga, aku kangen beraksi" Saut Vani


"Em.. Nggak dulu, aku mau ketemu Jack hari ini" Ucap Vani


"Yah, sayang banget" Ucap Jorhan kecewa


"Lain kali Han" Ucap Vani


"Iya gapapa, sebentar lagi paling Ray atau Citra datang kesini"


"Hum, kamu tahu alamatnya Jack?" Tanya Vani


"Di lemari atas situ ada buku biodata member Crifity, Cek aja. Tim kita ada di halaman sebelas" Jawab Jorhan


"Oh oke" Vani menghampiri lemari dan membukanya. Ia sedikit terkejut melihat buku biodata member CRIFITY yang setebal kamus bahasa asing. Ia mengambilnya dan menunjukannya pada Jorhan, "Ini? Tebel amat"

__ADS_1


"Iya itu" Ucap Jorhan


Vani membuka halaman sebelas dimana daftar member CRIFITY di kotanya tercatat, ia mencari biodata Jack di sana, "Apartemen no dua puluh jalan ss. Jack tinggal di apartemen?" Tanya Vani


"Kamu baru tau? Dari smp dia tinggal sendiri di apartemen" Jawab Jorhan


"Heh? Perasaan pas ku antar pulang dulu, dia minta berhenti di depan rumah"


"Rumah? Owh rumah itu. Apartemennya masuk gang samping kanan rumah itu" jelas Jorhan


"Apartemen masuk gang? Emang ada? Kendaraan yang tinggal di apartemen, emang muat lewatnya?" Tanya Vani


"Hmm.. Cuma apartemen sederhana, nggak semewah yang kamu pikirkan. Motor masih bisa masuk, mobil nggak. Toh yang tinggal di situ kalangan menengah ke bawah, nggak mungkin punya mobil" Jawab Jorhan


"Gitu ya, jadi pen lihat. Ya udah aku ke sana sekarang" Ucap Vani bersemangat. Ia berdiri dan mengambil kotak paketnya


"Udah malem, nggak besok aja?"


"Bentar doang, bye Han" Ucap Vani sembari berjalan menuju pintu keluar


"Hati hati" Seru Jorhan


Vani kembali meletakkan kotak paket di atas stang sepedanya. Ia mengayuh sepedanya menuju alamat apartemen tempat Jack tinggal. Dengan panduan GPS, dalam seperempat Jam Vani sudah bisa sampai di tempat tujuan hanya dengan mengayuh sepeda melewati jalan tikus. Ia sedikit terkejut melihat apartemen kecil yang hanya tersusun 5 lantai dan perlantainya hanya terdiri dari 5 ruangan


('Ini apartemen? Apa rumah susun? Hum.. Rumah susun sama apartemen, bedanya dimana?'), "Masuk aja deh" Ucapnya sembari turun dari sepedanya. Ia mengambil paketnya dan berjalan masuk menuju apartemen


Di lobi apartemen, ia tidak melihat satu pun penjaga yang berada di sana, ('Keamanan nggak ada? Pengunjung yang dateng nggak perlu isi data? Gimana kalau ada penjahat masuk sini trus pasang bom?') Ia meneruskan langkahnya hingga sampai di depan satu satunya lift di apartemen itu. Ia terdiam ketika melihat tempelan kertas bertuliskan 'Lift dalam Perbaikan' terpasang di depan pintu lift, "Lift satu doang, rusak lagi"


Vani memutuskan untuk naik ke lantai atas melewati anak tangga. Ia harus naik melewati anak tangga hingga lantai 4 untuk menuju ruangan 20 di apartemen itu


Sesampainya di lantai 4,


"Hah.. hah.. capek juga naik tangga empat lantai, gimana nasib orang yang tinggal di lantai teratas coba?" Ucapnya sembari menstabilkan pernapasannya. Ia menegakkan badan dan meluruskan pandangannya, ('Kamar dua puluh, pasti di ujung kan?') Ia melangkah hingga sampai di depan ruangan 20 tempat Jack tinggal

__ADS_1


Vani membunyikan bel sekali dan menutupi mukanya dengan kotak paket yang ia bawa


__ADS_2