
Di dalam restoran, Vani mengeluarkan handphonenya dan menghubungi nomor Line
'tutt..'
'tut'
'Hi Van, where are you?' ucap Line dari telepon
['hai Van, kamu dimana?']
"I just walked into the restaurant, please raise your hand" ucap Vani
["Aku baru aja masuk restoran, tolong angkat tanganmu"]
'oh okay' ucap Line dari telepon. Ia menuruti permintaan Vani dan mengangkat tangannya. Vani mengamati seluruh isi restoran dan mencari seseorang yang mengangkat tangannya "I found your whereabouts" ucapnya
["Aku menemukan keberadaanmu"]
'oh really, I can't find you. Too many people are here' balas Line
['oh benarkah, aku tidak dapat menemukanmu. Terlalu banyak orang disini']
"Wait for me" ucap Vani. Darren mengikutinya menghampiri orang itu
Vani duduk bergabung dengan orang itu "Hi Line, nice to meet you" sapanya sembari tersenyum. Ia menoleh ke arah Darren yang masih berdiri di sampingnya "duduk aja Darren"
"Oh oke" ucap Darren
"Who are you? I called the waitress, why are you guys sitting here" Tanya orang itu
["Siapa kalian? Aku memanggil pelayan, kenapa kalian duduk disini?"]
Darren mengurungkan niatnya untuk duduk bergabung di meja itu
"Vani, I'm here!" Seru seseorang dari meja samping meja itu
["Vani, aku disini"]
Vani mendengarnya dan langsung berdiri dari duduknya "sorry for bothering you" ucapnya sembari tersenyum canggung
["maaf sudah mengganggu"]
"Puftt.." Darren terlihat menahan tawanya "Sorry miss, my friend's eyesight is a bit problematic" ucapnya
["Maaf kak, penglihatan temenku agak bermasalah"]
__ADS_1
"Okay, no problem" balas orang itu
"We are excused to go" ucap Darren. Ia menarik tangan Vani dan mengajaknya ke meja yang benar
["Kami permisi pergi"]
Vani mengamati orang di meja itu. Orang itu berpakaian santai dan menggunakan sebuah kacamata, rambutnya kucir satu dan wajahnya tidak terlihat menggunakan make up sama sekali "are you Line?" Tanyanya
"Yeah, I'm Line. You two just sit down" jawab Line
["Ya, aku Line. Kalian berdua duduk aja"]
"Oh okay" ucap Vani. Ia dan Darren duduk bergabung di meja itu
"Nice to meet you, Vani" ucap Line
"Nice to meet you too Line" balas Vani
Saat mengamati wajah Vani dengan seksama, Line merasa pernah melihatnya sebelumnya di suatu tempat. Ia mencoba mengingatnya kembali, ("blue eyes and white hair. Gosh, her name is Vani. Is she Vani Osamu the sister of Kim Osamu?!") Batin Line terkejut
["Mata biru dan rambut putih. Astaga, namanya Vani. Apa dia Vani Osamu adiknya Kim Osamu?!"]
Pandangan Line beralih ke arah laki laki disamping Vani. Ia kembali terkejut karena merasa pernah bertemu dengannya sebelumnya ("Is he Darren who has been a product advertising model in the company before?!") Sambung batinnya
("The two of them had met and even spoken to me a few times. Do they recognize me?!") Batin Line panik
["Mereka berdua pernah bertemu dan berbicara padaku beberapa kali. Apa mereka mengenaliku?!"]
"Line? Why are you silent?" Tanya Vani
["Line? Kenapa kamu diem?"]
"Em.. Have you seen me somewhere before?" Tanya Line cemas
["Em.. kalian pernah liat aku di suatu tempat sebelumnya?"]
"You seem familiar, but this is our first time meeting" jawab Darren
["Kamu terlihat tidak asing, tapi ini pertemuan pertama kita"]
'hufh..' Line terlihat menghela nafas karena merasa sedikit lega dengan jawaban Darren, ("Does my face without make up look very different when I use make up?") Batin Line
["Apa wajahku tanpa make up kelihatan jauh beda sama wajahku pas pakai make up?"]
"Wait.. You!!" Seru Vani terkejut. Saat itu Line kembali merasa cemas
__ADS_1
["Tunggu.. Kamu!!"]
("Did she just remember me?!") Batin Line panik
["Apa dia baru saja mengingatku?!"]
"You are Line, my game playmate" ucap Vani sambil tersenyum
["Kamu adalah Line, teman mabar gameku"]
"Haha.. ahahahaa.. you're right! I am your game playmate" ucap Line dengan tawa leganya
["Haha.. ahahahaa.. kamu benar! Aku temen mabarmu"]
"We often play games together, how could I possibly feel stranger to you" ucap Vani senang
["Kita sering mabar, gimana mungkin kamu asing bagiku"]
"That's right" ucap Line
["Itu benar"]
"Vani, I'll go to the toilet and come back soon" ucap Line sembari berdiri dari duduknya
["Vani, aku akan ke toilet dan segera kembali"]
"Do you need me to accompany you?" Tawar Vani
["Kamu perlu ditemani?"]
"What?" Tanya Line terkejut
["Apa?"]
"Hehe, I am kidding" ucap Vani sambil tersenyum
["Hehe, bercanda"]
"Ahaha.. wait for me, I'll be right back" ucap Line sembari tersenyum. Ia melangkah pergi meninggalkan meja itu untuk pergi ke toilet
["Ahaha.. tunggu aku, aku akan segera kembali"]
"Apa menurutmu temanmu yang baru itu terlihat sedikit aneh?" Ucap Darren
"Iya agak.. aneh mungkin" balas Vani
__ADS_1