
"apesnya" keluh Vani. Ia berdiri dengan satu kakinya, "Gimana jalannya coba" Ia memaksakan kakinya yang terluka untuk berjalan dengan normal. Namun ia hanya bisa berjalan dengan pincang menuju kamarnya
Di dalam kamarnya, ia membaringkan tubuhnya di atas kasur, "Luka baru belum kerasa sakitnya, besok pasti cenat cenut"
"Hmm.. biarin aja Kai kelaperan malam ini, salah sendiri sih. Mending tidur yekan" Ia mematikan lampu kamarnya dan menutup matanya untuk tidur
Di pagi harinya, dengan berhati hati Vani segera bersiap sebelum pergi ke perpustakaan. Setelah bersiap, ia turun perlahan untuk sarapan pagi. Di ruang makan, langkah Vani terhenti ketika ia melihat Kaituo berada di tempat itu. Ia hanya berdiri terdiam memperhatikan Kaituo
Kaituo menatap Vani dan tersenyum kepadanya, "Kenapa diam disitu? Sini duduk"
"Eh?" Vani terkejut dengan perubahan sikap Kaituo yang begitu cepat. Ia berjalan perlahan menuju meja makan dan duduk bergabung bersama mereka. Kaituo menyiapkan roti dan meletakkannya di piring Vani. Vani terus mengawasi gerak gerik Kaituo
"Berhenti liat aku, makan aja sarapanmu" ucap Kaituo
"Kakimu baik baik aja?" Tanya Jack
Kaituo menoleh ke arah Jack, "Kaki?"
"Kau nggak liat dia jalan pincang?"
"Apa kemarin aku dorong kamu terlalu kencang?" Tanya Kaituo
"Heh?! Kamu inget kejadian kemarin?!" Ucap Vani, "Berarti kamu sengaja dong dorong aku!"
"Maaf.. kemarin aku kebawa emosi" ucap Kaituo, "Lagian kamu, main masuk kamar orang sembarangan"
"Huhh.. Kek kamu ngga pernah masuk kamarku tanpa ketuk pintu aja" ucap Vani sembari memalingkan wajahnya
Kaituo menurunkan pandangannya, "Kemarin perasaanku hancur, dadaku juga sesak. Aku nggak bisa berfikir dengan jernih, maaf"
"Hmm... Sekarang udah ngga kan?" Tanya Vani
"Menurutmu?"
"Emang kemarin kamu nangis kenapa? Sesedih itu ya?"
"Itu.. karena.." ucap Kaituo terhenti, "Dia dapat satu nilai B di ujiannya" potong Jack
__ADS_1
"Heh?! Serius? Gimana bisa" ucap Vani terkejut, "Wahh.. ga bisa jadi dokter tuh"
"Kata siapa jadi dokter nilai harus A semua?" Tanya Jack
"Kali aja" ucap Vani, "Hehhh.. masa cuma gegara nilai jadi sedih segitunya sih"
"Dia baru pertama kali dapat nilai B, maklum sedih" ucap Jack
Vani menoleh ke arah Kaituo dan tersenyum senang, "Perkara nilai sampe segitunya, dasar lemah" ejeknya
"Hmm.. biarin" ucap Kaituo sembari memalingkan wajahnya
"Ahahhaha.. Kai cengeng" ucap Vani senang
"Berhenti ketawain aku!" Ucap Kaituo
"Ampun Kai, jangan dorong aku lagi" ejek Vani
"Awas aja kamu ya" ancam Kaituo
"Udah-udah, sarapannya jadi lama gara gara ngobrol" ucap Jack
"Mau kemana?" Tanya Kaituo
"Oh.. besok ujian, aku mau belajar" ucap Vani
"Belajar?!" Tanya Jack terkejut
"Kenapa kaget gitu?" Ucap Vani dengan ekspresi datar
"Apa kamu belajar sama seseorang?" Tanya Kaituo
"Iya.. temen sekelas" jawab Vani
"Oh.. temen, yaudah sana"
"Kontak mobilku mana?" Tanya Vani
__ADS_1
"Jack, giliranmu antar dia" ucap Kaituo
"Oke" ucap Jack sembari berdiri dari duduknya. Ia menoleh ke arah Vani, "Kemana?"
"Perpus belakang sekolahku" ucap Vani
"Ayo" ajak Jack. Ia pergi ke garasi terlebih dahulu untuk menyiapkan kendaraan
"Ya udah Kai, aku duluan" ucap Vani sambil tersenyum
Kaituo membalasnya dengan senyuman, "Hati hati"
Vani berjalan keluar dari rumahnya dan menghampiri Jack di garasi, "Naik motor?" Tanya Vani
"Emang apa lagi?" Tanya balik Jack
"Oiyaa.. kamu kan ngga punya mobil" ucap Vani
"Ngejek?"
"Ahahaha.. becanda becanda"
"Mau naik nggak?"
"Naik naik" ucap Vani. Ia naik ke atas motor membonceng Jack
"Kamu nggak ambil helm dulu?" Tanya Jack
"Helm? Hmm.. aku ngga tau bibi simpen helmku dimana" ucap Vani, "Ga usah pake helm aja, ntar ngerepotin bawanya"
Jack melepaskan helmnya dan memberikannya pada Vani, "Pakai ini"
Vani menerima helm itu, "Ngga ada sejarahnya, naik motor yang bonceng yang pake helm"
"Pakai aja" ucap Jack
"dah, buruan jalan" ucap Vani sembari memakai helm itu
__ADS_1
'bromm..' Jack mulai melajukan motornya menuju tempat tujuan