Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter66


__ADS_3

Selesai mengenakan pakaian dan mengeringkan rambutnya, Vani keluar dari kamar mandi. Ia sedikit merasa kesulitan bernapas karena hidungnya yang tersumbat, ("Jirr pilek, gabisa gidur kalau gini") batinnya, ("Agnes belum balik? Kemana aja tu anak?") "Aku ke klinik bentar deh, minta obat pilek"


Ia keluar dari kamarnya dan pergi menuju klinik Villa. Sesampainya di Klinik, ia tidak melihat satupun dokter atau perawat yang berjaga, "Lah? Kemana nih? Klinik serasa uks sekolah ya gini" Ia mencari obat flu sendiri di dalam kotak obat. Setelah menemukannya, ia mengambil segelas air hangat dan meminum obat itu, "Nah.. gini kan bisa tidur"


Ketika hendak keluar dari Klinik, ia terhenti karena teringat sesuatu, ("Riry dah sembuh belum ya?") Ia memutuskan menghampiri tirai yang menutupi ranjang pasien untuk mengeceknya. Ketika sedikit menggeser tirai itu, ia terkejut melihat Evano terbaring di sana, "Lah?"


Evano menyadari kehadirannya


"Kenapa kamu disini? Riry mana?" Tanya Vani


"Dia udah sembuh" ucap Evano, "Kenapa kamu disini?"


"Minum obat pilek, gaenak kalau tidur hidung kesumbat" ucap Vani


"Katanya kebal sakit"


"Mana ada orang bisa kebal sakit" ucap Vani


"Kata katamu nggak bisa dipegang" ucap Evano


"Lupain.. Btw alergimu parah juga ya, sampai dirawat di klinik"


"Dah mendingan daripada tadi"


Vani duduk di kursi samping ranjang pasien, "Hmm.. trus kenapa kamu sendiri? Riry nggak temenin kamu?"


"Aku menyuruhnya kembali ke kamar" ucap Evano


"Iyakah? Aku ngga liat tadi dikamar" ucap Vani


"Hmm.. Van" panggil Evano


"Butuh sesuatu?" Tanya Vani


"Maaf"

__ADS_1


"Ha?" Tanya Vani bingung


"Maafin kata kataku tadi sore, nggak seharusnya aku tuduh kamu dan marah ke kamu"


"O.. itu, slow aja, kamu marah juga demi adikmu kan. Khakim juga pasti bakalan lakuin hal yang sama kalau sesuatu terjadi padaku" ucap Vani


"Dia kakakku" ucap Evano


"Oiya, kamu pernah bilang gitu. Selisih lima menit kan"


"Kamu boleh marah padaku" ucap Evano


"Marah? Udah tadi, kalau sekarang udah basi, gabisa. Mau cari topik yang bisa mancing emosi?" ucap Vani


Evano tersenyum kecil, "Nggak perlu, kamu harus balik ke kamarmu dan istirahat"


"Masih jam dua belas, bentar lagi" ucap Vani


'drrtt.. drtt..' Handphone di saku Vani berdering, ia segera mengangkat panggilan itu, "Hallo? Siapa nih tengah malem telpon? Gaada waktu laen apa?" ucapnya


'kamu nggak baca nama kontak sebelum terima panggilannya?' ucap seseorang dari telepon


'kenapa kamu nggak ngabarin aku pas sampai tadi siang?'


"Lah? Bukannya udah wakil putri ya?" Tanya Vani


'kamu belum mengabariku langsung'


"Ngerepotin amat"


'kamu belum tidur? Jam berapa disana?' ucap Kaituo dari telepon


"Tengah malem. Denger dering handphone jadi kebangun, kamu ganggu sih" ucap Vani


'Ahahahaa, maaf. kamu udah gunain jam tangan itu?'

__ADS_1


"Wah ga bener kamu, ngerjain aku ya?! Gatau apa lagi nyasar di hutan malah di kasih hologram setan gituan!"


'ahahahaaa.. rencanaku berhasil rupanya'


"Rencana rencana, awas aja ku smackdown pas pulang nanti"


'seramnya, jangan pulang deh. Enak disini sunyi gaada kamu'


"Wah.. ga bener lagi nih"


'kamu betah kan disana?'


"Betah lah, gaada kamu tentram wkwk"


'hmm.. yaudah, tidur lagi gih. Aku matiin teleponnya' ucap Kaituo mengakhiri panggilannya


'tutt.. tutt..'


"dihh dimatiin" ucap Vani sembari menatap layar handphonenya


"Kamu terdengar akrab dengan kakakmu" ucap Evano


Vani menoleh ke arahnya, "Kakak? Bukan, dia cuma temen"


"Oo"


"Oo?" Tanya Vani heran


"aku benci orang yang sering bohong" ucap Evano


"kenapa tiba tiba? oh.. aku juga benci orang yang benci bohong" ucap Vani sambil tersenyum


"nanti jadi kebiasaan" ucap Evano


"dikit doang gapapa. kalau ku bilang belum tidur dari tadi, ntar dia pasti tanya alasannya kenapa. jadi panjang kan? mending boong dikit yekan?"

__ADS_1


"terserah kamu. dah, balik sana" ucap Evano


"Iya deh.. obatnya lama lama bikin ngantuk juga. pastiin besok kamu sembuh, aku ga mau ambil tugasmu. aku pergi, bye byee" ucap Vani sembari berdiri dari duduknya. Ia keluar dari klinik dan kembali ke kamar untuk beristirahat


__ADS_2