
Beberapa menit di perjalanan, Jack menghentikan motornya di pinggiran jalan depan perpustakaan. Vani turun dan melepaskan helmnya. Ia mengembalikan helm itu pada Jack, "Thanks brother" ucap Vani
"Kakimu nggak sakit?" Tanya Jack
"Cenat cenut dikit sih"
"Butuh bantuan nggak buat masuk perpustakaannya?"
"No thanks"
"Luka di kakimu bisa kebuka lagi kalau kamu paksa buat jalan biasa"
"Aku kan bisa jalan luar biasa"
"terserah" Ucap Jack dengan ekspresi datar
"Harusnya kamu bantu aku dari kemarin"
"Kemarin lukanya masih baru, nggak sakit kan? Tadi malem harusnya udah nutup lukanya. Tapi tadi kamu jalan normal, kebuka lagi pasti lukanya"
"Biarin aja"
"Lama sembuhnya b*go!" Ucap Jack ngegas
"Heh.. barusan kamu ngatain aku b*go!" Ucap Vani
"Emang bgo kan" ucap Jack, "Aku pergi. Suruh temenmu kesini buat bantu kamu jalan"
'broommmm*...' Ia langsung pergi dengan motornya begitu saja
"Yeee.. dasar" ucap Vani. Ia mengeluarkan handphone dan mencari kontak milik Evano
'drrtt.. drtt..'
"Wah.. dia telpon duluan, peka amat" ucap Vani terkejut
'tutt..'
'Vani, apa kamu udah sampai di perpustakaan?' Tanya Evano dari telepon
__ADS_1
"Iya.. aku dari jam lima disini" jawab Vani
'benarkah?'
"Engga lah b*go\, ternyata yang b*go itu kamu"
'nggak baik ngatain orang begitu'
"Iya iya, maap. Brarti kamu belum di perpus dong?"
'iya, aku ketemu food truck coffee di jalan. Kamu mau apa?'
"Boba"
'apa kamu nggak tahu menu di food truck coffee?!'
"Iya tahu. Kalau gitu mocha latte aja" ucap Vani
'Oke, tunggu aku sebentar lagi' ucap Evano
'tutt.. tut.. tutt..' Ia langsung mengakhiri panggilannya
Tiga puluh menit kemudian, Evano terlihat masuk ke dalam perpustakaan. Ia langsung menemukan keberadaan Vani dan segera menghampirinya, "Lama amat sih!" Ucap Vani kesal
Evano tersenyum senang, "Maaf, ada sedikit insiden tadi" Ia meletakkan minuman yang ia bawa di atas meja dan duduk di samping Vani
"Kenapa senyam senyum gitu? Ada yang lucu?" Tanya Vani penasaran
"Sepertinya aku lagi jatuh cinta" ucap Evano senang
"Pufttt.. ahahahahaha" Vani tertawa kencang mendengar perkataan Evano
Mood Evano hancur seketika saat melihat Vani menertawakannya. Ekspresinya berubah menjadi datar, "Apa kamu pikir ini lelucon?"
"Ahahahaa.. kamu baru aja dari food truck" tawa Vani senang, "Apa disana kamu tabrakan sama cewek trus langsung suka?"
"Gimana kamu bisa tau?" Tanya Evano
Tawa Vani memudar dengan cepat, "Eh? Beneran? Gimana ceritanya?" Tanyanya penasaran
__ADS_1
"Pas pesananku udah jadi, aku jalan di trotoar buat kesini. Trus ada yang nabrak aku dari belakang, minuman ditanganku jatuh, tumpah semua. Pas aku balik badan, ada dua cewek di belakangku. Cewek yang nabrak aku langsung minta maaf dan bilang mau ganti minumannya"
"Gimana ciri cirinya?"
"Rambutnya hitam bergelombang panjang, matanya besar, hidung sama bibirnya mungil. Senyumannya manis banget"
"Kamu ngga tabrakan ama bocil kan?"
"Tampilannya dewasa, sepertinya dia dari universitas sekitar sini"
"Wih.. brarti cocok dong sama kriteria pacarmu, mau aku bantu dapetin ngga?"
"Nggak perlu, aku tangani sendiri" ucap Evano senang
"Cie cie Evano. Cie.. ahahahahhaha"
"Ekhem.. berhenti bahas ini" ucap Evano, "Ayo masuk kedalam" ajaknya
"Disini aja, kita ngga pinjem buku kan?"
"Disini?" Tanya Evano sembari mengamati sekitarnya
"Iya disini, deket pintu keluar juga. Trus kita ngobrolnya ngga perlu pelan pelan kek di dalem"
"Oke" ucap Evano. Ia membuka tasnya dan mengeluarkan setumpuk buku. Ia meletakkannya di atas meja, "Rangkuman materiku yang paling lengkap di kelas, kamu bisa bawa kalau nggak selesai disini" Vani terdiam melongo melihat setumpuk buku itu
"Van?" Panggil Evano
"Ngga ngga ngga, ngga mungkin aku bawa bukumu. Ntar kamu belajarnya gimana coba?"
"Aku udah paham semuanya"
"Hehhh.. gila"
"Sebaiknya kamu mulai baca sekarang. Aku awasi biar nggak kabur dari sini"
Vani menyipitkan matanya dan melirik ke arah Evano
"Kenapa? Kamu nggak paham materinya?" Tanya Evano
__ADS_1
"Buka bukunya aja belom!" Ucap Vani ngegas