Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter238


__ADS_3

"Kakimu?! Kamu nggak terluka?!" Tanya Kim terkejut


"Terluka kenapa?" Tanya balik Vani


"Trus kenapa kamu keluar pakai kursi roda?!" Ucap Kim


"Aku pinjem, ini punya Kai" Ucap Vani, "Ahahaha.. Khakim pikir aku ngga bisa jalan?"


"Iya, habisnya tadi.." Ucap Kim terhenti, "Yang ke tabrak truck cuma Kai doang, aku engga ikutan" Saut Vani


"Ya jangan ikut b*go! Siapa juga yang mau ikut kecelakaan" Seru Kaituo


"Huh.. Untung aja Kaituo yang tertabrak" Ucap Kim lega


"Untung pala kau!" Ucap Kaituo ngegas


"Kau terlihat sehat gitu, luka kecil bukan apa apa buatmu" Ucap Kim sembari berjalan menghampiri ranjang Kaituo


"Buta kau ya?!" Ucap Kaituo ngegas


"Ahahhaa.. cuma patah tulang doang" Sambung Vani senang


"Hahaa.. kamu benar" Tawa Kim senang


"Nggak kakak nggak adik, sama aja" Ucap Kaituo dengan ekspresi datar


"Khakim kok bisa tau aku sama Kai di sini?" Ucap Vani sembari duduk di kursi samping ranjang Kaituo

__ADS_1


"Itu hal yang mudah buat kakak" Ucap Kim bangga


"Paling minta tolong orang" Saut Kaituo sembari memalingkan pandangannya, Kim menoleh ke arah Kaituo, "Kau lagi sakit diam aja!" Ucapnya


"Yang sakit badanku, bukan mulutku!" Ucap Kaituo ngegas


"Kau mau tetap di sini apa pindah ke rumah sakit keluarga? Apa mau rawat di rumah aja?" Tawar Kim


"Rumah yang mana?" Tanya Vani


"Rumah yang semalem kalian tempati" Jawab Kim


"Aku harus balik ke negera B, nilai kuliahku terancam kalau aku terus di sini" Ucap Kaituo


"Gimana kuliahnya? Pake kursi roda?" Tanya Vani


"Iya, Orangtuaku bisa curiga kalau aku absen kelas cukup lama" Ucap Kaituo


'tok.. tok'


"Excuse me" Ucap Darren sembari membuka pintu kamar Kaituo. Ketiga orang di ruangan itu langsung teralihkan ke arahnya. Darren sedikit terkejut melihat Kim berada di tempat itu. Iya tersenyum kecil dan membungkukkan badannya sejenak untuk menghormati Kim, "President Kim" Sapanya


"You.." Ucap Kim terhenti, "Kim kenalin dia Kim" Saut Vani


"Ohh.. Kim Darren right, I know you" Ucap Kim teringat. 'heh?!' Ia teringat sesuatu dan langsung menoleh ke arah Vani, "kamu panggil kakak apa barusan?" Sambungnya


["Ohh.. Kim Darren kan, aku tahu kamu"]

__ADS_1


"Khakim" Jawab Vani


"Nggak, bukan. Tadi kamu panggil kakak apa?!" Ucap Kim marah


"Orang Khakim juga, ya kan Kai?" Ucap Vani sembari menoleh ke arah Kaituo. Kaituo tersenyum sembari menganggukkan kepalanya


"Jelas jelas tadi kamu panggil kakak langsung nama!!" Ucap Kim ngegas


"Bukan masalah besar Kim, tenangin amarahmu Kim, sabar Kim" Ucap Kaituo


Dengan ekspresi kesalnya, Kim menoleh ke arah Kaituo, "Kau pasti yang mengajarinya kan?!" Ucapnya ngegas. Ia menghampiri Vani dan menaruh tangannya di kedua pundak Vani, "Vani, dengerin Kakak. Kakak ini kakak Kandung Kamu, kamu selamanya harus panggil kakak, kakak. Kakak nggak mau kamu jadi nggak punya attitude kayak orang di sebelah itu" Jelas Kim sembari melirik ke arah Kaituo


"Kalau punya dendam bilang aja" Ucap Kaituo


"Maaf Khakim" Ucap Vani bersalah


Kim tersenyum senang, "Bagus" Ucapnya sembari mengusap usap rambut Vani


("Hehe.. Padahal selama ini aku panggil Khakim bukan Kak Kim") Batin Vani senang


'ekhem' Darren mencoba meminta perhatian mereka karena merasa terlupakan


"Oh.. Darren, kenapa masih berdiri disitu? Duduk aja di sofa" Ucap Vani sembari berjalan menghampiri Darren. Darren berjalan ke sofa dan menaruh kantung makanan yang ia bawa di atas meja, "Saya hanya membawa tiga nasi box, cukup untuk kalian bertiga. Saya tidak tahu selera Presdir Kim seperti apa, jika berkenan saya akan membelikan yang lain" Ucap Darren sopan


"Kau kesini sebagai teman Vani dan Kaituo kan? Nggak perlu terlalu sopan begitu" Ucap Kim


"Maksud Khakim ngga perlu terlalu sopan, jadi Darren boleh berdiri di atas meja sambil kayang pas ngobrol sama Khakim?" Ucap Vani

__ADS_1


'puftt, ahahahaaa' perkataan Vani membuat ruangan itu di penuhi tawa


__ADS_2