Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter15


__ADS_3

"Lihat ini! tasku disembunyiin orang" Ucap Agnes sembari menunjukan kertas kecil itu pada kedua temannya. Mereka berdua membaca tulisan di kertas itu, "Ini tulisannya Vani kan?"


Isi tulisan, [Lihat ke laci mejaku]


"Iya ini emang Vani, aku hapal tulisannya" Ucap Putri yakin


"Iya, ketahuan banget ulahnya Vani" Sambung Awani


Mereka bertiga menghampiri bangku Vani dan Agnes mencari sesuatu di dalam laci mejanya. Ia kembali menemukan kertas kecil


Isi tulisan, [Aku bukan Vani woy!]


"Njirr, tau aja kalau kita nuduh dia" Ucap Agnes terkejut


"Gaje tu anak" Ucap Putri


"Eh, buka lipatannya. Kayaknya masih ada tulisan" Ucap Awani. Agnes membuka lipatan kertas itu dan kembali membaca tulisannya


Isi tulisan, [Btw lihat ke atas]


Setelah membacanya, mereka bertiga menoleh ke plafon atas ruang kelas. Terlihat tempelan kertas dengan tulisan di dalamnya, "Kecil banget njirr, ga keliatan" Ucap Awani sembari menyipitkan matanya. Agnes naik ke atas meja dan membacanya


"Mulutnya tutup aja dong pas nengok ke atas" Ucap Agnes. Mereka bertiga langsung menutup mulut mereka tanpa mengatakan apapun. Agnes kembali membacanya, "Lihat di kaca jendela belakang gorden" Pandangan mereka bertiga langsung tertuju pada gorden jendela di kelas itu. Agnes langsung lompat dari atas meja dan menghampiri jendela, "Srakk" Ia membuka gorden jendela dan menemukan kertas dengan tulisan tertempel di kaca jendela


Isi tulisan, [Ke lokerku, pinnya masih sama]


"Loker depan?" Tanya Awani


"Iya, di sana" Ucap Agnes. Mereka bertiga berlari ke luar dari kelas menuju loker siswa. Agnes membuka loker Vani dengan pin yang ia ketahui. Di dalam loker kembali di temukan kertas kecil dengan tulisan seperti sebelumnya. Agnes mengambil kertas itu


Isi tulisan, [Di pintu atap gan]


"Njirr, ni anak mau mainin kita nih" Ucap Agnes kesal


"Mau ikutin apa tinggal pulang?" Tanya Awani

__ADS_1


"Ikutin aja, ada handphoneku di sana" Ucap Agnes. Mereka bertiga menaiki anak tangga hingga sampai di depan pintu rooftop. Di pintu terlihat tempelan kertas yang sama, Agnes mengambil kertas itu


Isi tulisan, [Maaf maaf, lupa bilang. Bukan di pintu atap kelas XII, Tapi kelas XI^^]


"Anj*ng!" Seru Agnes


"Ahahaha, slow gan" Ucap Awani sambil tertawa


"Capek aku lari naik kesini" Ucap Putri


"Lanjut?" Tanya Awani


"Lanjut!" Ucap Agnes serius. Mereka bertiga turun dari rooftop kelas XII dan pergi menuju gedung kelas XI untuk naik ke rooftop


Isi tulisan di pintu rooftop kelas XI, [hayolo, ketauan. Barusan ngetoxic kan? Btw di gerbang depan hehew ^3^]


"Sabar Agnes sabar, temanmu ini emang gabutnya luar biasa, bisa bisanya mainin orang sampe segininya" Ucap Agnes kesal


"Kok dia tau? Kamu ngetoxic?" Tanya Awani


"Ayo semangat! Kita pasti bisa laluin semua ini!" Ucap Putri


"Yosh!" Ucap Agnes. Mereka bertiga melanjutkan pencarian


Di gerbang,


Isi tulisan, [Ingat tembok belakang sekolah pas loncat trus kakinya putri kesleo?]


Di tembok belakang sekolah,


Isi tulisan, [Kamu hebat bisa sampe sini. Udahlah, ku juga capek ke sana sini masangin kertas. Balik ke meja guru di kelas kita]


Di kelas XII MIPA A,


mereka bertiga nampak kelelahan setelah berkeliling sekolah, Awani dan Putri duduk di lantai depan kelas sembari mengatur nafas mereka yang terengah engah. Agnes mengambil kertas di atas meja guru di kelasnya

__ADS_1


Isi tulisan, [Hiyaa, capek ya gan? Tenang, kita samaan^^. Udah cek Laci mejamu belum?]


Agnes berlari ke bangkunya dan mengecek isi laci mejanya. Ia terkejut hebat melihat tasnya berada di sana, ia menarik keluar tas itu dan suatu kertas kecil terjatuh ke lantai. Ia kembali memungutnya, namun tidak membacanya


"B*ngsad! Tasku di laci ternyata njirr!" Seru Agnes kesal. Kedua temannya terlihat memasang ekspresi datar, mereka berdiri dan menghampirinya


"Kenapa nggak cek si! Capek tau muter muter!" Ucap Putri kesal


"Tau taunya di laci sendiri!" Sambung Awani


"Mana aku tahu!" Ucap Agnes. Ia membaca kertas terakhir yang ia temukan


Isi tulisan, [Hiyee Selamat, tasmu kembali. Kesel ngga? Kesel kan? Makanya bolos ajak ajak_-. Aku nggak tahu kamu cari muter muter atau langsung ketemu. Di tasmu kan ada handphone, kepikiran ngga buat telpon pake handhphonenya Awani/Putri, trus ketauan deh tasnya di laci tanpa muter muter?]


"Bener juga dia! Kenapa nggak kepikiran buat telepon?!" Ucap Putri terkejut


"Ko Vani bisa tau gini ya?" Tanya Awani


"Dia selalu mikir lebih jauh dari pada kita, btw masih ada tulisannya" Ucap Agnes sembari membuka lipatan di bagian bawah kertas


Sambungan tulisan, [Tapi aku udah silent handphonemu, jadi percuma aja di telepon wkwk. Pulang gih, coba liat keluar. Pasti udah jam ½ 6 kan?]


"setengah enam ditulis ginian, mana boleh woy! aduin ke guru pasti kena omel ni anak!" Ucap Putri


"Sekarang jam lima, dua puluh lima. Tebakan Vani meleset lima menit. Yess! Akhirnya ada juga kesalahannya!" Ucap Awani senang


"Akh.. Bodoamat! Vani b*ngsad!" Ucap Agnes kesal sembari merobek semua kertas yang ia dapatkan, ia membuang robekan kertas itu di tempat sampah depan kelasnya. Mereka bertiga berjalan keluar dari sekolahan dan pulang ke rumah masing masing


Di rumah Vani,


'Hachih..' Vani mengusap hidungnya berkali kali, 'Perasaan nggak dingin, ko bersin?'


"Eh, Non Vani sudah pulang. Tadi ada paket untuk non" Ucap bibi


"Widih, paketnya dateng" Ucap Vani senang

__ADS_1


__ADS_2