Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter38


__ADS_3

"mana mungkin aku lupa momen spesial seperti itu" Ucap Agnes senang, "Di tempat ini juga kamu nembak aku kan"


"Benar. Nes, kamu tahu hari ini hari apa?" Tanya Rikky


("Biasanya dia panggil sayang, kenapa sekarang nama?") Batin Agnes yang merasa sedikit kesal


"Nes?"


Kesadaran Agnes kembali dan ia langsung tersenyum ke arah Rikky, "apa ky?"


"Kamu tahu hari ini hari apa?" Tanya Rikky lagi. Agnes mencoba mengingat sesuatu, "Hari ini.. hubungan kita genap tiga tahun" Sambung Rikky


"Wahh... Iya" Ucap Agnes teringat


"Kamu lupa?" Tanya Rikky


"Mana mungkin aku lupa"


Rikky mengambil dua kantung belanjaan di sampingnya dan meletakkannya di atas meja, "Ini untukmu dan yang ini hadiah untuk ketiga temanmu"


"Uwaaa.. makasih Ky. Mereka pasti seneng banget deh" Ucap Agnes senang

__ADS_1


"Nes, hubungan kita udah berlangsung lama. Maaf udah buatmu selama dua tahun lebih harus jalanin ldr. Maaf, aku nggak bisa bahagiain kamu selayaknya pasangan pada umumnya" Ucap Rikky


Ekspresi Agnes berubah menjadi lebih serius, "Ky? Apa maksudmu?"


"Kita udah terlalu lama terpisah, aku nggak mau kamu terus menderita karenaku"


"Ky.. bukannya kita sering ketemu setiap tahun? Kita juga sering chattingan kan? Aku fine fine aja sama semua itu" Ucap Agnes


"Kamu yang fine. Tapi aku... Nes, bukannya lebih baik jalanin hubungan tanpa ldr? Kalian bisa bertemu setiap hari kan"


'degg'


Kedua mata Agnes mengembang, "Ky.. kamu udah nggak sayang sama aku?"


Agnes menundukkan kepalanya, "Begitukah? Kamu menyukai orang lain"


"Dia satu kampus denganku, dia sangat baik padaku, dia lebih dewasa darimu, dia selalu buatku berdebar dan dia selalu ada di sekitarku, perlahan perasaanku padanya mulai tumbuh" Ucap Rikky


"Baguslah kalau kamu dapat pengganti yang lebih baik" Ucap Agnes


"Nes, tatap aku saat bicara"

__ADS_1


Agnes menaikkan pandangannya dan menatap Rikky


"Ayo kita putus. Kamu berhak bahagia sama orang yang selalu ada di sekitarmu. Carilah penggantiku yang lebih baik dariku"


Seketika Agnes langsung memalingkan pandangannya, ia terlalu takut untuk menatap kedua mata Rikky. Hatinya terasa hancur saat mendengar kata putus tertuju pada dirinya, ia mencoba menahan kesedihan di depan Rikky, "Baiklah kalau ini keputusanmu" Ucap Agnes


"Jangan cuma aku, kamu juga harus mengakhirinya" Ucap Rikky


Agnes kembali menatap mata Rikky dengan penuh kesedihan, "Kiky... Maaf.. Rikky, ayo kita putus, terimakasih tiga tahunnya" Tangan kanannya langsung menutupi kedua matanya. Ia tidak ingin Rikky melihatnya menangis di hadapannya


"Aku juga, terimakasih atas semuanya" Ucap Rikky, "Bisakah kita terus menjadi teman?"


'Mungkin, iya' Ucap Agnes lirih


"Kamu menangis?"


"Rikky, tinggalin aku sendiri, aku nggak mau kamu liat aku begini" Ucap Agnes


"Baiklah, aku akan pergi" Ucap Rikky, "Jaga dirimu baik-baik, good bye" Ia bangkit dari duduknya dan keluar dari cafe meninggalkan Agnes seorang diri


Agnes hanya terdiam tanpa melakukan apa pun, perlahan tangannya menyingkir dari matanya. Pikirannya terlalu kosong untuk mencerna semua kesedihan yang ia rasakan. Ia terus berusaha agar air mata tidak jatuh sedikit pun. Ia mengambil dua kantung belanjaan di hadapannya dan melangkah keluar dari Cafe. Ia kembali ke parkiran tempat sopirnya berada. Ia masuk ke dalam mobil dan duduk diam, "Ke rumah Vani"

__ADS_1


"Non baik baik saja?" Tanya Sopir


"Tenang aja" Ucap Agnes. Sopir itu melajukan mobilnya sesuai instruksi Agnes


__ADS_2