Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter44


__ADS_3

"Akan ku siapkan, kalian masuk duluan ke mobil" Ucap Kaituo


"Oke" Ucap Vani. Ia dan ketiga temannya keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil. Beberapa menit menunggu, Kaituo keluar dari rumah dan masuk bergabung dengan mereka. Ia memasang sabuk pengaman dan menoleh ke arah Vani yang duduk di sampingnya


"Gimana kai?" Tanya Vani mengharap


"Udah beres, masing masing lima puluh juta" Jawab Kaituo dengan senyuman di wajahnya


"Oke nice" Ucap Vani senang


"Main setuju aja kamu Van. Hey, kamu minta kami bayar? Yang bener aja" Ucap Putri


"Sama temen sendiri aja perhitungan" Sambung Awani


"Kapan kita jadi teman?" Tanya Kaituo


"Wahh.. ternyata gini sifat asli Kaituo" Ucap Putri


"Hm.. gapapa, aku yang bayarin. Toh dia udah bantu kita juga" Ucap Vani


"Bukan masalah uangnya Van, tapi.. wahhh gabisa kalau gini" Keluh Putri


"Kenapa kalian anggap ini serius?" Tanya Agnes


"Dengarkan Agnes. Udah, pasang sabuk pengaman kalian" Ucap Kaituo. Mereka berempat menurutinya dan memasang sabuk pengaman. Kaituo melajukan mobilnya dengan cepat menuju bandara. 17 menit di perjalanan, akhirnya mereka sampai di depan bandara. Satu persatu dari mereka keluar dari mobil. Kaituo merasa heran karena hanya Vani yang membawa koper di sampingnya, "Dimana koper kalian bertiga?"


"Udah sampai di negara C mungkin" Ucap Agnes


"Ahahahaa.. iya juga, kopernya berangkat duluan" Sambung Putri


"Van, samperin aja Hide. Dia yang jadi pilot helikopternya" Ucap Kaituo


"Wah seriusan? Kak Hide bisa jadi pilot?"


"Apa sih yang nggak bisa di lakukan Asisten keluarga Shuu" Ucap Kaituo bangga

__ADS_1


"Kak Zuan kira kira bisa nggak ya. Kan enak kalau tiap hari di anterin pake helikopter ke sekolah" Ucap Vani senang


"Pamernya, ke sekolahan aja naik helikopter" Ucap Agnes


"Udah, jangan ngobrol mulu. Kalian masuk gih, jangan lupa telpon kalau udah sampai" Ucap Kaituo


"Oke, Bye bye" ucap Vani sembari melambaikan tangannya. Mereka berempat berjalan beriringan menuju ke tempat helikopter berada


"Sepertinya keluargaku juga butuh asisten yang multitalenta" Ucap Agnes


"Ortumu Chef, butuh asisten chef?" Tanya Awani


"Udah ada si kalau itu" Ucap Agnes


"Keluargaku nggak butuh, sopir sama pembantu aja udah cukup" Ucap Awani


"Di rumahku ada asisten yang begitu. Dia yang ngatur pelayan di rumah" Ucap Putri


"Lah.. ngapain kita bahas asisten segala" Ucap Vani


"Kaituo nih pasti" Ucap Awani


"Iya tu anak, suka mulai bahasan nggak jelas" Ucap Putri


"Njirr"


Mereka menghampiri Hide yang sudah siap mengantar mereka di depan helikopter keluarga Shuu. Ia mempersilakan dengan ramah mereka berempat masuk ke dalam helikopter


"Lah, kok luas si? Katamu cuma empat tempat duduk" Ucap Agnes sembari menoleh ke arah Vani


"Biasanya ku liat di film, kursinya cuma empat njirr" Ucap Vani


"Njirr.. film"


Mereka berempat duduk di kursi dan mendapatkan pelayanan dari Hide, "Nona menginginkan sesuatu?"

__ADS_1


"Bukannya udah harus terbang? Kenapa masih disini?" Tanya Vani


"Iya, katanya Kak Hide yang jadi pilotnya kan" Sambung Agnes yang duduk di samping Vani


"Ada pilot yang lebih berpengalaman, saya hanya menjadi pilot dalam keadaan terdesak saja" Ucap Hide sopan


"Owh.. Kai ngibul" Ucap Vani


"Ngibul? Apa itu ngibul? Maaf, saya belum terlalu menguasai bahasa negara ini" Ucap Hide


"Ah lupakan, nggak penting juga. Langsung berangkat aja Kak, lewat rute terdekat" Ucap Vani


"Baiklah, saya akan segera memberitahu pilot untuk segera berangkat" Ucap Hide. Ia melangkah pergi menuju ruang kemudi. Beberapa menit kemudian, suara kibasan baling baling helikopter mulai terdengar dan lama kelamaan membuat helikopter itu terangkat di udara. Helikopter itu terbang menuju ke tempat tujuan menggunakan rute tercepat


2,5 jam berada di dalam helikopter, akhirnya helikopter itu mendarat di bandara Negara C. Vani terlihat tertidur pulas selama perjalanan. Ketiga temannya bangkit dari duduk dan meregangkan otot setelah sebelumnya duduk terlalu lama. Putri mendekati Vani dan menggoyangkan bahunya, "Van, bangun woy"


Kesadaran Vani mulai terkumpul, ia menguap dan membuka matanya. Ketiga temannya terlihat berdiri di sekitarnya, "Eh? Udah sampai?"


"Dari tadi, kamu tidur nggak bangun bangun" Ucap Awani


"Seriusan? Emang dari kapan kita sampai?" Tanya Vani sembari memperhatikan jam di tangannya


"Tiga ratus detik yang lalu" Jawab Agnes


"Lah? Baru lima menit, kalian bilang lama?" Ucap Vani dengan ekspresi datar


"Nggak ada yang bilang lama njirr" Ucap Agnes


"O.. iya juga"


"Nona, silahkan turun dengan hati hati" Ucap Hide ramah


'Ngusir njirr' Bisik Agnes pada Putri


'Iya kayaknya' Bisik balik Putri

__ADS_1


"Ngapain ngobrol? Ayo turun" Ucap Vani sembari berjalan mendahului mereka


__ADS_2