Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter195


__ADS_3

"Ray bentar lagi gelap, pulang aja yuk" ajak Vani


"Pulang? Bukannya kamu mau naik bianglala?" Tanya Ray


"Engga ah, ngga asik naik sendiri"


"Aku temenin kamu"


"Ngga usah, kamu kan takut tinggi"


"Siapa bilang aku takut tinggi? Kamu ingat, dulu aku pernah ikut kamu naik tebing tinggi kan?"


"Hum.. iya juga. Wah Jack bohong berarti"


"Ternyata Jack ya"


"Trus kenapa tadi ngga ikut naik?"


Ray memalingkan pandangannya, "Em.. kan belajar"


"Yaudah kalau gitu, ayo naik" ucap Vani bersemangat


Ray mengusap lembut rambut Vani, "Tunggu lebih gelap lagi, cahaya kota akan terlihat lebih indah pas malam"


"Yes.. jadi gasabar"


Ray tersenyum lembut, "Aku juga"


'drttt.. drtt' Handphone Vani berdering mendapat sebuah panggilan. Vani mengeluarkan handphone dan melihat layar handphonenya. Evano menghubunginya dengan panggilan video, 'Tumben vc' ucap Vani lirih. Ia langsung menerima panggilan itu, "Wih.. tumben amat vc" ucap Vani


'Hmm.. nggak sengaja kepencet' ucap Evano


"Masaa sih"


'Nggak percaya ya udah. kamu belum pulang main? Ada yang harus aku omongin, aku udah ada disekitar rumahmu. lihat ini' Evano memutar handphonenya untuk memperlihatkan lingkungan sekitar tempatnya berdiri


"Itu kan masih depan rumahmu" ucap Vani


'Aku nggak bilang di depan rumahmu, aku bilang di sekitarnya'

__ADS_1


"Yee.. bilang aja males jalan ke rumahku"


'ngapain ke rumahmu? Kamu aja nggak di rumah'


"Iya deh iya, ada apa emangnya?"


'Temenmu nggak ada yang kasih tau?'


"Apanya?"


'Rankingmu nggak berubah'


"Ketebak sih kalau itu"


'Sombong banget'


"Ahahahaaa.. maaf maaf, bercanda"


'rankingku juga naik, jangan lupa tepati janjimu'


"Widih, jadi berapa? Eh.. janji apa btw?"


Vani memasang ekspresi datar, "Kemarin aku bilang apa aja, aku ngga ingat"


'kamu bilang kamu bakalan kabulin satu permintaanku kalau aku bisa susul ranking kakakku'


"Oh.. yang itu, aku udah ingat. Ranking Riry turun dong?"


'iya, dia ranking empat. Semaleman dia nangis'


"Ranking dua tiga siapa?"


'Agnes, aku ranking tiga'


"Awani sama Putri, kamu tau mereka? Dari kelas B"


'iya tahu, temanmu kan'


"Mereka masuk pararel?"

__ADS_1


'iya masuk, nilai rata rata mereka sama. Mereka berdua ranking lima'


'Tcih.. katanya les dirumah' gumam Vani lirih


'Hm? Apa barusan?' tanya Evano


"Nggak ada. Selamat deh buat kamu berhasil naikin ranking"


'bukan hal yang besar. kamu main dimana? Kelihatannya tempat yang rame'


"Aku lagi di Land Park"


'sama siapa?'


"Aku sama.." ucap Vani terhenti. Saat itu Ray memutar layar handphone Vani ke arahnya, "Sama aku" ucap Ray. Evano sedikit terkejut melihat wajah Ray muncul di handphonenya, "Ada lagi yang mau kau omongin?" Tanya Ray


'Oh nggak ada, aku cuma kasih tahu Vani soal rankingnya. aku nggak akan ganggu kalian, bye'


'tutt.. tutt.. tutt..' Evano langsung memutuskan panggilannya


"Puftt.. ahahahaaa, langsung dimatiin sama dia" ucap Vani sembari tertawa


Ray memasang ekspresi cemberut sembari meletakkan handphone Vani di atas meja, "Asik telponnya? nggak inget ada aku disini?"


"Aku bahas nilai doang loh, kan cuma sebentar"


"Sebentar apanya, lima menit lebih"


("Lima menit lama?") Batin Vani terheran. Ia tersenyum untuk meredakan kemarahan Ray, "Iya deh, maaf Rayy"


"Hmm" Ray hanya bergumam dengan ekspresi yang masih saja cemberut, "ihhh.. gemezs" Vani langsung mencubit pipi Ray dengan kedua tangannya


"Aaaaw.. sakit sakit" ucap Ray sembari menggenggam tangan Vani, "Kamu kenapa sih"


"Lagian dari tadi cemberut mulu, mau naik bianglala sekarang engga?"


"Ayo" ucap Ray sembari tersenyum


"Lepasin dulu tanganku" ucap Vani. Ray menurunkan tangan Vani perlahan dan menggandengnya pergi menuju wahana bianglala

__ADS_1


__ADS_2