
"astagaa woy!" Seru Vani kesal
"Kenapa kamu berteriak?" Tanya Darren
"Kamu buat dia marah" ucap Evano
"Aku? Benarkah?" Tanya Darren sembari menoleh ke arah Vani
"Akh.. ga tau ah!" ucap Vani kesal sembari berdiri dari duduknya
"Ahahaa.. jangan marah Van" ucap Evano Sambil tertawa kecil
Vani menoleh ke arahnya, "Liat, kamu ketawa cuma pas keadaan gini doang"
"Aku nggak ketawa setiap saat. bayangin, masa aku harus ketawa saat acara pemakaman?" Ucap Evano
"Ya nggak gitu juga kali!!" ucap Vani geram
Evano kembali tertawa kecil, "Ahaha.. iya iya, duduk dan jelaskan rencananya"
"Oke.. tapi kalian jangan bahas tahu lagi" ucap Vani sembari kembali duduk di tempat sebelumnya
"Oh ya Darren, kata tahu yang tadi kita bicarakan semuanya salah. Aku cuma bercanda denganmu" ucap Evano
"Kamu membohongiku?" Tanya Darren terkejut
"Bukan bohong, tapi nggak semuanya benar" ucap Evano
Darren nampak kecewa dengan perkataannya itu, "Ah.. padahal sudah ku catat di dalam pikiranku"
"Kamu perlu belajar bahasa lagi biar nggak mudah di bohongi orang" ucap Evano
"Hmm.. baiklah, aku akan melakukannya" ucap Darren, "Oh ya, tadi katanya rencana? Apa itu?"
Vani Kembali mengangkat tangan kirinya dan menunjukkan jam pemberian Kaituo yang ia kenakan, "Ini rencananya"
"Jam tangan?" Tanya Darren bingung
__ADS_1
"Oh, jangan bilang kamu mau sogok satpam pakai jam tangan itu" ucap Evano
Vani memasang ekspresi datar, "Nggak gitu woy"
.
"Coba pikirin, masa otak kalian sedangkal itu sih?" Ucap Vani
"Kamu berencana pakai hologramnya?" Tanya Evano
"Wah.. nice!" Ucap Vani senang
"Apa hologram hantu itu bisa di ganti?" Tanya Darren
"Gatau juga. Kalau jam ini beneran canggih, harusnya bisa sih" ucap Vani. Ia melepaskan jam tangannya dan melihat menu yang ada di layar jam
"Tapi, hologram di siang hari. Cahayanya nggak bentrok sama cahaya matahari?" Tanya Evano
Vani menoleh ke arah Evano, "Eh? Iya juga ya. Em.. tapi, cahaya hologram kek sinar laser kan? Kalian tau maksudku?"
"Ntaps sekali" ucap Vani
"Woah.. kamu pintar sekali memikirkan sesuatu" ucap Darren senang
"Harus dong" ucap Vani bangga
"Kita gunain hologram setan itu?" Tanya Evano, "Nggak aneh muncul setan siang hari?"
"Aneh, jangan setan" ucap Vani
"Terus? Kamu tahu cara gantinya?" Tanya Evano
"Belum coba belum tau" ucap Vani. Ia mulai mengotak atik jam tangannya itu. Beberapa kali, ia membuka pengaturan. Namun ia hanya menemukan fitur pengganti hologram tanpa adanya fitur pencipta hologram, "Kayaknya hologram ga bisa kalau di buat langsung di jam tangannya. Pasti harus lewat pc kalau nggak alat lain" ucap Vani yang sedikit kecewa dengan keterbatasan akses jam tangan yang ia punya
"Jam itu punya kamera kan? pakai itu" ucap Evano
Vani mengerti apa yang Evano maksud, otaknya langsung mengusulkan lanjutan ide yang di berikan Evano, "Oiya! Nice idea. Kita bisa ciptain seolah pake green screen" ucapnya bersemangat
__ADS_1
"Hmm" gumam Evano mengangguk
"Hmm?" Darren nampak bingung dengan ide yang di usulkan Evano. Ia terus mencoba mencerna di pikirannya, apa yang bisa di lakukan kamera dan green screen untuk mengelabuhi satpam, "Maksud kalian dengan green screen apa?"
"Kita bisa rekam video seolah olah ada orang yang masuk ke wilayah villa" jelas Vani
"Oh, i know. Green screen supaya latar videonya terhapus" ucap Darren memahami, "Tapi itu tidak bisa dikatakan hologram"
"Nggak masalah, walaupun video cuma bisa tampilin dua dimensi. Seenggaknya bisa mengelabuhi satpam" ucap Evano
"Video apa yang akan kita rekam?" Tanya Darren
"Em.." mereka bertiga Kembali terdiam memikirkan rencana
"Bagaimana kalau, penyusup?" Tanya Vani
"Kan emang itu" ucap Evano
"Bagaimana kita menemukan penyusup?" Tanya Darren
"Kita kan punya kamu" ucap Vani sambil tersenyum
"Hah?" Tanya Darren bingung
"Pakai topi, kacamata hitam sama maskermu. Itu semua udah cukup jadiin kamu seorang penyusup yang mencurigakan" ucap Evano
"Heh? Aku?" Tanya Darren, "Bagaimana dengan green screennya?"
Vani mengamati wilayah sekitarnya, ia menemukan tembok yang pantas untuk rencananya itu. Ia menunjuk jarinya ke arah tembok itu, "Tembok itu bisa"
"Tapi.. Tembok itu berwarna biru" ucap Darren
"Gapapa, blue screen" ucap Vani sambil tersenyum. Ia melepaskan topi milik Darren yang ia kenakan
"Benarkah bisa?" Tanya Darren
"Iya cerewet" ucapnya sembari memakaikan topi di kepala Darren. ia berdiri dari duduknya dan tersenyum senang, "Yosh.. waktunya mulai rencananya" Darren dan Evano berdiri dari duduknya. Mereka bertiga pun pergi menghampiri tembok lokasi syuting untuk rencana mereka
__ADS_1