Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter128


__ADS_3

'uhukkk'


'bruagg..' Adira memuntahkan darah ke seragam Agnes dan langsung terjatuh kehilangan kesadaran. Agnes begitu terkejut dengan kejadian yang baru saja terjadi di hadapannya. Tangan kanannya gemetar memegang pisau yang berlumuran darah. Ia perlahan menoleh ke arah Vani dengan ekspresi ketakutan, "Bu.. bukan aku.."


'klotak..' Ia langsung melepaskan pisau itu, "Vani, kamu nggak akan tuduh kan. Kamu tau bukan aku pelakunya kan?"


Vani tidak menjawabnya, ia langsung menghampiri Adira dan memeriksa keadaannya, "Vani.. kamu nggak akan hianati aku kan? jawab Vani" Tanya Agnes ketakutan


"Tenangin dirimu, aku periksa keadaannya" ucap Vani. Ia menyobek blazer yang digunakan Adira dan langsung melilitkannya di bagian perut Adira yang tertusuk untuk menghentikan pendarahan, "Adira.. kamu dengar aku?" Ucap Vani. Vani langsung memeriksa nadi ditangan Adira


'degg' Ia terkejut karena tidak ada denyutan sedikit pun. Ia kembali memeriksa nadi melalui leher Adira, namun hasilnya tetap saja sama, ("Woy, jan becanda!") Batinnya khawatir


'Vani.. kamu nggak akan melaporkanku kan' ucap Agnes lirih, 'Vani.. kamu temanku kan, kamu nggak akan hianati aku kan'


"DIEM DULU B*NGSAT!!" Seru Vani ngegas. Kedua mata Agnes berkaca kaca mengembang terkejut


"Hahhh.. Maaf, aku nggak bermaksud bentak kamu" Vani langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Agnes. Ia memegang kedua pundak Agnes, "Tenang ada aku disini. Woy, jan nangis. Ini bukan salahmu!"

__ADS_1


"Tapi, apa dia mati beneran? Gimana aku harus tanggapi orangtuaku. Gimana kalau Jack membenciku dan jauhin aku. Gimana kalau orang orang bicarain aku"


"Hustt.. diam dulu, ikuti kata kataku" ucap Vani. Ia melepaskan jaket milik Kaituo dan meletakkannya di lantai. Ia menarik tangan Agnes dan mengelap noda darah dengan lengan seragamnya. Vani kembali mengambil jaket dan memakaikannya pada Agnes untuk menutupi noda darah di seragamnya, "Aku akan jelasin kalau ini semua kecelakaan. Kamu bisa kan pulang sendiri? Jangan bilang ke siapa siapa oke?"


"Tapi kamu.."


"Hey, apa menurutmu aku ngga bisa selesaiin masalah ini? Percaya aku, kamu balik aja"


"Maaf Vani, tolong jangan libatin aku" ucap Agnes tertunduk. Ia berlari pergi meninggalkan tempat itu


"Ah s*alan! Aku pahlawan apa?! Apa yang harus ku lakuin sekarang?!" ucap Vani cemas. Ia kembali menghampiri Adira, "Bangun Adira, please. Jan buat masalah buatku"


"Panggil polisi!" Ucap seorang mahasiswa, "Jangan ada yang mendekat jika tidak ingin terlibat!"


"Woy! B*go apa?! Tolongin dia sekarat!" Ucap Vani ngegas


Mahasiswa itu mendekati Adira dengan berhati hati dan langsung memeriksa denyut nadi di lehernya, "Dia meninggal di tempat" Ia menoleh ke arah kerumunan siswa, "Jangan menyentuh apapun di tkp ini, biarkan polisi yang menanganinya"

__ADS_1


("S*alan ni orang") batin Vani kesal, "Woy, aku baru aja tolongin dia! Dia belum mati, buruan bawa ke uks!"


"Tidak, dia sudah meninggal" ucap mahasiswa itu, "Kamu yang membunuhnya!"


"Ngaco! Bukan aku!"


Beberapa saat kemudian, polisi datang untuk mengamankan TKP. Kabar menyebar begitu cepat, mahasiswa yang penasaran langsung berbondong bondong mengerubungi TKP. Begitu juga dengan Jack, ia merasa penasaran dan menerobos kerumunan untuk melihat kejadian itu. Ia begitu terkejut melihat Adira bersimbah darah dan ia lebih terkejut karena melihat Vani yang juga berada di TKP. Mata Vani dan Jack sejenak bertemu, 'Jack!' Panggil Vani lirih sembari berdiri dari duduknya, namun Jack langsung berbalik dan perlahan menghilang di kerumunan itu, ("Apa dia pikir aku yang bunuh Adira?!") Batin Vani


Beberapa polisi membubarkan kerumunan massa untuk mengosongkan TKP. Vani berjalan pergi mengikuti gerombolan itu, "Kamu yang berseragam biru, diam di tempat!" Seru polisi


Vani langsung menghentikan langkahnya, ("Dahlah, terserah") batinnya. Ia berbalik dan menghampiri polisi itu, "Ada yang bisa saya bantu pak?"


Polisi mengamati seragam Vani yang juga terkena darah, "Sepertinya kamu terlibat, apa yang terjadi disini?"


"Jadi.. Adira bunuh diri" jelas Vani


"Bawa dia ke kantor!" seru polisi itu

__ADS_1


"Baik!" Ucap polisi lain. Ia langsung menghampiri Vani dan memasangkan borgol di tangannya, "Pak pak pak! Kenapa di borgol!" Ucap Vani panik


__ADS_2