Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter112


__ADS_3

"katamu cewek yang namanya Agnes temenmu ya?" Tanya Adira


"Iya" jawab Vani singkat


"Jangan terlalu deket sama dia. Keliatannya dia nggak baik, bisa bisa kamu ketularan lagi"


"Bener banget tuh! attitude nya jelek banget. Sekarang udah mendingan sih"


"Kamu udah sadar tapi masih temenan sama dia?"


"Aku cuma cari temen sefrekuensi, menurutku dia orang yang tepat. Dari pada temenan ama orang yang pura pura baik yekan?" Ucap Vani sambil tersenyum kecil


Adira tertawa kecil, "Ahahahaa.. kamu benar juga. Tapi kalau dia udah keterlaluan, jangan gauli lagi ya. Aku khawatirin kamu"


"Wahhh.. makasih, kamu perhatian banget" ucap Vani, ("Kenapa gaya bicaraku harus sesuaiin gini?") Batinnya


"Oh ya, kamu tadi gedor gedor pintu kenceng banget. Untung aja siang siang gini tetangga lainnya lagi kerja. Kalau mereka di rumah, bisa bisa kamu udah di lemparin sapu" ucap Adira


"Ahahahaa.. lagian Jack ngga nongol nongol sih, bikin kesel aja" ucap Vani sambil tertawa


"Dia pasti nggak di rumah. Dari kemarin aku ketok pintunya, gaada jawaban. Chatku juga nggak di baca" ucap Adira


"Emang kemana hari libur gini?" Tanya Vani


"Nggak tau" jawab Adira, "Em.. kamu pulang aja, besok kalau pas aku cek dia di kamarnya. Aku whisper kamu di game"


"Okeysip"


"Atau nggak mau tukaran nomor? Biar gampang aku kasih tau kamu"


"Oke, bagus juga" ucap Vani. Ia mengeluarkan handphonenya dan memberikannya pada Adira. Mereka saling menukar nomor telepon satu sama lain


"Nih" ucap Adira sembari mengembalikan handphone Vani, "Kamu mau mampir ke kamarku nggak?"


"Next time, aku harus cari sesuatu abis ini" tolak Vani


"Oh.. yaudah gapapa. Kalau gitu aku masuk duluan ya" ucap Adira


"Oke bye bye" ucap Vani sambil melambaikan tangannya


"Bye" ucap Adira. Ia kembali masuk ke dalam kamar apartemennya dan menutup pintu


"Libur gini, kemana coba si Jack" ucap Vani. Ia menekan pin pintu kamar apartemen Jack dan membukanya, ("Eh? Ngga di ganti?") Batinnya


'cklekk' Vani masuk ke dalam kamar itu dan menutup pintu. Di dalam kamar, Vani hanya melihat sebuah kegelapan. Saat menoleh ke sisi lain, ia dikejutkan dengan sorotan cahaya di ujung ruangan, "Jirr! Kaget! Kirain apaan putih putih" ucapnya terkejut


Ia segera mencari saklar lampu dan menghidupkannya. Saat seisi ruangan di terangi cahaya, Jack menoleh ke arahnya dan menatapnya dengan tajam, "Keluar!" Ucapnya

__ADS_1


"Dihh.. ngegas!" Ucap Vani. Ia menghampirinya, "kenapa?"


"Agnes marah ke aku" ucap Jack dengan ekspresi murung, "Keluar, aku mau sendiri!"


"Haha.. marah apanya? Dia ngga marah tuh" ucap Vani


"Kamu nggak tau!"


"Tau lah, kemarin kamu nonton trus Adira gabung juga kan?"


"Gimana bisa?!"


"Bisa lah, gampang buat cari tau. Mau ku bantuin ngga?" Ucap Vani sambil tersenyum


"Apa maumu?" Tanya Jack


"Hizz.. itu nanti.. sini handphonemu. Liat penampilanmu, kantung matamu hitam bat. Gadang dari kemarin ya? Rambutmu kenapa kucir keatas gitu sih? Tadi gelap kirain apaan" Ucap Vani sembari merebut handphone Jack. Ia mematikan daya handphone itu dan meletakkannya di atas meja, "Mandi sana, Agnes lagi kesini"


Jack terkejut dan menatap Vani, "Serius?"


"Iya serius" Jack langsung berdiri dari duduknya dan meregangkan otot-ototnya. Ia berlari menuju kamar mandi untuk mandi. Selesai mandi, Jack keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan sehelai handuk. Vani menatapnya dengan datar, "pake bajumu" ucap Vani


"Kamu akan duduk disitu?" Tanya Jack


"Kemana lagi emang?" Tanya balik Vani


"Ha?" Vani terlihat bingung, perlahan ia menyadari sesuatu, "Woy gila apa?! Kamu mau ganti baju di sini?! Ke ruang ganti lah b*go!"


"Kenapa kamu ngegas gitu?! apa menurutmu ruangan ini punya ruang ganti?!" Tanya Jack ngegas


"Kenapa kamu ikut ngegas?! Kan bisa suruh aku keluar dulu!" Ucap Vani


"Ya udah keluar!" Seru Jack


"Tcihh.. biasa aja kali" Vani berdiri dari duduknya dan keluar dari apartemen Jack. Di depan apartemen, ia mengirim chat pada Agnes


Di chat,


Vani : 'mengirimkan lokasi' [ketuk untuk melihat]


Vani : "kamar no 20, jan lupa mmpir minimarket bli mknan ama jajan:>"


Agnes typing...


Agnes : "ok. Bntr siap², abis ni otw"


Vani    : "bruan"

__ADS_1


Selang beberapa menit, Jack membuka pintu apartemennya. Ia menoleh mengamati sekitarnya, "Mau nyebrang ya?" Tanya Vani


"Apa dia udah sampai? Perlu ku jemput?" Tanya balik Jack


"Belom, lagi otw"


"Apa dia tau apartemen ini? Gimana kalau nyasar. Aku jemput aja gimana?"


"Ada sopir, aku juga udah share lokasinya sama detail kamarnya"


"Apa aku tunggu aja di bawah? Biar dia nggak nyasar"


"Bawel amat si" ucap Vani kesal. Ia mendorong Jack masuk ke dalam apartemennya, "Tungguin aja, ntar dateng sendiri" Mereka berdua kembali masuk ke dalam apartemen dan duduk berhadapan di sebuah meja


"Agnes kemungkinan dateng setengah jam lagi" ucap Vani


"Selama itu?" Tanya Jack terkejut


"Dia juga punya kepentingan tau. Sambil isi waktu, gimana kalau kita ngobrol"


"Dari tadi kita ngobrol"


"Emm.. ahaa aku tau. Kita ngobrolin tentang keluarga aja" ucap Vani


"Kamu mau cari tau tentang keluargaku?" Tanya Jack


"Eh? Oo.. bukan.. eh iya juga si. Maksudku biar kita makin akrab gitu loh"


"Aku nggak ceritain keluargaku ke orang asing"


"Wah.. gila, aku orang asing dong. Wah.. hebat kamu, ajak orang asing masuk ke apartemenmu"


"Kamu masuk sendiri"


"Wah.. ada ya, orang, yang mau kasih tau orang asing pin pintu apartemennya" ucap Vani takjub


"Tanya aja apa yang mau kamu tau, aku akan jawab" ucap Jack serius


"Anggap aja kamu lagi di ruangan interogasi, oke. Keluargamu didesa kan?" Tanya Vani


"Nggak, mereka di kota"


("Hmm.. kata temen di grifity, ortunya di desa. Siapa yang boong nih?") Batinnya penasaran, "Ee.. siapa nama belakangmu?"


"Yagami. Apa selama ini kamu nggak tau nama belakangku?" Tanya Jack


"Kamu lupa ya? Kita kan orang asing" ucap Vani sambil tersenyum

__ADS_1


__ADS_2