
"Bukan, Anda terlalu serius menanggapinya. Dia hanya asal bicara" Jelas Ray
"Maaf kalau begitu" Ucap Pengasuh
"Ahahaa... Aku yang minta maaf udah bikin salah sangka" Ucap Vani dengan tawa Kecil
"Kalau boleh saya tahu, kenapa kalian jalan jalan ke mall? Mall tempat yang cukup ramai. Kalian hanya dua pengasuh dan bawa sebelas anak kecil, rawan kepencarnya" Ucap Ray
"Kami kesini hanya untuk melihat lihat, lagi pula masuk mall gratis. Tidak perlu membayar seperti di taman hiburan" Jelas Pengasuh
"Ibu pengasuh ibu pengasuh" Panggil seorang anak perempuan senang sembari menarik narik jari tangan salah satu pengasuh
"Iya kenapa Caca?" Tanya pengasuh itu
"Itu itu, bonekanya lucu sekali. Kapan Caca bisa beli boneka seperti itu?" Tanya Caca sembari menunjuk ke arah boneka yang di bawa anak pengunjung lain yang melintas di samping mereka
"Caca, ingat kata ibu pengasuh sebelumnya? Kita hari ini hanya jalan jalan. Kan Caca sama yang lainnya sudah janji tidak akan minta beli apapun" Ucap Pengasuh itu
"Um.. Iya ibu pengasuh, maafin Caca" Ucap Caca bersalah
"Apa panti kalian kekurangan dana?" Tanya Vani spontan
__ADS_1
"Vani!" Ucap Ray tegas
Pengasuh itu tersenyum kecil, "Tidak apa apa menanyakannya. Panti kami hanya panti kecil, hanya ada kami bertiga belas yang tinggal di panti. kami sudah mencoba meminta bantuan ke perusahaan perusahaan besar, namun mereka hanya mendanai kami sesekali. Kami bertahan hidup dengan tabungan kecil kami dan kebun kecil di samping panti. Kesebelas anak ini bisa makan saja sudah syukur" Jelasnya
Vani tersenyum senang, "Kayaknya takdir kita ketemu disini" Ucapnya bangga. Ia membuka handphonenya dan membuka mbanking yang terinstall di sana, Ia menunjukkannya pada Ray, "aku boleh pakai ini kan?" Tanyanya. Ray tersenyum pasrah dan menganggukkan kepalanya
"Gimana kalau hari ini aku traktir kalian semua?" Tanya Vani
"Mau mau mau!!" Seru anak anak panti senang
"Ini serius kak?" Tanya Ibu pengasuh terharu
"Iya, kalian boleh ambil semua kebutuhan panti. Barang, makanan, pakaian, mainan juga boleh" Jawab Vani
"Kak ini bukan prank kan?" Tanya salah satu pengasuh
"Ahahaha.. Iya bercanda" Tawa Vani senang
Ekspresi bahagia ketiga belas orang panti beserta Ray berubah dengan drastis. Kesepuluh anak panti yang mengerubungi Vani dan Ray mendadak terdiam dan melangkah mundur kembali ke belakang pengasuhnya, "Yang barusan juga becanda" Ucap Vani. Mereka hanya terdiam tidak memahami maksud dari Vani
"Jokesku ngga masuk rupanya" Ucap Vani, "Soal traktir, aku beneran bayarin" Sambungnya sembari tersenyum
__ADS_1
"Beneran kak? Kakak tidak bercanda lagi kan?" Tanya Caca
"Bohong dosa lo kak" Sambung anak lain
"Iya beneran" Jawab Vani bersungguh sungguh. Namun mereka terlihat masih meragukan perkataan Vani, "Kalian bisa mempercayainya" Sambung Ray dengan senyuman
"Horreee!!!" Seru Kesepuluh anak anak itu
"Giliran kamu yang bilang baru percaya" Ucap Vani dengan ekspresi datar
"Tampangmu tukang boong sih" Ucap Ray sembari mencubit gemas pipi Vani
"Kan cuma bercanda tadi" Ucap Vani, "Ayo ayo! Kita ke toko mainan!" Sambungnya bersemangat
"Yeyyy!!" Seru anak anak itu. Mereka mengikuti Vani menuju toko mainan
Vani mendatangi salah satu pramuniaga yang bersiaga di toko mainan itu, "Tolong bilang ke yang lainnya buat jaga anak anak ini. Bungkus juga apa pun yang mereka mau" Ucapnya
"Baik kak" Ucap pramuniaga itu ramah dan sopan
Ray dan Vani berdiri berdampingan sembari memperhatikan kegembiraan anak anak panti asuhan memilih mainan di toko mainan, "Kamu baik banget ya" Ucap Ray tanpa menoleh ke arah Vani
__ADS_1
"Baru nyadar kah?" Tanya Vani bangga. Ray tersenyum dan menoleh ke arah Vani
"Mulai sombongnya"