
"bagaimana?" Tanya Darren
"Apa kalian bawa laptop?" Tanya balik Vani
"Tidak mungkin membawa barang seperti itu kan" ucap Darren
"Aku juga" sambung Evano
"Yah.. aku belum bisa retas cctv pake handphone" ucap Vani, "Cuma Jack yang ku tahu bisa lakuin itu. Oh Jack, nice idea!" Ia langsung mengambil handphone disakunya dan menghubungi Jack
'tutt..'
"Woy Jack!" Sapa Vani
'sapa yang sopan dikit kek, bikin mood hilang aja' ucap Jack dari telepon
"Wkwk.. becanda"
'ada apa? butuh sesuatu?' tanya Jack dari telepon
"Hehe, aku mau minta bantuan. Retasin cctv di tempat kemahku" ucap Vani
'imbalan? Selain uang dan top up game'
"Heh? Kenapa nggak itu aja?"
'punyaku banyak'
"Em... gimana ku kasih Agnes?"
'kasih? Kamu pikir dia barang?'
"Ku aturin jadwal ketemuan kalian berdua" ucap Vani
'deal, cuma berdua. Kamu jangan ikut'
"Iya iya, sans"
'jangan matikan gpsmu, aku cek lokasi akuratnya' ucap Jack dari telepon
"Okeysip. Oh ya, cctv depan aja di pos penjagaan" ucap Vani
'kamu mau kabur?'
"Bolos bentar doang kok"
'kenapa nggak putusin listriknya?' tanya Jack dari telepon
__ADS_1
"Hum.. iya juga si. Tapi dah terlanjur minta bantuan kamu, lanjut aja" ucap Vani
'oke, udah ketemu. Kasih waktu sepuluh menit' ucap Jack dari telepon
"Okeysip, thanks Jack. aku matiin telponnya" ucap Vani. Ia mengakhiri panggilan teleponnya. Vani menyimpan kembali handphonenya ke dalam saku, "Cctvnya clear, kalian cari cara buat penjaganya pergi dari gerbang"
"Semudah itu?" Tanya Evano
"Iya, udah selesai" jawab Vani mengangguk
"Baiklah, kalian tunggu disini. Aku akan membuat penjaga itu pergi dari pos" ucap Darren. Tanpa menunggu respons lawan bicaranya, ia langsung berlari menuju pos penjagaan dan menjalankan rencananya. Vani dan Evano memperhatikannya dari tempat persembunyiannya. Ketika tanpa sengaja menoleh ke arah Evano, Vani melihat wajah Evano yang masih sedikit memerah dan pucat
"kamu balik aja gih" ucap Vani
Evano menoleh ke arahnya, "Kenapa?"
"Kamu belum sembuh kan? Nyusahin ntar kalau tambah parah"
"Sekarang musim panas, sebentar lagi matahari akan terasa hangat. Nggak masalah"
"Dibilangin jugaa" ucap Vani. Evano tidak menghiraukan ucapan Vani dan pandangannya kembali fokus memperhatikan pos penjagaan
Vani merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan sebuah masker, ia menyodorkannya di depan wajah Evano, "Nih pake"
Evano langsung menoleh ke arahnya, "Kamu kasih aku masker bekasmu?"
"Flumu udah reda? Kamu aja yang pakai" ucap Evano
("Njirr reda wkwk, hujan kali") batin Vani, "Udah sembuh dari kemarin, ku bawa masker cuma buat jaga jaga"
"Jaga jaga kalau ingusmu keluar lagi?" Tanya Evano
"puftt.. S*alan, Ga gitu juga woy!" Jawab Vani sembari menepuk punggung Evano dengan satu tangannya. Evano tersenyum kecil dan mengenakan masker itu
"Eh.. menurutmu mereka lagi ngobrolin apaan?" Tanya Vani sembari fokus mengamati Darren dan penjaga pos yang sedang berbincang
"Entahlah" balas Evano
"Mau main game? Jadi dubber" ucap Vani
"Oke, aku penjaga pos" ucap Evano, "Ada apa kemari?"
Vani sejenak menoleh ke arah Evano, namun pandangan kembali fokus ke pos penjagaan, "Ah itu.. apa pak satpam tahu sendal saya kemana?"
"Ha?" Evano menoleh ke arahnya, "Sendalmu hilang? Sudah lapor polisi belum?"
"Belum sempat, saya baru lapor ke pak satpam saja" balas Vani, "Apa perlu saya buat sayembara agar sendal itu kembali?"
__ADS_1
"Jangan dulu. Tapi, melaporkan berita kehilangan ke polisi juga harus sudah melewati dua puluh empat jam setelah korban menghilang. Apa mungkin sendal itu korban penculikan?" Ucap Evano
Vani tertawa kecil, "Bhaks.. sendal korban penculikan wkwk. Ah.. maaf, saya tidak bermaksud menertawai anda. Saya benar-benar panik, sepertinya benar karena banyak orang yang mengincar sendal itu"
"Bagaimana ciri cirinya?" Tanya Evano
"Seperti sendal" jawab Vani
"Oh.. begitu ya, dimana terakhir kali korban terlihat?"
"Seingat saya kemarin korban masih terlihat bersenang senang dengan ayunan di taman belakang, saya mengikatnya di rating pohon dan mengayunkannya" jelas Vani
"Senang? Gimana bisa tahu perasaan sendal?"
"Walau saya pakai dan injak injak pun, korban tetap memasang senyum p*psodent. Artinya dia senang dengan semua perlakuan saya" ucap Vani
"Apa itu sendal karakter dengan emote tersenyum?" Tanya Evano
"Iya iya benar"
"Kapan terakhir anda bertemu tatap muka dengan korban?"
"Seingat saya tadi malam, pas tidur saya mimpi itu semua. Eh.. mereka udah mau pergi"
"Hmm.. sebaiknya kita langsung ke tkp untuk memastikannya langsung" ucap Evano
"Tkp? Ke taman belakang?"
"Bukan, ke rsj untuk periksa keadaan anda. Kenapa bisa anda melapor kehilangan sendal yang anda punya di dalam mimpi. Ayo jalan"
"Oke.. mari pak" ucap Vani, "Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk memeriksaan kejiwaan masing-masing di rsj, tamatt" Darren dan penjaga pos itu berjalan menuju ke Villa
"wahh... Kamu hebat jugaa" ucap Vani
"Kenapa bahas sendal?" Tanya Evano
"Gatau, asal ngomong aja"
"Dasarr"
Selang beberapa menit, Darren terlihat berlari menghampiri mereka berdua, "Hey, ayo berangkat"
Mereka berdua menoleh ke arahnya, "Oh, udah?" Ucap Vani
"Iya, Cctvnya juga tidak terlihat menyala. Sebaiknya kita bergegas" ucap Darren
"Okeoke" ucap Vani. Mereka bertiga berlari keluar melewati gerbang penjagaan dan menunggu taxi di pinggiran jalan yang cukup jauh dari gerbang Villa
__ADS_1