
Jack dan Agnes berjalan berdampingan masuk ke dalam bioskop. Mereka hanya terdiam dan Agnes sibuk dengan pemikirannya, ("Jadi, Vani suruh aku dandan buat ini? Dia sengaja rencanain ini?! Ah s*alnya, kenapa dia nggak bilang aja si kalau mau buat aku nonton sama Jack. Kan aku bisa beneran dandan! Aku malah berpenampilan biasa gini, kan nggak pantes") batin Agnes
Jack menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah penjual popcorn, "Kamu mau popcorn?" Ucapnya. Namun Agnes terus berjalan tanpa menyadari bahwa Jack sudah tidak berada di sisinya. Jack yang tidak mendengar respon dari Agnes, menoleh dan mencari keberadaannya. Ia melihat Agnes melangkah semakin menjauh darinya, "Agnes!" Panggilnya
"Eh?" Agnes terhenti dan menoleh ke sisinya. Ia tidak melihat Jack dan langsung mencari keberadaannya
Jack berjalan menghampirinya, "Kamu nggak fokus, lagi ada masalah?"
"Nggaak ada, kayaknya aku butuh minum" ucap Agnes dengan tawa kecil
Jack mengamati sekitarnya dan menemukan kursi kosong, "Kamu tunggu disitu, aku beli minuman buatmu" ucapnya sembari menunjuk ke arah kursi
"Oh iya" ucap Agnes
"Menonton lebih asik kalau makan popcorn, gimana menurutmu?" Ucap Jack sembari menoleh ke arah Agnes. Agnes mengangguk kecil
"Baiklah, tunggu aku" ucap Jack senang. Ia berlari menghampiri penjual popcorn untuk membeli sekantung popcorn dan dua botol minuman
Sementara itu, di rumah Vani,
Vani selesai mandi dan berganti pakaian. Ia langsung berlari ke bawah dan menempati tempat duduk di kursi makan, "Bi, aku makan sekarang ya"
"Eh.. jangan non, tunggu yang lain" ucap bibi
"Kalau icip boleh?" Tanya Vani
"Iya, suka suka non lah" ucap bibi mengalah
"Aku mau icip satu piring" ucap Vani
"Itu bukan icip non namanya" ucap bibi
Saat itu Kaituo keluar dari kamarnya dan bergabung ke meja makan, "Wah, jam berapa udah siapin makan malam"
"Eh Kai!" Panggil Vani
"Apa?"
pikiran Vani mendadak kosong, "Eee.. apa ya.. Keknya ada sesuatu yang mau aku tanya ke kamu... Tapi apa ya tadi.." ucap Vani sembari mencoba mengingat rencana sebelumnya
Kaituo mengambil garpu dan menusukkannya ke potongan chicken katsu. Ia memakannya, "Wah, katsunya enak nih. Habisin ah, bagianku"
__ADS_1
Vani sedikit melirik ke arahnya, "Yah.. jadi tambah lupa kan! Woy jangan! Itu punyaku"
"Siapa bilang? Piringnya aja di depanku" ucap Kaituo
"Kamu makan yang lain aja" ucap Vani sembari menggeser sepiring chicken katsu dari hadapan Kaituo
'cklekk' Suara gema pintu terbuka dari pintu depan rumah mengalihkan pandangan mereka berdua. Mereka langsung menoleh ke asal suara. Kim terlihat masuk ke dalam rumah dengan membawa sebuah koper kecil. Ia melihat keberadaan Vani di ruang makan dan bergegas menghampirinya, "Aku pulang" ucapnya dengan senyuman di wajahnya sembari membentangkan kedua tangannya. Vani memasang ekspresi datar dan Kaituo terlihat sedikit terkejut melihat keberadaan Kim
"Kenapa bisa pulang?!" Tanya Kaituo terkejut
"Jangan makan katsuku!" ucap Vani. ia menoleh ke arah Kaituo, "Kamu juga!"
"Eh?" Kim tidak mendapat sambutan hangat seperti yang dipikirkannya sebelumnya. Ia berpikir Vani dan Kaituo akan menyambut kedatangannya dengan sebuah pelukan hangat, "Kalian sepertinya nggak suka dengan kehadiran kakak" ucap Kim kecewa
"Bukan gitu, tapi.. Chiken katsu ini khusus buatku" ucap Vani
"Ga nyambung" ucap Kaituo. Ia menoleh ke arah Kim, "Kim, kerjaanmu nggak masalah ditinggal?"
"Sepertinya seorang kakak nggak di perlukan lagi. Sebaiknya kakak kembali, nggak ada yang menginginkan kehadiran kakak" ucap Kim sembari berbalik. Ia melangkah perlahan menghampiri pintu rumah
"KHAKIM TUNGGU!" teriak Vani
Kim menghentikan langkahnya dan kembali menoleh ke arah Vani, "Apa kamu benar benar nggak mau kakak pergi? Kakak bisa pertimbangkan khusus buatmu"
"Eh? Aku cuma mau bilang, koper Khakim ketinggalan" ucap Vani
"Puftt.. ahahahahaa.. Apa yang kamu katakan barusan" ucap Kaituo sembari tertawa lebar
"Kamu beneran mau kakak pergi?" Tanya Kim
"Engga engga" ucap Vani. Ketika hendak meninggalkan ruang makan dan menghampiri Kim, ia terhenti. Matanya melirik ke arah sepiring chicken katsu dan sedikit melirik ke arah Kaituo. Hatinya sedikit bimbang. Ia menggapai tangan Kaituo dan menariknya untuk pergi bersama menghampiri Kim
"Kenapa ajak aku segala" ucap Kaituo
"Kamu juga kangen Khakim kan" ucap Vani
"Kemarin kita baru ketemu" ucap Kaituo
Vani melepaskan genggamannya dan langsung memeluk Kim di hadapannya, "Khakim, selamat datang"
Kim mengelus elus rambutnya dan terlihat sangat senang, "Kakak pulang, adik kesayangan kakak"
__ADS_1
Pandangan Kim tertuju pada Kaituo yang berdiri satu langkah darinya, "Kamu nggak kangen kakak? sinii" Kim melepaskan satu tangannya dan menyambut pelukan untuk Kaituo
"Pelukan sama cowok? Ogah" ucap Kaituo sembari memalingkan pandangannya. Vani menarik lengan Kaituo dan mereka bertiga berpelukan bersama
Satu menit kemudian, "Cukup cukup" ucap Kaituo sembari melepaskan diri dari pelukan mereka, "Panas disini" ucapnya sembari mengibas-ibaskan bajunya
"Khakim, ayo makan" ajak Vani
"Ayo, udah laper nih" ucap Kim. Mereka bertiga pergi menuju ruang makan untuk makan malam bersama
Di bioskop,
Setelah mendapat apa yang diinginkan, Jack kembali menghampiri Agnes yang duduk menunggunya di sebuah kursi. Jack membukakan tutup botol minuman dan memberikannya pada Agnes, "Minum ini"
Agnes menerimanya dan tersenyum kecil, "Makasih" Ia sedikit meminum minuman itu dan kembali menutupnya
"Udah waktunya kita masuk ke ruang bioskopnya. Apa kamu masih mau istirahat?" Tanya Jack
"Nggak, ayo" ucap Agnes sembari berdiri dari duduknya. Mereka berdua pergi menuju studio bioskop dan masuk ke dalam. Setelah menepati tempat duduk dan menunggu film di putar. Jack merasa sedikit murung karena Agnes tidak terlihat senang ketika bersamanya, 'apa kamu terpaksa nonton sama aku?' ucapnya lirih
Agnes terkejut dan langsung menoleh ke arah Jack, "NGGAK!! aku suka banget!"
Jack tersenyum senang melihat responsnya, 'hustt.. pelanin suaramu'
'oh okeoke' ucap Agnes mengangguk
"Kamu mau popcornnya?" Tanya Jack
"Kamu aja, aku nggak suka popcorn" ucap Agnes
"Eh? Beneran? Aku salah dong beli ini" ucap Jack, "Tadi kenapa kamu ngangguk?"
"Kamu kayaknya pengen makan popcorn, jadi apa salahnya?" Ucap Agnes dengan senyuman kecil
"Dasar" ucap Jack dengan senyuman
"Eh? Jack?" Panggil seseorang dari samping kiri tempat Jack duduk. Jack dan Agnes menoleh ke asal suara, "Adira" ucap Jack
"Wah beneran Jack" ucap Adira dengan senyuman di wajahnya, "Kok bisa kebetulan banget gini ya, nomor kursi kita juga sampingan"
("Siapa dia?!") Batin Agnes penasaran
__ADS_1