Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter125


__ADS_3

Kaituo membukakan pintu mobil untuk Vani, "Buka pintu aja nggak bisa"


"Dikunci woy!!" Ucap Vani ngegas


"Ahahaha... santai santai" ucap Kaituo sembari mengusap usap rambut Vani, "Ayo masuk" ajaknya


Vani keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah, Kaituo mengikuti di belakangnya, "Eh, btw Khakim belum balik?"


"Belum" jawab Kaituo


Vani menghentikan langkahnya dan berbalik, "Kemana? Bilang ngga?"


"Nggak, telpon aja kalau penasaran" ucap Kaituo sembari berjalan mendahului Vani, "Kalau cari aku, aku dikamar"


"Hmm" gumam Vani. Ia mengeluarkan handphonenya dan menghubungi kakaknya


'tutt.. tutt..'


'nomor yang anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi..'


'tutt' Vani mengakhiri panggilannya


"Sibuk? Di kantor ya?" Ucap Vani penasaran. Ia pergi ke dapur untuk mencari pembantu rumahnya, "Bi.. bibi.." panggilnya


Pembantunya muncul dari kamar belakang, "Iya non" sautnya. Ia segera menghampiri Vani, "Non Vani udah pulang mainnya, ada apa non manggil bibi?"


"Khakim pamit kerja ke kantor sama bibi ngga?"


"Tadi sih bilangnya mau urus sesuatu non, terus bilang ke bibi supaya bibi bilang ke tuan Kaituo buat jemput non Vani pas udah sore" jelas Bibi


"Hmm.. gitu ya" ucap Vani. Tiba tiba ia merasakan firasat aneh yang membuatnya sedikit cemas, ("Kenapa ngga tenang gini ya?") Batinnya cemas


"Kenapa non?" Tanya Bibi


"Kok aku ngerasa ga tenang gini ya bi" ucap Vani


"Non kecapean kali, sana ke kamar bersih bersih terus refreshing baca buku atau main game mungkin, biar non seger lagi"


"Nice idea, mandi terus tidur. Mantap jiwa wkwk" ucap Vani sembari berjalan pergi menuju kamarnya


"Bisa aja non ini" ucap bibi


Di dalam kamar Vani,


Setelah selesai mandi, ia mengurungkan niatnya untuk tidur dan berganti dengan duduk di depan komputernya. Ia menyalakan komputernya dan mengirimkan chat pada Agnes


Di chat,

__ADS_1


Vani    : "mabar lagi skuy, dirumah ni"


Agnes : "gass lah login, battle royale"


Vani    : "okay"


Vani langsung login ke dalam game dan membuat party bersama Agnes. Ia memulai matchmaking dan mulai masuk ke dalam game. Vani menggunakan headset agar lancar mengobrol dengan Agnes, "Woy tes tes, denger ngga?" Ucap Vani


'Denger denger' balas Agnes, 'btw kamu tadi kenapa langsung keluar? Baru juga satu match'


"Kamu pikir enak main di tempat umum?"


'iya juga si wkwk'


....


'wihh.. dapet knife nih'


"Halah knife ama pistol kalah telak, belum maju udah ketembak"


'baru juga mulai looting, sabar napa. oh ya.. aku mau cerita'


"Paan?"


'ke tempatku bentar, sini sini liatin'


"Mana kamu?"


"Oh iya maap. Ada apa, ada apa?"


'nunduk nunduk, munduran dikit'


"Apa apa?"


'jadi aku kan punya pisau baru yang pernah aku tunjukin ke kamu itu'


"Iya terus?"


'Aku tuh liat drama romance, kan ada couple gitu. Terus ada orang ketiga cewek, deket banget sama cowoknya'


"apa hubungannya drama romance ama pisau baru anjirr"


'pamer bentar wkwk'


"Gini amat punya temen"


'eh belum kelar ceritanya'

__ADS_1


"Lanjut aja, ku dengerin"


'cewek couplenya otomatis ngga terima kan cowoknya deket sama cewek lain. dia ambil pisau dapur terus dateng ke rumah ceweknya...'


"Positif thinking aja, dia mau ngajakin masak bareng"


'bukan woy!' ucap Agnes ngegas


"Trus apa?" Tanya Vani


'dia tuh gini..'


'jleb'


'character game Agnes menikam character Vani'


"Woy s*alan! Kenapa tusuk aku sih?!"


'ahahahaa.. sorry sorry kepencet' ucap Agnes


"Niat"


'ahahhaaa..'


"Gaada med kit lagi"


'nih ku kasih dua'


"Hmm.." gumam Vani, "Btw, cewek tadi bunuh cewek yang deket sama cowoknya?"


'enggak sih, cuma ngancem doang'


"Woy! trus kenapa kamu tusuk aku?!"


'pengen aja wkwk. hmm.. aku juga jadi pengen coba adegan tadi'


"Anjjirr.. belum pernah dilempar bom ni anak"


'eh.. jangan woy! ntar ada musuh beneran, nggak bisa ngelawan'


Mereka berdua meneruskan memainkan game hingga waktu makan malam tiba


"Jam tujuh, dah ya" ucap Vani


'yokay, see you besok' ucap Agnes


"see you" Vani turun untuk makan malam dan setelahnya kembali ke kamar untuk beristirahat

__ADS_1


Di pagi hari keesokan harinya,


Saat terbangun dari tidurnya, Vani tidak melihat cahaya matahari menembus tirai jendelanya. Ia bangkit dari kasur dan berjalan menghampiri tirai, ("Gaada cahaya, bangun pagi dong aku") batinnya senang. Ia membuka tirai jendela dan melihat hujan yang cukup lebat dengan awan gelap mendung. Ekspresinya kembali datar, "Hmm.. ternyata hujan. Di kamar ini ngga kedengeran apa apa si dari luar" Ia menoleh ke arah jam dinding di kamarnya, "S*alan! Dah telat woy!" Ucapnya sembari berlari menuju kamar mandi untuk bersih bersih sebelum berangkat ke sekolah


__ADS_2