
Satu minggu setelah Vani menjalani ujian sekolah, tepatnya di hari minggu yang dinantikannya. Vani terlihat ceria berjalan menuju ruang makan dan duduk bergabung bersama Kaituo dan Jack. Ia tidak bisa menyembunyikan senyuman kebahagiaan di wajahnya
Jack tersenyum kecil, "Apa yang buat kamu sesenang itu?"
"Tcih.. paling cuma mau main ke taman hiburan" saut Kaituo sembari mengalihkan pandangannya
Senyuman di wajah Vani memudar, ia menatap ke arah Kaituo, "Kenapa kamu bilang tcih segala sih! Kesannya kek kamu ngga suka aku lagi seneng gini"
"Ya udah maaf" ucap Kaituo cuek
"Tcih" gumam Vani
"Makan sarapanmu, kamu pergi sama Ray kan?" Ucap Jack
"Kok tau sih" ucap Vani senang
"Hmm.. jangan bawa uang, biarin dia yang traktir kamu. Cowok bakal malu kalau ceweknya yang bayar" ucap Jack
"Keknya kamu pernah bilang itu sebelumnya, nanti aku tinggalin uangku" ucap Vani
"Oh ya, Ray takut ketinggian, jangan ajakin dia naik yang aneh aneh"
"Puftt.. lemahnya" tawa Kaituo
"Kenapa kamu tau banyak soal Ray daripada aku?" Tanya Vani
"Aku lebih lama kenal dia" ucap Jack
"Kenapa nggak kau aja yang main sama Ray? Kau lebih tau dia kan daripada Vani" ucap Kaituo
"Kenapa jadi aku?!" Tanya Jack
'ting.. tong'
"Woah! Itu pasti dia!" Ucap Vani bersemangat sembari berdiri dari duduknya
__ADS_1
"Kamu belum sarapan!" ucap Kaituo
"Nanti aja, bye bye!" Ucap Vani. Ia berlari menuju pintu rumah dan membukanya
'cklekk'
"Hallo adik, ini benar rumahnya Kaituo kan?" Tanya seorang laki-laki yang sepertinya adalah teman Kaituo. Tak jauh di belakang laki laki itu, terdapat tiga orang perempuan dan dua laki-laki
Ekspresi Vani menjadi datar, "Kai, iya dia di dalem"
"Bisa tolong panggilin?" Tanya laki-laki itu dengan senyuman di wajahnya
"Ah iya, tunggu bentar" ucap Vani. Saat laki-laki itu hendak ikut masuk ke dalam rumah, Vani lebih dulu menutup pintu rumahnya. Laki-laki itu terhenti dan sedikit tersentak, "Ouh Okay" ucapnya sembari tersenyum kecil
Vani kembali menuju ruang makan dengan ekspresi suramnya, "Kai, temenmu" ucapnya
"Cepat sekali mereka" ucap Kaituo sembari berdiri dari duduknya. Ia menoleh ke arah Jack, "Duluan Jack" ucapnya
"Hmm" gumam Jack
"S*alan!"ucap Vani kesal sembari berbalik dan memperhatikan Kaituo berjalan menuju pintu garasi
'ting.. tong..' Bel rumah kembali berbunyi
"Hiihh.. kenapa ngga sapa temennya dulu lewat pintu depan sih!" Ucap Vani kesal. Ia berjalan menuju pintu rumah dan membukanya, "Sabar lah! Kai lagi ambil mobil di garasi" ucapnya
"Hai" sapa Ray dengan senyuman di wajahnya. Emosi Vani berubah dengan cepat. Ia tersenyum senang melihat Ray berdiri di depannya, "Hai juga" ucap Vani senang
Ray sejenak menoleh ke arah kerumunan teman Kaituo yang sedang menunggu Kaituo di pinggir jalan depan rumah Vani dengan dua mobil mewah yang mereka bawa, "Temannya Kaituo ya?" Tanya Ray
"Iya, mereka mau main" Jawab Vani
"Ooh" ucap Ray, "Kamu sudah siap?"
Vani mengangguk mengiyakannya
__ADS_1
"Ayo, taxinya udah nunggu" ucap Ray
"Ayok" Mereka berdua berjalan menuju taxi. Saat Vani hendak membuka pintu taxi, seseorang menghentikannya
"Tunggu Adik!" Ucap seseorang. Vani dan Ray langsung menoleh ke asal suara, "Kenapa adik naik taxi? Sebagai teman kakaknya, mana mungkin kita biarin adik naik taxi padahal kita bawa mobil. Mari kakak antar adik ke tempat tujuan"
'tinnn..' Kaituo menekan klakson mobilnya, Ia mengeluarkan kepalanya dari jendela mobilnya, "Adik kakak apanya! Dia bukan adikku!" Seru Kaituo
Ke enam teman Kaituo menoleh ke arah Kaituo, "Eh bukan?" Tanya salah satu temannya
"Jelas bukan lah!" Saut Vani. Ke enam teman Kaituo bersamaan menoleh ke arah Vani
"Makasih niat baiknya, tapi kita udah terlanjur booking taxinya. Jadi next time aja" ucap Vani
"Pd amat, siapa juga yang mau anterin kamu" seru Kaituo. Ke enam temannya kembali menoleh ke arahnya, "Ayo berangkat, lagian mereka beda arah. Kelamaan kalau harus antar mereka segala"
"Aku duluan yang berangkat!" Seru Vani, "Ayo Ray" Ia membuka pintu taxi dan masuk ke dalam, "Jalan pak" ucap Vani
Taxi itu mulai melaju pergi. Ketika melewati mobil Kaituo, Vani menurunkan jendela pintu taxi dan menunjukkan lidahnya, "Bweee" ejeknya. Kaituo hanya terdiam menatapnya sembari memperhatikan taxi itu melaju pergi dari tempat itu
"Ahahaha.. diem dia" ucap Vani sembari tertawa. Ia menoleh ke arah Ray
Ray terlihat begitu murung, "Maaf Vani" ucapnya
"Heh? Kenapa?" Tanya Vani penasaran
"Aku nggak bisa kayak mereka, aku nggak bisa jemput kamu pake mobil sendiri"
"Jangan sedih gitu, kamu mau mobil? bilang aja, aku bisa kirim ke rumahmu"
"Bukan itu, punya mobil juga percuma"
"Puftt.. kamu kan ngga bisa nyetir" ejek Vani
"Ahaha.. kamu benar"
__ADS_1