
Belum habis setengah box makanan, Vani dan Kaituo terlihat lesu karena kekenyangan, "Hahhh.. tombol surrender dimana" ucap Vani lesu
"Makan lagi, kamu baru dikit" ucap Kaituo lesu
"S*alan! Kenapa kamu pesen box makanan buat porsi lima orang sih!" Ucap Vani kesal
"Aku dapat kupon potongan harga, aku pakai lah" balas Kaituo, "Kamu juga ngapain pesen makanan yang sama!"
"Makanan ini muncul di beranda utamanya, aku random pilih. Lagian, udah ku beliin kenapa kamu juga beli segala!" Ucap Vani
"Ya mana aku tau!" Ucap Kaituo
"Harusnya tau dong! Kan aku yang pesen duluan" ucap Vani
"Iya iya salahku!" Ucap Kaituo mengalah, "Mending kamu bawa box ini ke belakang, kasih ke bibi sama yang lain"
"Wah.. nice idea" ucap Vani sembari berdiri dari duduknya. Ia mencuci kedua tangannya dan mengambil satu box makanan yang belum mereka sentuh, "Aku kasih ini, kamu habisin itu" sambungnya sambil tersenyum. Ia berjalan pergi meninggalkan Kaituo
"Jangan gitu! Bantu habisin!" Seru Kaituo
"Ogah! Itu punyamu. Punyaku yang ini" seru balik Vani
"Hey!!"
Vani membuka pintu ruang makan asisten rumah tangga. Ia melihat bibi yang sedang mencuci piring di dapur samping ruang makan, "Bibi" panggil Vani
__ADS_1
"Loh.. non Vani, kok kesini" ucap Bibi
"Aku beliin makanan buat bibi sama yang lain" ucap Vani. Ia meletakkan box makanan yang ia bawa di atas meja makan, "Yang lain kemana?"
"Waduh non, ini kita baru selesai makan malam. Jadi ngerepotin non Vani kan" ucap Bibi
"Oh ya bi, pak itu namanya siapa?" Tanya Vani
"Pak Nanang maksud non?" Tanya balik bibi
"Waduh ada apa ini, bahas saya ya" ucap pak Nanang yang tiba tiba muncul dari balik pintu
"Pak Nanang, bu Nanangnya mana?" Tanya Vani
"Ahahaha.. Oh ya, ini makanannya banyak. Bisa buat lima orang, bagi bagi ya" ucap Vani
"Buat non aja, kita baru makan malam. Bibi aja masih belum selesai nyuci piringnya" ucap pak Nanang
"Tuh non, dengerin" sambung Bibi
"Jadi nggak mau nih?" Tanya Vani dengan wajah murung, "Padahal dah jauh jauh aku jalan kaki buat beli makanan ini"
"Tadi bapak liat ada tukang antar makanan di depan, bukan punya non Vani?" Tanya pak Nanang
("Njirr.. ketauan boong") batin Vani terkejut, "Iya itu, restorannya yang jauh maksudnya"
__ADS_1
"Masa si non" ucap pak Nanang. Ia melihat label pada box makanan itu, "Ini alamatnya di jalanan deket kompleks kok"
Bibi terlihat tersenyum kecil karena pembicaraan Vani dengan pak Nanang
"Iya itu kan jauh!" Ucap Vani ngotot, "Simpan aja makanannya, angetin di microwave besok buat sarapan, bye bye"
Ia langsung bergegas pergi dari tempat itu, ("Jirr.. aku tersavage sama pak Nanang terus") batinnya
"Lewat ruang makan, aku sprint" ucap Vani. Ia mengambil ancang ancang dan langsung berlari melewati ruang makan menuju ke tangga atas. Kaituo terheran melihatnya, 'Kenapa tu anak?' Ucapnya lirih
Sesampainya di kamar, Vani langsung merobohkan badannya ke kasur, "Hahh.. Kaituo pasti ngga sadar aku lewat"
'Van? are you back? I've been waiting for an hour. I can't reach you because I don't have your phone number' ucap CuteLine dari Komputer Vani
['Van? Kamu dah balik? Aku udah nunggu satu jam. Aku nggak bisa hubungi kamu karena aku nggak punya nomormu']
'should I just go offline? She won't be mad right?'
['apa aku offline aja ya? Dia nggak bakal marah kan?']
'I should be the one angry. Why am i talking to myself'
['aku yang harusnya marah. Kenapa juga aku ngomong sendiri']
Vani mendengar samar suara itu. Ia menoleh ke arah komputernya yang masih menyala. Ia tersadar dan langsung bangkit dari tidurnya, "anjirr!! si Line kelupaan!!"
__ADS_1