Cewek Berandal SMA 3

Cewek Berandal SMA 3
CBS3_Chapter117


__ADS_3

Di tengah berbincang dengan temannya, Ray melihat layar handphonenya menyala karena mendapatkan sebuah notifikasi. Ia mengambil handphonenya dan mengeceknya. Ray tersenyum senang melihat foto Yukki dan Vani terpampang di layarnya, ("Dia sangat cantik") batinnya


"Woi, gila ya? Senyam senyum sama hp" ucap Riko


Senyuman Ray memudar, ia menoleh ke arah Riko, "Ah.. gara gara kau moodku jadi hilang" ucapnya


"Kok aku yang disalahin" ucap Riko


"cowok kan selalu salah"


Riko tersenyum menyeringai, "Oh iya, kau kan banci, ya nggak?"


"Kau berani ngatain aku?!" Tanya Ray ngegas


"Slow bos, bercanda" ucap Riko, "Keluar cari makan yuk"


"Duluan, aku kenyang"


"Ya udah, aku keluar cari makan" ucap Riko sembari berdiri dari duduknya


"Iya" ucap Ray


Riko keluar dari kamar asrama dan pergi mencari makanan. Ray kembali menyalakan handponenya dan melihat foto sebelumnya, ("Dia sama Yukki, apa dia cari aku?") Batinnya penasaran. Ia kembali tersenyum, ("Dasar keras kepala")


"Astaga! Kenapa aku senyum lagi?! bahaya! foto ini harus ku hapus!" Ketika hendak menekan delete di handphonenya, ia mengurungkan niatnya, ("Kenapa harus aku yang hapus? Biarin aja, toh kalau nggak di pindah ke galeri. Foto ini kehapus otomatis setelah tiga puluh hari. Iya.. pilihan yang tepat!") Batinnya. Ia memasukkan handphonenya ke dalam saku kemejanya, ("Aku udah kangen dia") batin Ray sedih


"Oh.. benar juga" ucapnya sembari berdiri dari duduknya, "Aku belum beli rice cooker buat masak nasi. Aku harus mulai hemat biaya buat makan" Ia berjalan keluar dari asrama dan menuju ke suatu tempat untuk membeli rice cooker


Sementara itu, di dalam kamar Kim. Ia memutuskan untuk menghubungi nomor yang Vani beritahukan sebelumnya, ("Apa ini pilihan yang tepat?") Batinnya


'tut. tutt.. tuttt...'


'tut..'

__ADS_1


'halo, siapa ini? Ada urusan apa? Cepat katakan' ucap seseorang dari telepon


"apakah benar ini dengan tuan Yagami?" Tanya Kim


'Yagami siapa?'


"Apa ini benar ayahnya Jack Yagami?"


'oh.. si Jack ya. iya benar ada apa? Apa ini dosen kampusnya?'


("Dia bukan ayahnya") batin Kim, "Bukan, saya ingin memastikan sesuatu. Bisa kita atur pertemuan?"


'tapi rumah saya jauh, saya tinggal di desa'


"Tidak masalah, saya akan kesana"


'tapi saya nggak bisa ketemu, lagi banyak kerjaan'


"Berapa Jack membayar anda?"


"Rumah anda bukan di desa" ucap Kim, "Saya juga membutuhkan orangtua angkat untuk melakukan suatu hal, berapa banyak yang harus saya bayar?"


'oh ahahaha.. ini kenalannya Jack ya? saya pikir saya hampir saja kena masalah'


"Tenang saja, anda tidak akan terlibat masalah apapun"


'sebenarnya dulu Jack bantu bayar biaya pengobatan anak saya yang masih kecil. Saya bersyukur banget ketemu orang seperti dia. saya bilang akan kembalikan uangnya, tapi dia terus terusan nolak. Dia cuma minta kita bantuan buat jadi orang tua palsunya di saat dia butuh. sampai sekarang dia selalu transfer uang ke rekening saya setiap bulan, padahal sudah saya larang'


("Ternyata benar dugaanku") batin Kim, "Dulu? Saat Jack kecil?"


'bukan, saat dia smp. dia bilang keluarganya menjadi korban pembunuhan di desa, dia melarikan diri ke kota dan mengganti identitasnya. Dia bilang dia mendapatkan uang dari permainan gamenya. Dulu dia sering mengikuti turnamen dan memberikan tiket gratis untuk keluarga saya. Keluarga saya selalu datang untuk mendukungnya'


"Apa anda tahu identitas keluarganya yang berada di desa?"

__ADS_1


'tidak tahu, saya tidak menanyakannya untuk kenyamanannya'


"Kalau boleh tau, rumah anda dan Jack di daerah yang sama?" Tanya Kim


'beda beda, Jack tinggal di apartemen jalan ss. Sedangkan saya tinggal di kompleks perumahan yang jaraknya dua puluh menitan jalan kaki dari apartemennya'


"Terimakasih atas infonya, sepertinya saya perlu bertemu Jack terlebih dahulu"


'tunggu, masnya bukan orang jahat kan?'


"Bukan"


'syukurlah. kalau begitu saya nggak perlu cemas soal Jack'


"Anda tenang saja, saya tutup teleponnya"


'oh iya iya iya'


'tutt.. tut.. tutt' Panggilan berakhir. Kim menjelajahi handphonenya dan membuka maps untuk melihat lokasi apartemen Jack secara detail, "Baiklah, aku akan kesana" ucap Kim. Ia mengenakan jasnya dan berjalan keluar dari kamarnya. Di lorong rumah, ia berpapasan dengan bibi yang sedang asik mengepel lantai. Ia menghentikan langkahnya, "Oh.. bagian mana yang belum di pel bi?"


Bibi menoleh ke arahnya, "Tuan Kim, lewati saja. Bibi bisa pel lagi"


"Apa aku harus lepas sendal ini?"


"Tidak perlu tuan, jalan saja. Toh sendalnya nggak kotor"


"Baiklah. Aku keluar buat pergi ke suatu tempat, bilang ke Kaituo buat cari Vani kalau dia belum pulang sampai nanti sore jam lima"


"Baik tuan Kim akan bibi ingat pesannya"


"Bagus" ucap Kim sembari berjalan melewati bibi menuju pintu depan


"Hati hati di jalan" seru bibi. Kim keluar dari rumah dan masuk ke dalam garasi. Ia menekan tombol untuk menaikkan mobilnya dari garasi bawah. Ia masuk ke dalam mobil dan mengendarainya menuju tempat tujuan

__ADS_1


Beberapa jam berkendara, Kim sampai di jalan SS. Ia melajukan mobilnya perlahan sembari mengamati deretan bangunan yang di lewati, ("Dimana apartemennya?") Batin Kim penasaran


__ADS_2