
Beberapa saat berkendara dengan mobilnya, Azka sampai di depan rumah Vani. Ia memarkirkan mobilnya di sudut halaman depan rumah, ("Halamannya luas, parkir sini nggak masalah kan?") Batinnya. Ia melepas sabuk pengaman dan keluar dari mobilnya. Ia mengambil tasnya dan berjalan menuju pintu utama rumah Vani
'ting.. tong' Azka menekan bel rumah
Beberapa saat kemudian, bibi membukakan pintu untuk Azka dan menyambut kedatangannya. "Selamat datang tuan.." sambut bibi terhenti, "Azka, guru dari sekolahnya Vani" saut Azka
"Oh.. pak guru Azka, silakan masuk pak" ucap bibi
"Terimakasih" ucap Azka. Ia masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu, "Ee.. buk" panggil Azka
"Panggil bibi saja, ada apa pak guru Azka?" Ucap bibi
"Tolong sampaikan pada Vani, lima belas menit lagi ujian di mulai. Suruh dia kesini menemui saya" ucap Azka
"Baik pak guru, tolong ditunggu sebentar ya" ucap bibi ramah. Ia berjalan pergi meninggalkan ruang tamu. Ketika bibi hendak naik ke lantai atas, langkahnya terhenti. Ia melihat Kim berjalan di lorong samping tangga, "Selamat pagi tuan Kim" sapa Bibi
"Pagi Bi, di depan siapa?" Tanya Kim penasaran
"Oh.. gurunya non Vani, katanya mau ujian" jawab Bibi
"Benar juga" ucap Kim teringat, "Bi, bawain minuman sama cemilan. Aku ke atas bangunin Vani"
"Baik tuan Kim" ucap Bibi. Ia berbalik dan berjalan pergi menuju dapur untuk mempersiapkan minuman dan camilan
Kim naik ke lantai atas dan pergi menuju kamar Vani. Ia masuk ketika melihat pintu kamar Vani tidak terkunci. Di dalam kamar, Vani masih tertidur dibalik selimutnya. Kim menghampirinya dan menarik selimut itu. "Aaaa!!" Vani berteriak karena tidurnya terusik, "Apa sih masih pagi juga" ucapnya dengan mata mengantuk, 'hoahhh..'
__ADS_1
"Ada gurumu di bawah, kamu ujian kan hari ini?" Tanya Kim
Kedua mata Vani langsung terbuka. Ia langsung bangkit dari tidurnya dan menoleh ke arah Kim, "Oiya!" Ucapnya
"Cuci muka aja trus turun ke bawah" ucap Kim
"Mandi?" Tanya Vani
"Ujianmu jam tujuh kan? Mandi nanti aja" jawab Kim
"Okeoke" ucap Vani. Ia bergegas pergi menuju kamar mandi
"Kakak temuin gurumu di bawah" ucap Kim
"Iya iya!" Seru Vani dari kamar mandi. Kim keluar dari kamar Vani dan pergi menuju ruang tamu untuk menyapa Azka
"Pak Azka, silakan duduk" ucap Kim. Mereka berdua duduk di sofa yang saling berhadapan, "Maaf karena sebagai wali saya menemui seorang guru dengan piyama seperti ini"
"Tidak masalah presdir Kim" ucap Azka dengan senyuman kecil, "Maaf karena saya tidak menghubungi terlebih dahulu sebelum datang kemari", ("Aku nggak nyangka akan lihat penampilan presdir Kim dengan baju tidur yang kekecilan begitu. Apa dia terlalu sibuk dan nggak punya waktu buat beli baju tidur baru?") Sambung batinnya
"Vani sedang menyiapkan pulpen dan yang lainnya, dia akan segera kemari" ucap Kim
"Oh.. tidak masalah, masih ada tujuh menit sebelum ujian dimulai" ucap Azka
Mereka berdua hanya terdiam setelah percakapan itu. Hingga, Vani terlihat datang dengan berlari ke arah mereka, "Pak Azka!" Panggilnya, "Ga telat kan!" Vani memperlambat larinya saat melihat Kim yang juga berada di sana. Ia duduk bergabung di samping Kim, "Selamat pagi pak Azka" sapanya ramah
__ADS_1
"Pagi, nak Vani" sapa balik Azka, ("Baguslah, Vani nggak akan berulah kalau kakaknya ada di sekitarnya. Aku bisa awasi ujiannya dengan tenang") batinnya senang, "Lima menit lagi kita mulai, apa nak Vani sudah siap?" Tanya Azka
"Oiya! Aku lupa bawa pulpen!" Ucap Vani teringat
Saat itu Kim sedikit melirik ke arah Azka sebelum ia menoleh ke arah Vani, "Bukankah tadi kamu bilang akan mengambil pulpen?"
"Kan khakim suruh aku cuci muka sama sikat gigi doang tadi" ucap Vani
"Kamu tidak mendengarkannya? Kakak sudah bilang untuk membawa pulpen saat turun" ucap Kim
"Iya kah? Kapan?" Tanya Vani sembari mencoba mengingat ucapan Kim kepadanya sepuluh menit yang lalu
"Tidak masalah, saya bawa banyak pulpen untuk jaga jaga" potong Azka. Ia mengeluarkan salah satu pulpen dan memberikannya pada Vani, "Pakai saja ini"
"Oh.. terimakasih pak" ucap Vani sembari menerima pulpen itu
"Hmm" kim terdiam sembari perlahan mengalihkan pandangannya
'KIM!! APA KAU MENGAMBIL BAJU TIDURKU DAN MENGACAK ACAK LEMARIKU LAGI?!!' teriak Kaituo dari depan pintu kamarnya. Suara kaituo menggema dan terdengar hingga ruang tamu, ("Anak itu! Kenapa dia berteriak disaat seperti ini?!") Batin Kim geram. Kim langsung berdiri dari duduknya. Vani dan Azka menoleh ke arahnya
Vani menyadari piyama Kaituo yang di pakai oleh Kim, "Wah.. khakim.." ucap Vani terhenti, "Pak Azka tolong bimbing Vani, saya akan pergi mengurus sesuatu" saut Kim
"Oh.. baik presdir Kim" ucap Azka. Kim langsung berjalan pergi meninggalkan ruang tamu
"Ahahahahaaa.. Pak Azka liat barusan? Khakim keliatan malu banget" ucap Vani sembari tertawa
__ADS_1
"Jangan begitu pada kakakmu sendiri" ucap Azka. Ia berpura pura mengusap hidungnya untuk menyembunyikan senyumannya, ("puftt.. konyol sekali") batinnya