
'tetttt... jam istirahat telah selesai, siswa siswi diharapkan kembali ke kelas masing masing untuk mengikuti pelajaran selanjutnya....' bel masuk terdengar dari speaker di dalam ruangan kosong itu
"Biarin aja, lanjut nontonnya" Ucap Agnes
"Okeoke" Ucap Vani
Vani melanjutkan rekaman itu,
Di sana terlihat Vani terlempar dan jatuh ke lantai, Kaituo langsung menghampirinya. Ada sedikit yang sepertinya mereka berdua bicarakan, namun Kaituo segera menghampiri selingkuhan Nova dan memukul balik hingga beberapa kali serangan. Nova hanya berdiri di samping selingkuhannya dan terlihat seperti meminta pertolongan. Kaituo terus menghajar selingkuhan Nova sampai mereka terjatuh ke lantai, Vani berlari ke arah mereka dan menarik narik tangan Kaituo. Kaituo menghentikan tindakannya dan menoleh ke arah Vani, ia berdiri berhadapan dengan Vani. Mereka terlihat membicarakan sesuatu dan Vani sedikit mengangguk. Setelah itu mereka berdua berjalan pergi meninggalkan Nova dengan selingkuhannya
"Serasa nonton film action, ada dubbernya lebih bagus" Ucap Agnes
"Nggak usah dubber, cukup subtitle aja udah bagus" Sambung Awani
"Setuju" Ucap Agnes
"Kaituo bisa mukul juga ternyata, serem" Ucap Putri
"Udah nggak penasaran kan? Ku out in dari sini ya" Ucap Vani
"Iya deh" Ucap Agnes, "Btw, kalian ngobrolin apa aja di sana?"
"Hmm.. Pikir aja sendiri" Ucap Vani
"Pelit" Ucap Agnes
Vani menutup laptop itu dan berdiri dari duduknya, ia berkeliling dan melihat lihat ruangan itu, "Menurut kalian, tempat ini bagus nggak?"
Agnes menoleh ke arahnya, "Kenapa?"
Vani menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah tiga temannya, "Coba bayangin, di sini taruh sofa. Trus di deket jendela situ kasih lemari sama komputer, gimana menurut kalian?"
"Hum.. bagus juga si, khayalanmu" Ucap Putri
"Njirr, khayalan. Beneran ini" Ucap Vani
"Enakan bolos di atap menurutku" Ucap Agnes
"Atap selalu di kunci, pelit banget emang gurunya" Ucap Vani
__ADS_1
"kan ada jepit rambut" Ucap Agnes sembari tersenyum
"yee, anjirr"
Mereka mengobrol cukup lama di ruangan kosong itu, hingga bel istirahat ke dua berbunyi melalui speaker yang sama
'Jam istirahat ke dua telah di mulai, siswa siswi bisa beristirahat untuk makan siang dan melakukan lainnya. Kembalilah ke kelas masing masing sebelum pelajaran selanjutnya di mulai'
"Hmm.. Kita ngobrol apa aja barusan? Kok belnya udah bunyi lagi" Ucap Agnes dengan ekspresi datar
"Entahlah. Emang ya, waktu berjalan dengan cepat" Ucap Awani
"Nggak gitu njirr,emang staffnya aja yang nggak sabaran mencet bel. Lain kali kita culik staffnya trus iket di kursi, ntar pasti bel masuknya lama" Ucap Vani
"Emang berani?" Tanya Putri
"Enggak si" Jawab Vani singkat, "Yok jalan, kebanyakan ngobrol kita. Ambil juga laptopnya"
Awani mengambil laptop yang tergeletak di lantai dan membawanya. Mereka berempat keluar dari ruangan itu dan berjalan turun dari lantai 2. Vani menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Awani, ia merebut laptop yang Awani bawa, "Kalian berdua balik aja, ku sama Agnes yang balikin"
"Kita nggak istirahat bareng?" Tanya Awani
"Kenapa nggak bareng aja sekalian" Ucap Putri
"Kelamaan, ntar pasti antri panjang di kantin. buruan gih pergi" Ucap Vani
"Oh! Junior kita lebih banyak tahun ini, jangan sampai kehabisan makan siang!" Seru Agnes
"Langsung gas aja kuy" Ajak Awani. Mereka bertiga berlari menuju kantin sekolahan
Vani pergi menuju kantor guru sendirian. Di depan kantor guru, ia sedikit mengintip keadaan di dalam kantor. Ia melihat Azka tidak berada di meja gurunya dan sedang mengobrol dengan guru lain di meja belakang. Ia mengendap endap masuk ke dalam kantor guru tanpa memberikan salam dan meletakkan laptop yang ia bawa di atas meja Azka. Setelah itu ia menyelinap keluar tanpa ada seorang guru pun yang menyadarinya
"Anjay, hebat banget aku. Ga ada yang nyadar aku masuk ke kantor, mereka terlalu sibuk sama urusan masing masing. Untung aku yang masuk, misal maling yang masuk kan bisa bahaya" Ucap Vani
Ia berjalan menuju ruangan di samping kantor guru. Ia mengetuk pintu 3 kali dan langsung membuka pintu ruangan itu, "Permisi, selamat pagi pak" Sapanya sembari tersenyum kecil
"Ahahaha, Ini siang nak Vani. Mari masuk dan duduk" Ucap seorang pria yang terlihat cukup tua
Vani masuk dan duduk di sofa ruangan itu, pria itu duduk berhadapan di sofa depan Vani duduk, "Mau minum teh?" Tawar pria itu sembari menuangkan secangkir teh untuk Vani
__ADS_1
"Nggak usah, nggak usah" Tolak Vani sopan
"Nggak perlu sungkan, minum saja" Pria itu mengangkat cangkir teh itu dan memberikannya pada Vani
Vani menerimanya dan tersenyum kecil, "Terimakasih" Ia meminum sedikit teh itu dan meletakkan kembali cangkirnya di atas meja hadapannya
"Ada masalah apa yang membuat nak Vani datang kemari?"
("Nak Vani. Entah kenapa panggilan itu rasanya aneh buatku. Mau ku protes, tapi dia dah tua. Kasihan liatnya") Batin Vani, "Ah itu Pak Kepala sekolah, mengenai ruangan kosong nomor tiga dua F. Kalau boleh, saya mau pakai ruangan itu"
"Hmm.. Maksudnya ruangan kosong gedung kelas tiga, lantai dua, urutan ke enam?"
'Oh ternyata gitu cara bacanya. Baru tau njirr, padahal udah dua tahun ku disini' gumamnya
"Kenapa?" Tanya Kepala sekolah
"Nggak ada, jadi gimana pak kepala sekolah, setuju nggak? Atau perlu saya telepon Khakim buat wakilin saya?" Ucap Vani dengan senyum kecil
"Tidak perlu. Tuan Kim pasti sedang sibuk sekarang, tidak perlu mengganggunya. Hanya ruangan itu saja? Tidak ada yang lain?"
"Yang lain? Misal ku minta satu sekolahan ini gimana? Di kasih nggak pak kepala sekolah?"
"Ahahaha, minta sesuatu juga ada batasnya nak Vani" Jawab kepala sekolah dengan tawa kecil
"Hehe becanda. saya minta kunci ruangannya aja, buat yang lain saya urus sendiri"
"Baiklah kalau hanya itu, nanti akan saya kirimkan seseorang untuk memberikan kuncinya ke nak Vani"
"Taruh di loker saya aja"
"Baiklah"
"Makasih pak kepala sekolah baik. Ya udah, saya pamit" Ucap Vani sembari berdiri dari duduknya
"Iya, belajarlah dengan rajin. kembalilah jika membutuhkan bantuan lagi"
"Pasti!" Ucap Vani. Ia melangkah keluar dari ruangan kepala sekolah dan berjalan menuju kantin sekolahan
'tetttt... jam istirahat telah selesai, siswa siswi diharapkan kembali ke kelas masing masing untuk mengikuti pelajaran selanjutnya....' bel masuk terdengar dari speaker lorong kelas yang ia lewati. Ia menghentikan langkahnya dan memasang ekspresi datar
__ADS_1
"Haishh, udah bel lagi aja!. tadi nge-teh segala si! balik kelas aja lah" Ucapnya kesal. Ia berbalik dan berjalan kembali ke kelasnya